Olimpiade – Paralimpiade Tokyo (Rangkuman)
Senin, 06 September 2021 - 16:12 WIB
loading...
Kanasugi Kenji (Foto: Ist)
A
A
A
Kanasugi Kenji
Duta Besar Jepang untuk Indonesia
RANGKAIAN kompetisi sengit pada Olimpiade dan Paralimpiade Tokyo akan segera berakhir. Saya ingin berterima kasih kepada seluruh atlet yang telah tampil pada Olimpiade dan Paralimpiade Tokyo. Selain atlet, Olimpiade dan Paralimpiade Tokyo kali ini juga didukung oleh banyak masyarakat Indonesia, seperti wasit asal Yogyakarta yang memimpin pertandingan final putri bulu tangkis Olimpiade Tokyo dan sehari-hari berprofesi sebagai guru di sekolah menengah pertama. Izinkan saya kembali berterima kasih kepada seluruh pihak yang terlibat pada perhelatan akbar ini.
Meluasnya penyebaran Covid-19 menyebabkan pesta olahraga besar ini ditunda selama satu tahun. Berbagai upaya penanggulangan dilakukan untuk mencegah penyebaran virus ini, seperti menyelenggarakan pertandingan tanpa penonton di hampir seluruh arena pertandingan. Walaupun kompetisi berjalan dalam lingkungan yang menyulitkan bagi para atlet, namun pertarungan sengit selalu disaksikan selama periode penyelenggaraan pertandingan.
Setiap hari saya selalu dipenuhi rasa bangga atas peran para atlet kedua negara, seperti perolehan medali atlet Indonesia di cabang bulu tangkis dan angkat besi, serta keberhasilan tim Jepang mendapatkan medali lebih banyak (terbanyak) dibandingkan sebelumnya. Secara khusus, air mata kegembiraan Greysia Polii/Apriyani Rahayu yang berhasil meraih medali emas dari cabang olahraga bulu tangkis ganda putri menjadi salah satu momen yang memberikan kesan pada Olimpiade kali ini, dan membuat saya juga nyaris menitikkan air mata saat membayangkan kerja keras mereka hingga berhasil meraih medali emas. Pada pertandingan Paralimpiade kali ini, kiprah Leani Ratri Oktila dan Khalimatus Sadiyah yang berhasil meraih medali emas di cabang parabulu tangkis ganda putri telah meninggalkan kesan yang mendalam. Pada upacara pembukaan, atlet Rio Waida yang terjun di cabang olah raga selancar dan memiliki ibu berkebangsaan Jepang ditugaskan menjadi pembawa bendera Merah Putih. Menyaksikan bendera Indonesia diusung oleh atlet yang menunjukkan kedekatan hubungan antara Jepang dan Indonesia memberikan harapan cerah bagi masa depan hubungan kedua negara.
Olimpiade dan Paralimpiade Tokyo ini bukan hanya mengenai menang dan kalah, namun juga ajang pertandingan untuk merasakan semangat olimpiade. Melihat atlet saling mendukung dan memuji satu sama lain hingga melewati batas negara yang mana hal ini merupakan semangat sportivitas olahraga tertinggi, secara khusus terlihat pada cabang olah raga skateboard, yang menjadi cabang olahraga baru pada Olimpiade kali ini.
Duta Besar Jepang untuk Indonesia
RANGKAIAN kompetisi sengit pada Olimpiade dan Paralimpiade Tokyo akan segera berakhir. Saya ingin berterima kasih kepada seluruh atlet yang telah tampil pada Olimpiade dan Paralimpiade Tokyo. Selain atlet, Olimpiade dan Paralimpiade Tokyo kali ini juga didukung oleh banyak masyarakat Indonesia, seperti wasit asal Yogyakarta yang memimpin pertandingan final putri bulu tangkis Olimpiade Tokyo dan sehari-hari berprofesi sebagai guru di sekolah menengah pertama. Izinkan saya kembali berterima kasih kepada seluruh pihak yang terlibat pada perhelatan akbar ini.
Meluasnya penyebaran Covid-19 menyebabkan pesta olahraga besar ini ditunda selama satu tahun. Berbagai upaya penanggulangan dilakukan untuk mencegah penyebaran virus ini, seperti menyelenggarakan pertandingan tanpa penonton di hampir seluruh arena pertandingan. Walaupun kompetisi berjalan dalam lingkungan yang menyulitkan bagi para atlet, namun pertarungan sengit selalu disaksikan selama periode penyelenggaraan pertandingan.
Setiap hari saya selalu dipenuhi rasa bangga atas peran para atlet kedua negara, seperti perolehan medali atlet Indonesia di cabang bulu tangkis dan angkat besi, serta keberhasilan tim Jepang mendapatkan medali lebih banyak (terbanyak) dibandingkan sebelumnya. Secara khusus, air mata kegembiraan Greysia Polii/Apriyani Rahayu yang berhasil meraih medali emas dari cabang olahraga bulu tangkis ganda putri menjadi salah satu momen yang memberikan kesan pada Olimpiade kali ini, dan membuat saya juga nyaris menitikkan air mata saat membayangkan kerja keras mereka hingga berhasil meraih medali emas. Pada pertandingan Paralimpiade kali ini, kiprah Leani Ratri Oktila dan Khalimatus Sadiyah yang berhasil meraih medali emas di cabang parabulu tangkis ganda putri telah meninggalkan kesan yang mendalam. Pada upacara pembukaan, atlet Rio Waida yang terjun di cabang olah raga selancar dan memiliki ibu berkebangsaan Jepang ditugaskan menjadi pembawa bendera Merah Putih. Menyaksikan bendera Indonesia diusung oleh atlet yang menunjukkan kedekatan hubungan antara Jepang dan Indonesia memberikan harapan cerah bagi masa depan hubungan kedua negara.
Olimpiade dan Paralimpiade Tokyo ini bukan hanya mengenai menang dan kalah, namun juga ajang pertandingan untuk merasakan semangat olimpiade. Melihat atlet saling mendukung dan memuji satu sama lain hingga melewati batas negara yang mana hal ini merupakan semangat sportivitas olahraga tertinggi, secara khusus terlihat pada cabang olah raga skateboard, yang menjadi cabang olahraga baru pada Olimpiade kali ini.
Lihat Juga :