Dari PKP, PKPI, Kembali ke PKP, Bagaimana Kans Partai Ini di Pemilu 2024?
Jum'at, 03 September 2021 - 11:37 WIB
loading...
A
A
A
Baca juga: PKPI Ganti Nama, Berikut Daftar Tokoh di Kepengurusan Baru PKP
"Kalau menurut saya, kans partai politik di Indonesia itu ada tiga faktor yang bisa menyebabkan dia mendapatkan kursi atau vote yang banyak," ujar Direktur Eksekutif Lembaga Survei KedaiKOPI Kunto Adi Wibowo kepada SINDOnews, Jumat (3/9/2021).
Pertama, adalah tokoh. "Nah mari kita evaluasi PKP ini dari tokoh. Apakah di dalamnya ada tokoh yang cukup jadi magnet bagi pemilih untuk memilih partai ini seperti misalnya Pak SBY di Demokrat, kemudian Pak Prabowo di Gerindra, atau Bu Mega di PDIP atau Pak Jokowi juga di PDIP. Apakah kemudian PKP ini punya cukup tokoh untuk itu. Kalau enggak, ya susah. Itu yang pertama," kata Kunto.
Kedua, adalah kader. Kunto mengatakan, seberapa militan kader PKP untuk kemudian bisa mengedukasi, memobilisasi dan mengajak massa untuk datang ke tempat pemungutan suara saat Pemilu 2024 nanti untuk memilih partai itu.
"Nah contohnya PKS. PKS punya kader yang kuat. Kemudian, jejaring pesantrennya PKB atau PPP, atau kemudian PDIP, mereka punya jejaring kader yang luar biasa untuk kemudian masuk ke masyarakat dan mengajak masyarakat untuk memilih," katanya.
Ketiga, kekuatan birokrasi dan politik uang yang dinilainya tidak bisa dipungkiri. "Yaitu pengaruh-pengaruh yang besar, yang mungkin tidak masuk perhitungan-perhitungan politik secara akademis di luar tokoh dan kader tadi. Ya di situ ada money politics, kemudian pemanfaatan birokrasi," tuturnya.
"Kalau menurut saya, kans partai politik di Indonesia itu ada tiga faktor yang bisa menyebabkan dia mendapatkan kursi atau vote yang banyak," ujar Direktur Eksekutif Lembaga Survei KedaiKOPI Kunto Adi Wibowo kepada SINDOnews, Jumat (3/9/2021).
Pertama, adalah tokoh. "Nah mari kita evaluasi PKP ini dari tokoh. Apakah di dalamnya ada tokoh yang cukup jadi magnet bagi pemilih untuk memilih partai ini seperti misalnya Pak SBY di Demokrat, kemudian Pak Prabowo di Gerindra, atau Bu Mega di PDIP atau Pak Jokowi juga di PDIP. Apakah kemudian PKP ini punya cukup tokoh untuk itu. Kalau enggak, ya susah. Itu yang pertama," kata Kunto.
Kedua, adalah kader. Kunto mengatakan, seberapa militan kader PKP untuk kemudian bisa mengedukasi, memobilisasi dan mengajak massa untuk datang ke tempat pemungutan suara saat Pemilu 2024 nanti untuk memilih partai itu.
"Nah contohnya PKS. PKS punya kader yang kuat. Kemudian, jejaring pesantrennya PKB atau PPP, atau kemudian PDIP, mereka punya jejaring kader yang luar biasa untuk kemudian masuk ke masyarakat dan mengajak masyarakat untuk memilih," katanya.
Ketiga, kekuatan birokrasi dan politik uang yang dinilainya tidak bisa dipungkiri. "Yaitu pengaruh-pengaruh yang besar, yang mungkin tidak masuk perhitungan-perhitungan politik secara akademis di luar tokoh dan kader tadi. Ya di situ ada money politics, kemudian pemanfaatan birokrasi," tuturnya.
Lihat Juga :