Mahfud MD Kenang Gus Dur, Kerap Dinasihati dengan Cara Jenaka

Rabu, 08 September 2021 - 06:38 WIB
loading...
Mahfud MD Kenang Gus Dur, Kerap Dinasihati dengan Cara Jenaka
Menko Polhukam Mahfud MD didapuk sebagai tamu kehormatan dalam acara proklamasi Hari Humor Nasional, Selasa (7/9/2021). FOTO/TANGKAPAN LAYAR
A A A
JAKARTA - Menteri Koordinator Bidang Politik Hukum dan Keamanan (Menko Polhukam) Mahfud MD didapuk sebagai tamu kehormatan dalam acara proklamasi Hari Humor Nasional, Selasa (7/9/2021). Acara ini digelar oleh Institut Humor Indonesia Kini (IHIK3) dan Perhimpunan Pencinta Humor (PERTAMOR).

Mahfud menyebut, saat dirinya menjadi Menteri Pertahanan di era Kabinet Persatuan Nasional sering mendapat nasehat presiden Gus Dur dengan cara-cara yang jenaka. "Gus Dur itu kadangkala memberi nasehat dan mengekpresikan sesuatu dengan humor dan orang tidak marah," tutur Mahfud dalam keterangannya, Rabu (8/9/2021).

Acara prolamasi hari humor nasional yang digagas Jaya Suprana ini, bertepatan dengan hari lahir Presiden Indonesia keempat Abdurrahman Wahid atau Gus Dur. Yasser Fikry sebagai pemandu acara mempersilakan putri sulung Gus Dur, Inayah Wahid membacakan teks proklamasi hari humor nasional atau proklamasi ketawa dengan kalimat yang unik dan jenaka.

Baca juga: Mahfud MD Berharap Perguruan Tinggi Jadi Benteng Budaya Penjaga Jati Diri Bangsa

"Proklamasi Ketawa disingkat Proketawa, kami bangsa Indonesia yang katanya ramah, yang katanya bersatu, yang katanya beradab, yang katanya sangat toleran, menyatakan bahwa hahahaha adalah Hak Asasi Manusia selama hahahaha itu berlandaskan humor," ucap Inayah.

"Karena hahahaha yang tidak berlandaskan humor adalah upaya penyelewengan terhadap hahahaha, sedangkan hahahaha tanpa sebab adalah kegilaan," katanya melanjutkan.

Inayah ternyata mampu memecah tawa para undangan yang hadir secara virtual. Inayah menuturkan, barang siapa mencintai Gus Dur niscaya hidupnya jenaka dan barang siapa yang tidak mencintai Gus Dur maka tidaklah kenapa-kenapa.

Baca juga: Mengingat Kembali Pelengseran Gus Dur

"Bersamaan dengan ini saya menyatakan 7 September 2021 sebagai hari humor Indonesia. Demikian jika ada satu bahasa yang dipahami semesta, bahasa itu pasti bahasa tawa. Semoga bisa kita hahahakan bersama," ujarnya.

Sementara itu, Kiai Mustofa Bisri atau Gus Mus yang turut hadir menjelaskan, akhir-akhir ini di Indonesia berbagai ujaran kebencian banyak bertebaran di media sosial. Menurut dia, hal itu berpotensi membuat imunitas masyarakat Indoensia menurun secara drastis.

"Hari humor ini mari kita mulai mencoba menolong saudara-saudara kita, meningkatkan imunitas mereka. Menurut saya humor ini bisa meningkatkan imunitas kita. Begitu kita tersenyum secara agama kita dapat pahala, secara sosial kita bisa menyenangkan orang lain dan secara pribadi dapat meningkatkan imunitas kita," kata Gus Mus.
(abd)
Komentar
Copyright © 2023 SINDOnews.com
read/ rendering in 0.2733 seconds (10.177#12.26)