Peningkatan Kualitas dan Kesejahteraan Prajurit Jadi Tantangan Panglima TNI Baru
Kamis, 16 September 2021 - 17:43 WIB
loading...
Anggota Komisi I DPR Tubagus Hasanuddin mengatakan peningkatan kualitas dan kesejahteraan prajurit TNI menjadi tantangan Panglima TNI baru. Foto/SINDOnews
A
A
A
JAKARTA - Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto akan memasuki pensiun pada 1 Desember 2021, soal siapa calon Panglima TNI yang akan dipilih oleh Presiden Joko Widodo (Jokowi) masih menjadi tanda tanya, apakah KSAD Jenderal TNI Andika Perkasa, KSAL Laksamana TNI Yudho Margono, atau ada pilihan lainnya.
Anggota Komisi I DPR Tubagus Hasanuddin mengatakan, siapapun figurnya, dia akan akan menghadapi empat tantangan sebagai Panglima TNI. "Ada empat masalah yang harus kita pertimbangkan, kemampuan Panglima TNI ke depan itu harus harus memiliki kemampuan di empat masalah ini," kata TB dalam diskusi yang bertajuk "Tantangan Besar Panglima TNI Baru" di Media Center DPR RI, Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Kamis (16/9/2021).
Pertama, harus mampu melanjutkan pembangunan TNI melalui Minimum Essential Force (MEF), di mana ini adalah tahap ketiga atau tahap terakhir di 2024, sementara sejauh ini baru tercapai sekitar 60%. Jadi, kalau misalnya sampai 2024 bisa bertambah progresnya 20%, maka MEF bisa mencapai 80%. "Tentunya harus diselesaikan oleh Panglima yang baru nanti, siapa pun beliau dan tentu Minimum Essential Force itu bisa saja berubah situasinya dalam arti, perlu ada penguatan berdasarkan ancaman di lingkungan, baik geopolitik maupun geostrategi, itu yang pertama," ucapnya. Baca juga: Nama Calon Panglima TNI, Faldo Maldini: Sabar, Pasti Segera Dikirim
Kedua, sambung pensiunan Perwira TNI AD ini, melanjutkan, menjaga serta meningkatkan profesionalisme prajurit, berdasarkan frekuensi pelatihan dan pendidikan. Dari fakta hari ini, harus ditingkatkan profesionalisme para prajurit TNI dan jangan sampai prajurit memiliki kemampuan yang asal-asalan. Karena, sudah dilengkapi dengan senjata yang bagus, tentu tingkatkan profesionalismenya melalui latihan secara bertahap dan berlanjut.
Ketiga, kata politikus PDIP ini, yang perlu mendapatkan perhatian panglima TNI adalah disiplin prajurit. Dia melihat, dalam 2-3 tahun terakhir, ada ratusan prajurit yang desertir atau melarikan diri dari satuannya dan kebanyakan dari AD, jumlah itu setara dengan satuan kompi, batalyon dan sebagainya. Kemudian, juga perkelahian baik antar angkatan, maupun juga antara TNI dengan Polisi. Baca juga: Soal Calon Panglima TNI, DPR Yakin Jokowi Sudah Hitung Waktu yang Baik
Anggota Komisi I DPR Tubagus Hasanuddin mengatakan, siapapun figurnya, dia akan akan menghadapi empat tantangan sebagai Panglima TNI. "Ada empat masalah yang harus kita pertimbangkan, kemampuan Panglima TNI ke depan itu harus harus memiliki kemampuan di empat masalah ini," kata TB dalam diskusi yang bertajuk "Tantangan Besar Panglima TNI Baru" di Media Center DPR RI, Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Kamis (16/9/2021).
Pertama, harus mampu melanjutkan pembangunan TNI melalui Minimum Essential Force (MEF), di mana ini adalah tahap ketiga atau tahap terakhir di 2024, sementara sejauh ini baru tercapai sekitar 60%. Jadi, kalau misalnya sampai 2024 bisa bertambah progresnya 20%, maka MEF bisa mencapai 80%. "Tentunya harus diselesaikan oleh Panglima yang baru nanti, siapa pun beliau dan tentu Minimum Essential Force itu bisa saja berubah situasinya dalam arti, perlu ada penguatan berdasarkan ancaman di lingkungan, baik geopolitik maupun geostrategi, itu yang pertama," ucapnya. Baca juga: Nama Calon Panglima TNI, Faldo Maldini: Sabar, Pasti Segera Dikirim
Kedua, sambung pensiunan Perwira TNI AD ini, melanjutkan, menjaga serta meningkatkan profesionalisme prajurit, berdasarkan frekuensi pelatihan dan pendidikan. Dari fakta hari ini, harus ditingkatkan profesionalisme para prajurit TNI dan jangan sampai prajurit memiliki kemampuan yang asal-asalan. Karena, sudah dilengkapi dengan senjata yang bagus, tentu tingkatkan profesionalismenya melalui latihan secara bertahap dan berlanjut.
Ketiga, kata politikus PDIP ini, yang perlu mendapatkan perhatian panglima TNI adalah disiplin prajurit. Dia melihat, dalam 2-3 tahun terakhir, ada ratusan prajurit yang desertir atau melarikan diri dari satuannya dan kebanyakan dari AD, jumlah itu setara dengan satuan kompi, batalyon dan sebagainya. Kemudian, juga perkelahian baik antar angkatan, maupun juga antara TNI dengan Polisi. Baca juga: Soal Calon Panglima TNI, DPR Yakin Jokowi Sudah Hitung Waktu yang Baik
Lihat Juga :