Haji Lulung vs Putri Zulhas, Siapa Dapat Tiket Pilkada DKI Jakarta?

loading...
Haji Lulung vs Putri Zulhas, Siapa Dapat Tiket Pilkada DKI Jakarta?
Politikus PPP Haji Lulung dan politikus PAN Zita Anjani disebut-sebut bakal meramaikan Pilkada DKI Jakarta mendatang.Foto/Dok.SINDOnews
JAKARTA - Politikus PPP Haji Lulung dan politikus PAN Zita Anjani disebut-sebut bakal meramaikan Pilkada DKI Jakarta mendatang. Siapa lebih berpeluang?

Diketahui, Haji Lulung atau Abraham Lunggana kembali ke PPP sejak Senin 6 September 2021 setelah berkiprah di Partai Amanat Nasional (PAN) selama beberapa tahun. PPP pun kembali menjadikannya sebagai Ketua Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) DKI Jakarta. Sementara itu, Zita Anjani adalah Putri Ketua Umum PAN Zulkifli Hasan (Zulhas) dan kini menjabat sebagai Wakil Ketua DPRD DKI Jakarta.

Direktur Eksekutif Indonesia Political Opinion (IPO) Dedi Kurnia Syah menilai peluang Haji Lulung atau Zita Anjani maju ke Pilkada DKI Jakarta sama-sama sulit. “Keduanya sama sulitnya, tetapi Zita Anjani dan PAN lebih leluasa lakukan branding politik,” ujar Dedi Kurnia Syah kepada SINDOnews, Sabtu (11/9/2021).

Menurut Dedi, DKI Jakarta memiliki karakter pemilih yang berbeda ketimbang daerah lain. “Jika di daerah lain semakin dekat dengan identitas primordial semakin baik, tetapi di Jakarta pemilih datang dari berbagai identitas, itulah sebabnya Jokowi, Anies Baswedan dapat meraih suara di sini. Juga, PAN lebih banyak modal awal suaranya dibandingkan PPP,” kata Dedi.



Baca juga: Haji Lulung Belum Kepikiran Maju Pilkada DKI Jakarta

Dedi menilai jalan Haji Lulung menuju Pilkada DKI Jakarta sangat panjang. Dedi melihat jumlah loyalis Haji Lulung terbatas. “Hanya dominan di kalangan pemilih kultural, Betawi. Dan itu terdominasi di dapilnya. Belum terlihat menyebar di wilayah lain, juga minimnya pemilih Betawi di DKI Jakarta,” kata Dedi.

Di samping itu, Dedi mengatakan bahwa PPP bukan partai politik (Parpol) yang dominan di DKI Jakarta. “Untuk memperoleh posisi wakil sekalipun terlihat sulit, lebih lagi untuk DKI 1. Sehingga perlu konsolidasi lebih jauh jika memang ingin memupuk peluang, mulai dari membuktikan ketangguhan pemilih pada calon mitra koalisi, hingga para elite parpol lainnya,” pungkasnya.
(rca)
preload video
TULIS KOMENTAR ANDA!
Top