Kementerian PPPA Percepat Pertumbuhan Kabupaten dan Kota Layak Anak
Selasa, 09 Desember 2025 - 18:23 WIB
loading...
Menteri PPPA Arifah Fauzi mengatakan, tengah mempercepat pertumbuhan kabupaten dan kota layak anak. Foto/SindoNews
A
A
A
JAKARTA - Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak ( PPPA ) memberikan Penghargaan Kabupaten dan Kota Layak Anak (KLA) 2025. Penghargaan yang diberikan kepada 355 kabupaten/kota di seluruh Indonesia ini merupakan jumlah tertinggi sepanjang pelaksanaan program ini.
Capaian ini menunjukkan konsistensi dan kesungguhan pemerintah daerah dalam memperkuat sistem pembangunan berbasis hak anak. Perubahan kepemimpinan di sejumlah wilayah justru menjadi momentum untuk memperkuat tata kelola dan memastikan keberlanjutan program melalui mekanisme transfer pengetahuan yang lebih efektif.
Menteri PPPA Arifah Fauzi menyampaikan evaluasi KLA tidak hanya dimaknai sebagai ajang penghargaan, melainkan sebagai sarana refleksi dan peningkatan berkelanjutan bagi daerah. Evaluasi ini dilakukan untuk memantau kemajuan dan mengidentifikasi area perbaikan dalam upaya menciptakan kota yang layak bagi anak-anak kita.
Baca juga: Anugerah PLA 2025, Menteri PPPA Apresiasi Perusahaan Ramah Anak
“KLA kini telah masuk dalam RPJMN 2025–2029, sehingga pencapaiannya tidak hanya mencerminkan kinerja pemerintah daerah, tetapi juga pusat dalam membina, mendampingi, dan memfasilitasi daerah,” ujar Arifah, Selasa (9/12/2025).
Dari 355 kabupaten dan kota, kata Arifah, sebanyak 22 daerah meraih predikat Utama, 69 daerah berpredikat Nindya, 125 Madya, dan 139 Pratama. Capaian ini menunjukkan hampir 70% daerah di Indonesia kini telah memiliki sistem pembangunan berbasis hak anak.
Capaian ini menunjukkan konsistensi dan kesungguhan pemerintah daerah dalam memperkuat sistem pembangunan berbasis hak anak. Perubahan kepemimpinan di sejumlah wilayah justru menjadi momentum untuk memperkuat tata kelola dan memastikan keberlanjutan program melalui mekanisme transfer pengetahuan yang lebih efektif.
Menteri PPPA Arifah Fauzi menyampaikan evaluasi KLA tidak hanya dimaknai sebagai ajang penghargaan, melainkan sebagai sarana refleksi dan peningkatan berkelanjutan bagi daerah. Evaluasi ini dilakukan untuk memantau kemajuan dan mengidentifikasi area perbaikan dalam upaya menciptakan kota yang layak bagi anak-anak kita.
Baca juga: Anugerah PLA 2025, Menteri PPPA Apresiasi Perusahaan Ramah Anak
“KLA kini telah masuk dalam RPJMN 2025–2029, sehingga pencapaiannya tidak hanya mencerminkan kinerja pemerintah daerah, tetapi juga pusat dalam membina, mendampingi, dan memfasilitasi daerah,” ujar Arifah, Selasa (9/12/2025).
Dari 355 kabupaten dan kota, kata Arifah, sebanyak 22 daerah meraih predikat Utama, 69 daerah berpredikat Nindya, 125 Madya, dan 139 Pratama. Capaian ini menunjukkan hampir 70% daerah di Indonesia kini telah memiliki sistem pembangunan berbasis hak anak.
Lihat Juga :