Raker dengan DPR, Menlu Ungkap Upaya Taliban dalam Membentuk Pemerintahan

Kamis, 02 September 2021 - 13:17 WIB
loading...
Raker dengan DPR, Menlu...
Dalam Raker Komisi I DPR, Menteri Luar Negeri (Menlu) Retno LP Marsudi mengungkapkan sejumlah isu internasional, di antaranya terkait dengan Afghanistan. Foto/SINDOnews/Isra Triansyah
A A A
JAKARTA - Dalam Rapat Kerja (Raker) Komisi I DPR, Menteri Luar Negeri (Menlu) Retno LP Marsudi mengungkapkan sejumlah isu internasional, di antaranya terkait dengan Afghanistan. Ia pun membeberkan isi pertemuannya perwakilan Taliban di Doha, Qatar pada 26 Agustus lalu.

Baca juga: Penjelasan Soal Ada Agen BIN di Kelompok Perlawanan Termasuk Taliban

Menurutnya, tantangan utama Taliban saat ini adalah bagaimana membentuk pemerintahan inklusif secepat mungkin di Afghanistan.

Baca juga: AS Tinggalkan Helikopter Tak Berfungsi, Taliban Marah dan Merasa Dikhianati

"Dari pembicaraan dengan Taliban yang saya lakukan di Doha tanggal 26 Agustus yang lalu, Taliban menyampaikan komitmen untuk berusaha keras membentuk pemerintahan inklusif," kata Retno di Ruang Rapat Komisi I DPR, Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Kamis (2/9/2021).

Retno menjelaskan, upaya Taliban dalam membentuk pemerintahan inklusif bertujuan untuk mengantisipasi ketidakstabilan kondisi di dalam negeri.

"Upaya ini dinilai akan mengurangi risiko instabilitas domestik dan dinilai akan memudahkan Taliban dalam melakukan engagement dengan dunia luar," ujarnya.

Bahkan sambung Retno, dalam upaya Taliban membentuk pemerintahan yang inklusif, mereka juga telah menunjuk penjabat sementara di sejumlah instansi, karena memang kebutuhan yang mendesak.

"Yaitu posisi Menhan, Mendagri, Menkeu, pendidikan tinggi pendidikan intelijen, gubernur Bank Sentral, Gubernur Kabul, dan Walkot Kabul. Mereka mengatakan penunjukan itu sifatnya sementara," urai Retno.

Selain itu, Retno juga mengungkap pertemuannya secara terpisah dengan Menlu Qatar serta utusan dari Amerika Serikat untuk urusan Afghanistan di Doha. Dia mengatakan, tujuan pertemuan itu untuk memudahkan proyeksi Indonesia dalam pengambilan keputusan ke depan.

"Kami perlu sampaikan, tujuan dari kunjungan ke Doha yang sangat singkat ini, kurang dari 24 jam, antara lain untuk melakukan compare mengenai situasi Afghanistan saat ini dan proyeksi ke depan, sehingga akan memudahkan kita untuk mengambil keputusan ke depan," tutur Retno.
(maf)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Indonesia Berharap Penyelesaian...
Indonesia Berharap Penyelesaian Konflik Afghanistan-Pakistan Kedepankan Dialog
Kondisi Terkini 2 Anggota...
Kondisi Terkini 2 Anggota TNI usai Kena Serangan Israel di Lebanon
Dua Prajurit TNI Terluka,...
Dua Prajurit TNI Terluka, Indonesia Kecam Keras Serangan Israel ke UNIFIL di Lebanon
Jokowi: Dialog Satu-satunya...
Jokowi: Dialog Satu-satunya Jalan Selesaikan Konflik di Palestina
Evakuasi WNI dari Lebanon...
Evakuasi WNI dari Lebanon Gunakan Jalur Darat, Menlu Retno: Sudah Sampai Suriah
Jokowi Perintahkan Menlu...
Jokowi Perintahkan Menlu Segera Evakuasi WNI dari Lebanon
Taliban Larang Warga...
Taliban Larang Warga Afghanistan Gunakan Ponsel Pintar, Jika Nekat Bakal Dihancurkan
Pakistan Gelar Serangan...
Pakistan Gelar Serangan Udara di Afghanistan, 13 Orang Tewas
Hukum Baru Taliban:...
Hukum Baru Taliban: Diamnya Gadis Perawan Berarti Persetujuan untuk Menikah
Rekomendasi
Google dan A24 Berkolaborasi...
Google dan A24 Berkolaborasi Kembangkan Teknologi AI di Industri Film
Usai Perang dengan Iran,...
Usai Perang dengan Iran, Trump Janji Ekonomi AS Segera Bangkit
Logo Koperasi dalam...
Logo Koperasi dalam Iklan Air Mineral Dinilai Bisa Membingungkan Konsumen
Berita Terkini
1.000 Taruna Akmil Bakal...
1.000 Taruna Akmil Bakal Latih Siswa Sekolah Rakyat
Cerita Roy Suryo Tidak...
Cerita Roy Suryo Tidak Ditahan Kejaksaan: Tak Ada Larangan Tampil di Podcast
PAMA Group Tanam 2.000...
PAMA Group Tanam 2.000 Bibit Mangrove di Pesisir Semarang: 'Jadi Benteng Alami dari Perubahan Iklim'
Buku Sang Arsitek Presisi...
Buku Sang Arsitek Presisi Polri Ulas Kepemimpinan Kapolri Listyo Sigit Prabowo
Dokter Tifa: Dakwaan...
Dokter Tifa: Dakwaan Jaksa Penuntut Umum Berisi Pasal Lemah
Dokter Tifa Mulai Disidang...
Dokter Tifa Mulai Disidang 2 Juli: Insya Allah Kami Siap
Infografis
Netanyahu Ungkap Ingin...
Netanyahu Ungkap Ingin Berdamai dengan Negara-negara Arab
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved