Wacana Amendemen UUD, Guru Besar Hukum Tata Negara UGM Ungkit Revisi UU KPK

Sabtu, 11 September 2021 - 13:54 WIB
loading...
Wacana Amendemen UUD,...
Zainal Arifin Mochtar dalam webinar, Sabtu (11/9/2021). Foto: tangkapan layar kanal YouTube MNC Trijaya.
A A A
JAKARTA - Wacana amendemen UUD 1945 terus dibicarakan, setelah Ketua MPR Bambang Soesatyo atau akrab disapa Bamsoet yang secara beruntun berbicara soal wacana ini dalam pidatonya.

Baca juga: Bertemu Tokoh Politik Nasional, KNPI Bahas Perlunya Amendemen UUD 1945

Guru Besar Hukum Tata Negara Universitas Gadjah Mada (UGM) Zainal Arifin Mochtar mengatakan, dirinya sulit percaya kepada para politikus yang menyebut wacana amendemen UUD 1945 tak masuk pembahasan.

Baca juga: Wacana Amendemen UUD 1945, Syarief Hasan: MPR Tidak Terburu-buru Memutuskan

Zainal mencontohkan soal revisi UU KPK yang menurutnya prosesnya sangat cepat. Sebab itu, revisi UU KPK ini membuat trauma bila amendemen UUD 1945 masuk dalam pembahasan.

"Kalau kita belajar dari wacana, biasanya tidak ada hujan, tidak ada api bisa-bisa saja tuh tiba-tiba terjadi," ujar Zainal dalam webinar yang ditayangkan kanal YouTube MNC Trijaya, Sabtu (11/9/2021).

"Revisi UU KPK, saya ingat betul tiba-tiba dengan jalur cepat, proses cepat, semuanya diterabas, proses yang bisa makan 60 hari di Presiden itu tiba-tiba hanya satu hari. Jadi yang begini terus terang membuat trauma," imbuh Zainal.

Zainal menyebut, jika memang benar bahwa wacana amendemen ini tak akan terjadi, merupakan langkah bagus. Artinya lanjut Zainal, ada kesadaran bahwa amendemen bukan barang mudah, ada batasan demokrasi dan lain-lain sebagainya.

"Tetapi selalu ada trauma di kita. Di mana ada proses-proses yang kalau ada kepentingan politik tiba-tiba semua menjadi setuju, semua menjadi cepat, perubahan undang-undang, perubahan ini. Dan tidak ada yang bisa menjamin itu tidak terjadi di amendemen," tegas Zainal.
(maf)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Feri Amsari Lihat Pelemahan...
Feri Amsari Lihat Pelemahan KPK Era Jokowi Terjadi By Design
Perppu KPK Tak Terbit,...
Perppu KPK Tak Terbit, Relawan Jokowi Seret Nama Hakim MK
Ferdinand Hutahaean...
Ferdinand Hutahaean Putar Rekaman Hasto soal Revisi UU KPK: Pak Jokowi Jangan Cuci-cuci Tangan
Revisi UU KPK di Era...
Revisi UU KPK di Era Jokowi Picu Penurunan Indeks Persepsi Korupsi
PDIP: Jokowi Tak Bisa...
PDIP: Jokowi Tak Bisa Lepas Tangan soal Revisi UU KPK
Lengkap! Kronologi UU...
Lengkap! Kronologi UU No 19 Tahun 2019 tentang KPK hingga Pernyataan Terbaru Jokowi yang Picu Polemik
SKK Migas Sesuaikan...
SKK Migas Sesuaikan Pelaporan NGL, Lifting Minyak Berpotensi Tambah 11.693 BPH
Wakil Ketua KPK Nurulo...
Wakil Ketua KPK Nurulo Ghufron Gugat UU KPK ke Mahkamah Konstitusi
FISIP UMJ Gelar Diskusi...
FISIP UMJ Gelar Diskusi Soal Pancasila dan Amendemen UUD 45
Rekomendasi
Peluang Iran Lolos ke...
Peluang Iran Lolos ke Babak 32 Besar Masih Terbuka, Diprediksi Capai 80 Persen
HYROX Jakarta 2026 Siap...
HYROX Jakarta 2026 Siap Digelar, Peserta Jalani Persiapan Menuju Kompetisi
Sambut HUT Jakarta,...
Sambut HUT Jakarta, Ratusan Sispala Ikuti Lomba Dayung di BKT Jaktim
Berita Terkini
Peserta SPPI Meninggal...
Peserta SPPI Meninggal Akibat TBC, Tim Seleksi Ungkap Pemeriksaan Awal hanya Terdeteksi Infeksi Paru
Demokrasi Belum Utuh...
Demokrasi Belum Utuh Jika Perempuan Masih Minim Keterwakilan
Polisi Sita Ratusan...
Polisi Sita Ratusan Perangkat Elektronik di Markas Judi Online Hayam Wuruk, Ini Daftarnya
5 Peserta SPPI Meninggal...
5 Peserta SPPI Meninggal saat Latsarmil, Ini Kronologi Tiap Kasus
Bareskrim: Alamat Server...
Bareskrim: Alamat Server Judi Online Hayam Wuruk di Brasil, China, hingga Vietnam
Dewan Etik Partai Golkar...
Dewan Etik Partai Golkar Jatuhkan Sanksi kepada 3 Kader dari Sumsel
Infografis
Revisi UU Kementerian...
Revisi UU Kementerian Negara: Jumlah Disesuaikan Kebutuhan Presiden
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved