Dugaan Kasus Korupsi, Kejagung Dalami Keterangan Eks Dirut Perum Perindo
Rabu, 08 September 2021 - 08:32 WIB
loading...
A
A
A
Leonard merincikan, masalah ditemukan pada kontrol transaksi mitra yang lemah sehingga mengindikasikan terjadi kemacetan transaksi. Keuntungan dari MTN itu meningkat tiap tahunnya secara drastis sejak 2016 hingga 2019.
Kemudian, pemilihan mitra kerja yang tidak hati-hati sehingga perputaran modal perusahaan itu menjadi lambat. "Sebagian besar menjadi piutang macet sebesar Rp181.196.173.783," jelas dia.
Sejauh ini sudah beberapa saksi diperiksa Kejagung. Termasuk Vice President Perdagangan Perum Perindo berinisial WP pada pekan lalu.
Kemudian Kejagung juga sudah memeriksa Kepala Departemen Litigasi Perum Perindo berinisial ARH dan Manager Perbendaharaan dan Pembiayaan Perum Perindo, DA. Namun belum ada tersangka yang ditetapkan Kejagung dalam kasus dugaan korupsi di Perum Perindo ini.
Kemudian, pemilihan mitra kerja yang tidak hati-hati sehingga perputaran modal perusahaan itu menjadi lambat. "Sebagian besar menjadi piutang macet sebesar Rp181.196.173.783," jelas dia.
Sejauh ini sudah beberapa saksi diperiksa Kejagung. Termasuk Vice President Perdagangan Perum Perindo berinisial WP pada pekan lalu.
Kemudian Kejagung juga sudah memeriksa Kepala Departemen Litigasi Perum Perindo berinisial ARH dan Manager Perbendaharaan dan Pembiayaan Perum Perindo, DA. Namun belum ada tersangka yang ditetapkan Kejagung dalam kasus dugaan korupsi di Perum Perindo ini.
(maf)
Lihat Juga :