Waspada! Potensi Gerakan Tanah Pemicu Bencana Longsor Saat Musim Penghujan
Jum'at, 03 September 2021 - 00:10 WIB
loading...
Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) telah mengeluarkan prediksi bahwa sebagian besar wilayah Indonesia akan memasuki musim hujan pada September-November 2021. Foto/MPI
A
A
A
JAKARTA - Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) telah mengeluarkan prediksi bahwa sebagian besar wilayah Indonesia akan memasuki musim hujan pada September-November 2021.
Namun, kesiapsiagaan dalam mengidentifikasi wilayah yang berpotensi sangat dibutuhkan oleh pemerintah daerah sehingga dampak korban jiwa dapat dihindari. Pasalnya, curah hujan dapat menjadi salah satu pemicu bencana hidrometeorologi basah, seperti banjir dan tanah longsor. Baca juga: Pabrik Sabu yang Digerebek di Perumahan Mewah Tangerang Jaringan Timur Tengah
Namun faktor lain dapat berkontribusi sebagai pemicu bencana tersebut, seperti gangguan kestabilan lereng atau pemanfaatan lahan tanpa adaptasi kondisi geologi lokal.
Menyikapi berbagai faktor serta informasi prakiraan musim hujan, Koordinator Mitigasi Gerakan Tanah Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG), Agus Budianto menyampaikan bahwa pihaknya telah mengeluarkan peta prakiraan wilayah potensi terjadinya gerakan tanah pada September 2021.
Pada peta tersebut tampak wilayah dengan warna merah, kuning dan hijau. Menurutnya, daerah merah merupakan wilayah dengan potensi tinggi untuk terjadinya Gerakan tanah. Pada zona ini dapat terjadi gerakan tanah jika curah hujan di atas normal, sedangkan Gerakan tanah lama dapat aktif kembali.
Namun, kesiapsiagaan dalam mengidentifikasi wilayah yang berpotensi sangat dibutuhkan oleh pemerintah daerah sehingga dampak korban jiwa dapat dihindari. Pasalnya, curah hujan dapat menjadi salah satu pemicu bencana hidrometeorologi basah, seperti banjir dan tanah longsor. Baca juga: Pabrik Sabu yang Digerebek di Perumahan Mewah Tangerang Jaringan Timur Tengah
Namun faktor lain dapat berkontribusi sebagai pemicu bencana tersebut, seperti gangguan kestabilan lereng atau pemanfaatan lahan tanpa adaptasi kondisi geologi lokal.
Menyikapi berbagai faktor serta informasi prakiraan musim hujan, Koordinator Mitigasi Gerakan Tanah Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG), Agus Budianto menyampaikan bahwa pihaknya telah mengeluarkan peta prakiraan wilayah potensi terjadinya gerakan tanah pada September 2021.
Pada peta tersebut tampak wilayah dengan warna merah, kuning dan hijau. Menurutnya, daerah merah merupakan wilayah dengan potensi tinggi untuk terjadinya Gerakan tanah. Pada zona ini dapat terjadi gerakan tanah jika curah hujan di atas normal, sedangkan Gerakan tanah lama dapat aktif kembali.
Lihat Juga :