Harta Pejabat Bersemi di Masa Pandemi, Refly Harun: Mental Umar bin Khattab Sulit Ditiru
Selasa, 14 September 2021 - 12:45 WIB
loading...
A
A
A
Refly mengaku teringat kisah Umar bin Khattab, salah satu khalifah yang memimpin Umat Islam setelah Nabi Muhammad meninggal. Ketika dilarang untuk berbisnis, para gubernur yang diangkat Umar protes. Mereka mengatakan bahwa mereka berbisnis secara sah, tidak memanfaatkan jabatan. Umar lalu menjawab.
”Kalian memang berbisnis secara sah. Tapi kalau kalian berbisnis, kalian akan lebih banyak memikirkan bisnis ketimbang rakyat. Dan itulah yang terjadi,” tutur Refly menirukan perkataan Umar kepada para gubernurnya.
Baca juga: Ini Deretan Pejabat Terkaya di Indonesia versi LHKPN KPK
Dalam video ini Refly juga mengatakan bahwa apa yang dituliskan para pejabat dalam LHKPN nilainya kecil dari nilai objek kekayaan sesungguhnya. Misalnya tanah dan bangunan, yang dilaporkan adalah nilai jual objek pajak (NJOP). Padahal, nilai faktualnya jauh lebih tinggi.
”Ya begitulah. Menjadi pejabat di republik ini tidak menjadikan Anda bertambah miskin. Tetapi justru membuat Anda lebih kaya. Jadi yang namanya mentalitas Umar bin Khattab susah ditiru pejabat di negeri ini,” ujar mantan komisaris salah satu BUMN ini.
”Kalian memang berbisnis secara sah. Tapi kalau kalian berbisnis, kalian akan lebih banyak memikirkan bisnis ketimbang rakyat. Dan itulah yang terjadi,” tutur Refly menirukan perkataan Umar kepada para gubernurnya.
Baca juga: Ini Deretan Pejabat Terkaya di Indonesia versi LHKPN KPK
Dalam video ini Refly juga mengatakan bahwa apa yang dituliskan para pejabat dalam LHKPN nilainya kecil dari nilai objek kekayaan sesungguhnya. Misalnya tanah dan bangunan, yang dilaporkan adalah nilai jual objek pajak (NJOP). Padahal, nilai faktualnya jauh lebih tinggi.
”Ya begitulah. Menjadi pejabat di republik ini tidak menjadikan Anda bertambah miskin. Tetapi justru membuat Anda lebih kaya. Jadi yang namanya mentalitas Umar bin Khattab susah ditiru pejabat di negeri ini,” ujar mantan komisaris salah satu BUMN ini.
(muh)
Lihat Juga :