Alat Tes PCR Kumur BioSaliva Diklaim Sensitivitasnya hingga 95%
Minggu, 05 September 2021 - 14:33 WIB
loading...
PT Biofarma memproduksi alat diagnosis COVID-19 dengan metode kumur yang dinamai BioSaliva. Alat tes RT PCR tersebut diklaim memiliki sensitivitas hingga 95% san nyaman saat digunakan. Foto/Istimewa
A
A
A
JAKARTA - PT Biofarma memproduksi alat diagnosis COVID-19 dengan metode kumur yang dinamai BioSaliva. Alat tes RT PCR tersebut diklaim memiliki sensitivitas hingga 95% san nyaman saat digunakan.
Dilansir dari laman resmi Kemenkes, BioSaliva juga telah mendapatkan izin edar dari Kemenkes pada 1 April 2021 dengan Nomor KEMENKES RI AKD 10302120673. Baca juga: Biofarma dan Nusantics Kenalkan Alat Uji Deteksi PCR Covid-19 dengan Metode Kumur
Media pembawa virus ini berfungsi untuk deteksi RNA Sars-CoV2 penyebab COVID-19 dengan metode RT PCR menggunakan sampel gargled saliva. Umur simpan BioSaliva bisa mencapai 2 tahun. Sampel saliva juga dapat stabil di suhu ruang hingga 30 hari, suhu -20C, dan suhu -80C.
Bio Farma pun tengah melakukan uji post market di Kemenkes dan di tiga laboratorium, yakni Laboratorium Mikrobiologi, Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia; Laboratorium Biomedik Lanjut, Fakultas Kedokteran, Universitas Padjadjaran; dan Laboratorium Mikrobiologi Klinik, Fakultas Kedokteran, Universitas Airlangga.
Pengguna BioSaliva dianjurkan tidak makan selama 1 jam sebelum berkumur. BioSaliva digunakan dengan cara berkumur di bagian tenggorokan dalam.
Dilansir dari laman resmi Kemenkes, BioSaliva juga telah mendapatkan izin edar dari Kemenkes pada 1 April 2021 dengan Nomor KEMENKES RI AKD 10302120673. Baca juga: Biofarma dan Nusantics Kenalkan Alat Uji Deteksi PCR Covid-19 dengan Metode Kumur
Media pembawa virus ini berfungsi untuk deteksi RNA Sars-CoV2 penyebab COVID-19 dengan metode RT PCR menggunakan sampel gargled saliva. Umur simpan BioSaliva bisa mencapai 2 tahun. Sampel saliva juga dapat stabil di suhu ruang hingga 30 hari, suhu -20C, dan suhu -80C.
Bio Farma pun tengah melakukan uji post market di Kemenkes dan di tiga laboratorium, yakni Laboratorium Mikrobiologi, Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia; Laboratorium Biomedik Lanjut, Fakultas Kedokteran, Universitas Padjadjaran; dan Laboratorium Mikrobiologi Klinik, Fakultas Kedokteran, Universitas Airlangga.
Pengguna BioSaliva dianjurkan tidak makan selama 1 jam sebelum berkumur. BioSaliva digunakan dengan cara berkumur di bagian tenggorokan dalam.
Lihat Juga :