Pakar Hukum UGM Nilai Tak Ada Urgensi Saat Ini Amendemen UUD

Jum'at, 03 September 2021 - 11:13 WIB
loading...
Pakar Hukum UGM Nilai...
Pakar Hukum Tata Negara Fakultas Hukum UGM, Andi Sandi Antonius Tabusassa Tonralipu menyebutkan, saat ini tak ada keharusan yang mendesak amendemen UUD. Foto/SINDOnews/Ilustrasi
A A A
JAKARTA - Pakar Hukum Tata Negara Fakultas Hukum UGM, Andi Sandi Antonius Tabusassa Tonralipu menyebutkan, saat ini tidak ada keharusan yang mendesak untuk amendemen UUD 1945.

Baca juga: Publik Pantas Curiga dengan Wacana Amendemen UUD yang Terus Dibicarakan

"Menurut saya sebenarnya urgensi untuk mengubah UUD dasar itu tidak ada untuk saat ini," kata Andi saat dihubungi MNC Portal Indonesia, Jumat (3/9/2021).

Baca juga: Pakar Sebut Hati Jokowi Akan Terungkap Saat Proses Amendemen Bergulir

Apalagi Andi mengatakan, bila isu yang berkembang saat ini ingin amandemen UUD 1945 untuk membuat masa jabatan Presiden tiga periode dinilainya tidak tepat. Menurutnya, ini akan menutup kesempatan bagi generasi baru untuk memimpin bangsa ini.

"Apalagi isunya kalau pun itu benar ingin tiga kali masa jabatan, saya kira tidak tepat. Karena menurut saya, itu kita menutup kemungkinan untuk membuka kans pada generasi berikutnya untuk memimpin negara ini," ujar Andi.

"Jadi singkatnya sederhana saya mengatakan tidak tepat untuk melakukan perubahan. Dan wong sekarang juga ga ada masalah dengan konstitusi kita kok. Mungkin isu yang berkembang kan yang paling utama adalah cuma ingin merubah tiga periode itu dan menurut saya itu bukan sesuatu jalan yang tepat untuk sekarang," imbuh Andi.

Seperti diberitakan sebelumnya, Presiden Joko Widodo atau Jokowi beberapa waktu lalu bertemu dengan lima partai koalisi nonparlemen di Istana Negara, Jakarta.

Dalam pertemuan itu, Jokowi dengan tegas menolak amandemen UUD 1945 untuk membuat masa jabatan Presiden tiga periode. Di samping itu, Jokowi juga menegaskan dirinya tidak berminat memperpanjang masa jabatannya sebagai orang nomor satu di Indonesia.
(maf)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Bertemu Megawati, Jimly:...
Bertemu Megawati, Jimly: Banyak Topik Pembahasan, Salah Satunya Reformasi Polri
Berikan Buku Amendemen...
Berikan Buku Amendemen UUD ke Megawati, Jimly: Usai Urus Polisi, Kita Benahi yang Lain
Ketua MPR: Kita Tidak...
Ketua MPR: Kita Tidak Mengunci Rapat Kemungkinan Amendemen UUD 1945
Ketua MPR: Amendemen...
Ketua MPR: Amendemen UUD Bukan Solusi Instan untuk Setiap Masalah
Susunan Pimpinan MPR...
Susunan Pimpinan MPR 2024-2029 Bakal Dilantik Hari Ini, Ini Bocorannya
Daftar 3 Anggota MPR...
Daftar 3 Anggota MPR Termuda, Salah Satunya Pemegang Dua Gelar Sarjana
SKK Migas Sesuaikan...
SKK Migas Sesuaikan Pelaporan NGL, Lifting Minyak Berpotensi Tambah 11.693 BPH
FISIP UMJ Gelar Diskusi...
FISIP UMJ Gelar Diskusi Soal Pancasila dan Amendemen UUD 45
LaNyalla Ajak Lembaga...
LaNyalla Ajak Lembaga Pendidikan Pikirkan Masa Depan Bangsa Lewat Amendemen Konstitusi
Rekomendasi
Perselingkuhan Membuka...
Perselingkuhan Membuka Rahasia Kelam Seorang Polisi di Microdrama V+Short The Next Door Detective
Gandeng CEO Kreta Digital,...
Gandeng CEO Kreta Digital, Dispora Kota Batam Gelar Pelatihan Digital Marketing
Harga BBM Naik 37%,...
Harga BBM Naik 37%, Saatnya Percepat Adopsi Kendaraan Listrik
Berita Terkini
PKB Minta PDIP Tegas...
PKB Minta PDIP Tegas soal Posisi terhadap Pemerintah: Jangan Abu-abu
Menang Lagi di PN Jakpus,...
Menang Lagi di PN Jakpus, Putusan Hakim Tegaskan Keabsahan Tanda Tangan Ketum PPP dan Wasekjen pada SK Plt Maluku
Di Seskoau, Sjafrie:...
Di Seskoau, Sjafrie: Kepemimpinan Adaptif Penting Hadapi Tantangan Pertahanan Masa Depan
Indonesia Emas 2045...
Indonesia Emas 2045 Taruhannya: Ketika Pundak Gen Z Rapuh Tanpa Jangkar Moral
Threshold DPRD Dinilai...
Threshold DPRD Dinilai Reduksi Demokrasi Lokal, Gardian Muhammad Minta Reformasi Politik Substantif
Pengamat: Dugaan Manipulasi...
Pengamat: Dugaan Manipulasi Ekspor Minyak Sawit Harus Diusut demi Kepastian Hukum
Infografis
Inggris Saat Ini Menghadapi...
Inggris Saat Ini Menghadapi Ancaman 800 Rudal Rusia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved