Fahri Hamzah: Jika DPR Sepi, Kami Cemas Ada Persekongkolan
Jum'at, 03 September 2021 - 13:16 WIB
loading...
Mantan Wakil Ketua DPR, Fahri Hamzah mengatakan, indikator sukses dinamika negara adalah apabila rakyat merasa ada keributan di ruang sidang parlemen. Foto/SINDOnews
A
A
A
JAKARTA - Mantan Wakil Ketua DPR RI, Fahri Hamzah mengatakan, indikator sukses dinamika negara, adalah apabila rakyat merasa ada keributan di ruang sidang parlemen atau DPR. Sehingga rakyat tak harus mengisi ruang sidang 'Parlemen Jalanan' atau ribut sesama rakyat.
Baca juga: Saat Fahri Hamzah Kritik Sikap Oposisi 'Sang Mantan'
"Jika kalian (DPR) sepi, kami cemas karena artinya ada persekongkolan. Kalian sekongkol rakyat tawuran," sebut Fahri Hamzah kepada wartawan, Jumat (3/9/2021).
Baca juga: Cetak Sejarah, KA KAMMI Gunakan E-voting untuk Pilih Ketum Pengganti Fahri Hamzah
Wakil Ketua Umum DPN Partai Gelora Indonesia ino juga mempertanyakan, mengapa rakyat yang sudah nyoblos dan mengorbankan biaya pemilihan umum (Pemilu) triliunan rupiah, lalu menggaji wakilnya yang kini duduk nyaman di DPR, masih harus kelimpungan bahkan menjadi korban.
"Mengapa rakyat tidak istirahat urus politik dan fokus cari kehidupan? Karena yang diberi amanah lalai dan sibuk pencitraan. Rakyat, harusnya sudah berhenti berpolitik dan gesek-gesekan setelah pemilu dan nyoblos. Tetapi sayangnya gesekan-gesekan tersebut masih terus terjadi sampai rakyat tidak bisa hidup tenang," ungkapnya.
Soal para wakil rakyat yang lalai dan sibuk pencitraan, menurut Fahri, karena sistem perwakilan absen, kongresional yang tak dimengerti oleh parpol padahal sudah duduk di DPR, dapat fasilitas, gaji dan sekaligus imunitas atau kekebalan. Semestinya pasca pemilu itu yang harusnya ribut itu pemerintah terpilih/eksekutif dengan DPR sebagai wakil rakyat/legislatif atau mereka yang disebut oposisi, bukan rakyat.
Baca juga: Saat Fahri Hamzah Kritik Sikap Oposisi 'Sang Mantan'
"Jika kalian (DPR) sepi, kami cemas karena artinya ada persekongkolan. Kalian sekongkol rakyat tawuran," sebut Fahri Hamzah kepada wartawan, Jumat (3/9/2021).
Baca juga: Cetak Sejarah, KA KAMMI Gunakan E-voting untuk Pilih Ketum Pengganti Fahri Hamzah
Wakil Ketua Umum DPN Partai Gelora Indonesia ino juga mempertanyakan, mengapa rakyat yang sudah nyoblos dan mengorbankan biaya pemilihan umum (Pemilu) triliunan rupiah, lalu menggaji wakilnya yang kini duduk nyaman di DPR, masih harus kelimpungan bahkan menjadi korban.
"Mengapa rakyat tidak istirahat urus politik dan fokus cari kehidupan? Karena yang diberi amanah lalai dan sibuk pencitraan. Rakyat, harusnya sudah berhenti berpolitik dan gesek-gesekan setelah pemilu dan nyoblos. Tetapi sayangnya gesekan-gesekan tersebut masih terus terjadi sampai rakyat tidak bisa hidup tenang," ungkapnya.
Soal para wakil rakyat yang lalai dan sibuk pencitraan, menurut Fahri, karena sistem perwakilan absen, kongresional yang tak dimengerti oleh parpol padahal sudah duduk di DPR, dapat fasilitas, gaji dan sekaligus imunitas atau kekebalan. Semestinya pasca pemilu itu yang harusnya ribut itu pemerintah terpilih/eksekutif dengan DPR sebagai wakil rakyat/legislatif atau mereka yang disebut oposisi, bukan rakyat.
Lihat Juga :