Hari Suci Saraswati, Menag Ajak Umat Hindu Kuatkan Moderasi Beragama
Minggu, 29 Agustus 2021 - 23:18 WIB
loading...
Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas menghadiri perayaan Hari Suci Saraswati nasional secara virtual, Sabtu (28/8/2021) malam. FOTO/TANGKAPAN LAYAR
A
A
A
JAKARTA - Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat Hindu Kementerian Agama RI berkolaborasi dengan Perguruan Tinggi Keagamaan Hindu di Indonesia menggelar perayaan Hari Suci Saraswati nasional secara virtual melalui aplikasi zoom meeting, Sabtu (28/8/2021) malam.
Hari Suci Saraswati merupakan Salah satu hari suci keagamaan Hindu yang diperingati setiap 210 Hari sekali tepatnya setiap hari Sabtu Umanis Wuku Watugunung. Hari Suci Saraswati dimaknai sebagai hari untuk memuliakan ilmu pengetahuan.
Dengan tema "Memaknai Ilmu Pengetahuan Untuk Memuliakan Peradaban", Perayaan Hari Suci Saraswati Nasional untuk pertama kali ini dihadiri Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas, Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Anak Bintang Puspayoga, Duta Besar Indonesia untuk Zimbabwe, Ketua Umum Pengurus Harian PHDI Pusat, Anggota DPR dan DPD RI, Gubernur, Staf Ahli Kepresidenan, dan seluruh komponen umat Hindu, utamanya pelajar dan mahasiswa.
Baca juga: Kemenag Gelontorkan Beasiswa Rp3,9 Miliar bagi Guru dan Dosen Agama Hindu
Menag dalam sambutannya menekankan Hari Suci Saraswati merupakan momentum besar bagi umat Hindu untuk memuliakan ilmu pengetahuan.
"Atas penghormatan tingginya pada ilmu pengetahuan, esok hari setelah Saraswati melalui Upacara Banyupinaruh, umat Hindu tidak ingin ilmu pengetahuan berhenti mengalir namun sebaliknya mata air pengetahuan terus dimohonkan menjadi sumber kehidupan abadi untuk membasuh awidya atau kebodohan menuju widya atau kesadaran sejati. Perayaan Hari Suci Saraswati harus dapat mendorong sikap umat Hindu yang semakin moderat melaksanakan dharma agama dan dharma negara," kata Gus Yaqut, sapaan akrab Menag, dalam keterangan tertulisnya, Minggu (29/8/2021).
Hari Suci Saraswati merupakan Salah satu hari suci keagamaan Hindu yang diperingati setiap 210 Hari sekali tepatnya setiap hari Sabtu Umanis Wuku Watugunung. Hari Suci Saraswati dimaknai sebagai hari untuk memuliakan ilmu pengetahuan.
Dengan tema "Memaknai Ilmu Pengetahuan Untuk Memuliakan Peradaban", Perayaan Hari Suci Saraswati Nasional untuk pertama kali ini dihadiri Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas, Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Anak Bintang Puspayoga, Duta Besar Indonesia untuk Zimbabwe, Ketua Umum Pengurus Harian PHDI Pusat, Anggota DPR dan DPD RI, Gubernur, Staf Ahli Kepresidenan, dan seluruh komponen umat Hindu, utamanya pelajar dan mahasiswa.
Baca juga: Kemenag Gelontorkan Beasiswa Rp3,9 Miliar bagi Guru dan Dosen Agama Hindu
Menag dalam sambutannya menekankan Hari Suci Saraswati merupakan momentum besar bagi umat Hindu untuk memuliakan ilmu pengetahuan.
"Atas penghormatan tingginya pada ilmu pengetahuan, esok hari setelah Saraswati melalui Upacara Banyupinaruh, umat Hindu tidak ingin ilmu pengetahuan berhenti mengalir namun sebaliknya mata air pengetahuan terus dimohonkan menjadi sumber kehidupan abadi untuk membasuh awidya atau kebodohan menuju widya atau kesadaran sejati. Perayaan Hari Suci Saraswati harus dapat mendorong sikap umat Hindu yang semakin moderat melaksanakan dharma agama dan dharma negara," kata Gus Yaqut, sapaan akrab Menag, dalam keterangan tertulisnya, Minggu (29/8/2021).
Lihat Juga :