China Bakal Bangun Pabrik Vaksin di Indonesia, PKS Bilang Begini
Rabu, 08 September 2021 - 15:55 WIB
loading...
Anggota DPR Fraksi PKS Kurniasih Mufidayati mengingatkan, agar rencana pembangunan pabrik vaksin Tiongkok tak mengalahkan prioritas industri vaksin lokal. Foto/SINDOnews/Ilustrasi
A
A
A
JAKARTA - Anggota Komisi IX DPR RI Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Kurniasih Mufidayati mengingatkan, agar rencana pembangunan pabrik vaksin Tiongkok (China) di Indonesia tidak mengalahkan prioritas industri vaksin dalam negeri (lokal), dalam hal ini vaksin merah putih.
Baca juga: Bangun Pabrik Vaksin Covid-19, Erick Thohir Minta Bio Farma Gandeng Swasta
Apalagi kata Mufida, vaksin merah putih dijadwalkan bisa diproduksi April-Mei 2022. Menurutnya, jangan sampai semangat kemandirian vaksin lewat vaksin merah putih dikalahkan agenda investasi dari luar negeri.
Baca juga: Mampu Produksi 100 Juta Dosis, China Bangun Pabrik Vaksin Terbesar Dunia
"Semangat berdikari atas vaksin, obat-obatan dalam negeri disebut menjadi prioritas oleh Presiden Joko Widodo (Jokowi)," kata Mufida dalam keterangannya, Rabu (8/9/2021).
Mufida mengingatkan Presiden Jokowi, telah mengeluarkan Inpres Nomor 6 Tahun 2016 tentang Pengembangan Industri Farmasi dan Alat Kesehatan. Semangat dari Inpres ini adalah prioritas dalam pengembangan industri farmasi dan alkes, termasuk vaksin dalam negeri.
"Ingat yang ada hanya visi misi Presiden tidak ada visi misi menteri. Sebab itu, semangat berdikari industri farmasi dalam negeri harus didahulukan," ujarnya.
Baca juga: Bangun Pabrik Vaksin Covid-19, Erick Thohir Minta Bio Farma Gandeng Swasta
Apalagi kata Mufida, vaksin merah putih dijadwalkan bisa diproduksi April-Mei 2022. Menurutnya, jangan sampai semangat kemandirian vaksin lewat vaksin merah putih dikalahkan agenda investasi dari luar negeri.
Baca juga: Mampu Produksi 100 Juta Dosis, China Bangun Pabrik Vaksin Terbesar Dunia
"Semangat berdikari atas vaksin, obat-obatan dalam negeri disebut menjadi prioritas oleh Presiden Joko Widodo (Jokowi)," kata Mufida dalam keterangannya, Rabu (8/9/2021).
Mufida mengingatkan Presiden Jokowi, telah mengeluarkan Inpres Nomor 6 Tahun 2016 tentang Pengembangan Industri Farmasi dan Alat Kesehatan. Semangat dari Inpres ini adalah prioritas dalam pengembangan industri farmasi dan alkes, termasuk vaksin dalam negeri.
"Ingat yang ada hanya visi misi Presiden tidak ada visi misi menteri. Sebab itu, semangat berdikari industri farmasi dalam negeri harus didahulukan," ujarnya.
Lihat Juga :