AHY Desak Pemerintah Segera Atasi Ketidakadilan Ekonomi
Minggu, 05 September 2021 - 14:06 WIB
loading...
AHY mendesak pemerintah segera mengatasi ketidakadilan ekonomi. Footo/tangkapan layar
A
A
A
JAKARTA - Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono ( AHY ) meminta pemerintah untuk segera mengatasi persoalan ketidakadilan (in-justice) ekonomi di masa pandemi Covid-19.
"Kita harus punya daya tahan dan survive yang baik. Jangan sampai menjadi negara yang gagal. Kunci dari keberhasilan adalah adaptasi. Apalagi saat ini tatanan dunia semakin kompleks dan penuh ketidakpastian," ujar AHY saat memberikan pidato dalam webminar The 4th Annual Scientific Symposium of Indonesian Collegians in Japan (ASSIGN) Indonesian outlook: The prospect of Indonesia toward Society 5.0 in succeeding Indonesia Golden Era 2045 yang diselenggarakan oleh Persatuan Pelajar Indonesia di Jepang, Minggu (5/9/2021).
Baca juga: Indonesia Emas 2045, AHY: Optimistis Boleh, Membumi Harus
Ia menyebutkan pada 2045-2050 populasi dunia diperkirakan mencapai 10 miliar jiwa. Dampaknya adalah kompetisi antar bangsa memperebutkan energi, pangan, dan air bersih, serta sumber daya alam lainnya semakin sengit. Hal ini beriringan dengan krisis lingkungan hidup Global warming.
"Penggunaan teknologi informasi, kognitif science, nano dan bio teknologi. Smartphone membuat layanan semakin cepat, konsep smart home, smart office, smart economic, smart city, smart school, smart hospital, smart trasnportation. Ini semua akan menuju super smart society atau Society 5.0," jelas AHY.
"Kita harus punya daya tahan dan survive yang baik. Jangan sampai menjadi negara yang gagal. Kunci dari keberhasilan adalah adaptasi. Apalagi saat ini tatanan dunia semakin kompleks dan penuh ketidakpastian," ujar AHY saat memberikan pidato dalam webminar The 4th Annual Scientific Symposium of Indonesian Collegians in Japan (ASSIGN) Indonesian outlook: The prospect of Indonesia toward Society 5.0 in succeeding Indonesia Golden Era 2045 yang diselenggarakan oleh Persatuan Pelajar Indonesia di Jepang, Minggu (5/9/2021).
Baca juga: Indonesia Emas 2045, AHY: Optimistis Boleh, Membumi Harus
Ia menyebutkan pada 2045-2050 populasi dunia diperkirakan mencapai 10 miliar jiwa. Dampaknya adalah kompetisi antar bangsa memperebutkan energi, pangan, dan air bersih, serta sumber daya alam lainnya semakin sengit. Hal ini beriringan dengan krisis lingkungan hidup Global warming.
"Penggunaan teknologi informasi, kognitif science, nano dan bio teknologi. Smartphone membuat layanan semakin cepat, konsep smart home, smart office, smart economic, smart city, smart school, smart hospital, smart trasnportation. Ini semua akan menuju super smart society atau Society 5.0," jelas AHY.
Lihat Juga :