Penanganan Kasus KDRT Tetap Ditingkatkan di Masa Pandemi COVID-19

Sabtu, 30 Mei 2020 - 11:26 WIB
loading...
Penanganan Kasus KDRT...
Berada di rumah selama masa pandemi COVID-19 ternyata tidak menghilangkan potensi risiko kekerasan yang terjadi dalam rumah tangga. Foto/Ilustrasi/Okezone
A A A
JAKARTA - Berada di rumah selama masa pandemi COVID-19 ternyata tidak menghilangkan potensi risiko kekerasan yang terjadi dalam rumah tangga. Meski laju pertumbuhan kekerasan terhadap perempuan (KtP) dan kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) menunjukkan penurunan namun kasus kekerasan masih rentan terjadi.

Deputi Bidang Perlindungan Hak Perempuan (PHP) Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (KemenPPPA), Vennetia R Danes mengatakan kelompok perempuan dan anak paling rentan mengalami kekerasan. Apalagi, jika salah satu faktornya ditengarai masalah ekonomi, khususnya pemutusan hubungan kerja (PHK) akibat pandemi COVID-19. (Baca juga: Tidak Memiliki SIKM, Ratusan Kendaraan Dilarang Masuk Perbatasan Jakut)

“Kondisi ini dapat bertambah parah bila dibarengi kondisi ekonomi keluarga yang tidak baik, seperti kehilangan pekerjaan dan PHK,” ujar Vennetia dalam keterangan tertulis yang dikutip SINDOnews, Jumat (29/5/2020).

Berdasarkan Data Simfoni PPA, ada penurunan laju pertumbuhan KDRT dalam masa tanggap darurat COVID-19. Dari sebelumnya terlapor 10 kasus per hari menjadi 3 kasus tiap harinya.

Merujuk catatan tersebut, pada periode 1 Januari-28 Februari 2020 tercatat ada 577 kasus KDRT. Sementara, pada rentang 29 Februari-27 Mei 2020 tercatat ada 278 kasus KDRT.

Kendati mengalami tren penurunan, lanjut Vennetia, berbagai bentuk kekerasan yang dialami perempuan nyatanya sangat berdampak di masa pandemi Corona. Menurutnya, dampak kekerasan terhadap perempuan jika dikaitkan dalam konteks sekarang, dapat menurunkan daya juang perempuan baik secara fisik maupun mental dalam melawan COVID-19.

“Data tersebut sudah cukup untuk meyakinkan kita bahwa kekerasan terhadap perempuan khususnya KDRT merupakan masalah serius dan perlu dicarikan solusinya,” tutur dia.

Vennetia mengatakan KemenPPPA terus berjuan dalam penanganan kasus KDRT meski dalam situasi wabah COVID-19 sekarang. Salah satu bentuk upayanya yaitu meningkatkan kapasitas manajemen penanganan kasus KDRT melalui pertemuan virtual.

Kegiatan tersebut diutamakan bagi Kelompok Kerja Daerah di tingkat provinsi seperti Dinas PPPA dan UPTD/P2TP2A di daerah. Hal itu ditujukan untuk meningkatkan pemahaman dan komitmen bersama dalam pencegahan, penanganan dan pemulihan korban KDRT dengan mengedepankan perspektif korban. (Baca juga: Merasa Tak Dihargai, Wali Kota Surabaya Tri Risma Marah Besar)

Selain itu, lanjut Vennetia, KemenPPPA juga telah melakukan berbagai langkah strategis dalam masa pandemi corona. Antara lain, mengusung gerakan BERJARAK (Bersama Jaga Keluarga Kita), terlibat dalam Sistem Layanan Nasional untuk Kesehatan Jiwa (SEJIWA), membuat Protokol Penanganan Kasus Kekerasan terhadap Perempuan di Masa Pandemik COVID-19, dan pemberian bantuan kebutuhan spesifik bagi perempuan, serta melakukan komunikasi, informasi, dan edukasi (KIE).
(kri)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
DPR Minta Pemerintah...
DPR Minta Pemerintah Serius Tangani Kasus Kekerasan Perempuan dan Anak
Alasan Polri Bakal Tambah...
Alasan Polri Bakal Tambah Direktorat PPA-PPO di Kepri hingga Malut
Pasal 402 KUHP Beri...
Pasal 402 KUHP Beri Kepastian Hukum, Selly DPR: Upaya Negara Melindungi Perempuan dan Anak
Kementerian PPPA Percepat...
Kementerian PPPA Percepat Pertumbuhan Kabupaten dan Kota Layak Anak
Menteri PPPA Ungkap...
Menteri PPPA Ungkap Anak Kategori Anak Terlantar karena Hak-haknya Tidak Terpenuhi
Layanan SAPA 129 Bukti...
Layanan SAPA 129 Bukti Komitmen Pemerintah Lindungi Perempuan dan Anak
Akui Pernah Lakukan...
Akui Pernah Lakukan KDRT ke Istri, Dede Sunandar Ungkap Alasannya
Anak Dede Sunandar Disebut...
Anak Dede Sunandar Disebut Lindungi Ibunya Saat Dugaan KDRT Terjadi
Buku “Misi untuk Raka”...
Buku Misi untuk Raka Diluncurkan, Edukasi Anak Usia Dini agar Seru Tanpa Gawai
Rekomendasi
Samsung Berencana Bangun...
Samsung Berencana Bangun Pusat Data Terapung di Laut
Ronaldo: Sudah Saatnya...
Ronaldo: Sudah Saatnya Dunia Mengakui Lionel Messi yang Terhebat
Mengapa Hari Asyura...
Mengapa Hari Asyura Begitu Istimewa? Ini Keutamaan, Peristiwa Besar, dan Fadhilah Puasanya
Berita Terkini
Mutasi TNI: Marsdya...
Mutasi TNI: Marsdya M. Khairil Lubis Jabat Dansesko TNI, Marsda Muzafar Jadi Pangkogabwilhan II
PB PMII Serukan Persatuan...
PB PMII Serukan Persatuan Nasional, Kembalikan Intelektualitas Jadi Navigasi Gerakan
Qodari: Stimulus Tarif...
Qodari: Stimulus Tarif Transportasi Dikucurkan saat Libur Sekolah dan Nataru
Kejagung Segel Gudang...
Kejagung Segel Gudang Motor Listrik Milik BGN di Bogor
KPK Telusuri Dugaan...
KPK Telusuri Dugaan Aliran Uang Kasus Kuota Haji dari Kemenag ke Pansus DPR
Dharma Pongrekun Gugat...
Dharma Pongrekun Gugat UU Kesehatan, Berharap Hakim MK 'Diketuk Hatinya oleh Tuhan'
Infografis
19 Kampus Indonesia...
19 Kampus Indonesia yang Peringkat Dunianya Melonjak di QS WUR 2026
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved