Pengamat Sarankan Partai Ummat Cari Penyandang Nama dan Penyandang Dana

Minggu, 29 Agustus 2021 - 11:44 WIB
loading...
Pengamat Sarankan Partai...
Pengurus Partai Ummat saat menyampaikan pengumuman keluarnya SK dari Kemenkumham. Tangkapan layar YouTube Partai Ummat Official
A A A
JAKARTA - Selain konsolidasi internal setelah keluarnya Agung Mozin dan M Tauhid, Partai Ummat perlu memperkuat diri dengan menjangkau keluar. Hal ini bisa menjadi bekal menghadapi Pemilu 2024.

"Artinya, Partai Ummat harus merangkul banyak kekuatan. Tokoh nasional, tokoh daerah. Kalau saya bahasanya penyandang nama dan penyandang dana. Harus dicari. Jadi orang-orang yang punya nama besar, baik di nasional maupun daerah direkrut. Lalu penyandang dana juga penting. Dua hal itu mesti dijangkau Partai Ummat ," ujar pengamat politik dari Universitas Al-Azhar Ujang Komaruddin, Minggu (29/8/2021).

Sebelumnya, Ujang menilai mundurnya Agung Mozin dan Wakil Ketua DPW Partai Ummat Sumatera Barat H.M. Tauhid bisa mengganggu konsolidasi internal Partai Ummat . Padahal setelah resmi terdaftar sebagai partai politik di Kemenkumham, Partai Ummat perlu melakukan konsolidasi internal untuk menghadapi Pemilu 2024.

Baca juga: Dua Kursi Waketum Partai Ummat Kosong, Wewenang Mengangkat dan Memberhentikan Ada di Majelis Syura

"Kita tahu hingga kini ada dua kader yang mundur Partai Ummat. Agung dan dari Sumatera Barat. Kalau kader-kader atau pendiri-pendiri Partai Ummat mundur menjadi sebuah kerugian. Konsolidasi internal menjadi berat. Padahal konsolidasi internal menjadi penting," katanya.
(zik)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Boni Hargens Apresiasi...
Boni Hargens Apresiasi Gagasan Resiprokalitas Kapolri
Pengamat: Seskab Teddy...
Pengamat: Seskab Teddy Punya Kapasitas untuk Dipercaya Presiden Prabowo
Pembentukan DSI Dinilai...
Pembentukan DSI Dinilai Langkah Revolusioner Prabowo
Usulan KPK soal Capres-Cawapres...
Usulan KPK soal Capres-Cawapres dari Kader Partai Dinilai Keliru
Pengamat: Amien Rais...
Pengamat: Amien Rais Keliru Bawa Isu Private Teddy ke Ruang Publik
Partai Ummat Persilakan...
Partai Ummat Persilakan Pihak yang Keberatan Pernyataan Amien Rais Tempuh Jalur Hukum
Viral Tendangan Kungfu...
Viral Tendangan Kungfu Fadly Alberto, SOS Kritik Sistem Pembinaan dan Kepemimpinan Wasit
Nama Misbakhun Santer...
Nama Misbakhun Santer jadi Ketua OJK, Ekonom Ingatkan Harus Profesional
MSCI Bekukan Saham Indonesia,...
MSCI Bekukan Saham Indonesia, Bennix Duga Ada Pola Sama dengan Kejatuhan Yunani
Rekomendasi
Xbox Hadapi Tekanan...
Xbox Hadapi Tekanan Keuangan, CEO Mengancam Restrukturisasi
Bank Mantap Dorong Penerapan...
Bank Mantap Dorong Penerapan Gaya Hidup Ramah Lingkungan di Sekolah
Militer Iran: AS dan...
Militer Iran: AS dan Israel Tak Punya Pilihan Selain Kalah dan Menyerah!
Berita Terkini
Pangdivif 2 Kostrad...
Pangdivif 2 Kostrad Mayjen TNI Primadi Pimpin Sertijab Jabatan Strategis, Ini Namanya
Tarian Tradisional Sambut...
Tarian Tradisional Sambut Kedatangan Presiden Jerman Steinmeier di Halim
Kasus Kuota Haji, KPK...
Kasus Kuota Haji, KPK Panggil Bos Maktour Hari Ini
Presiden Jerman Steinmeier...
Presiden Jerman Steinmeier Tiba di Indonesia, Berikut Agenda Lengkapnya
Nama Dirjen Bea Cukai...
Nama Dirjen Bea Cukai Disebut di Persidangan, Siapa Layak Jadi Penggantinya?
TB Hasanuddin Kritik...
TB Hasanuddin Kritik Pelibatan Komcad dalam Pengamanan Demo Mahasiswa: Berpotensi Picu Konflik Horizontal
Infografis
4 Alasan Selat Hormuz...
4 Alasan Selat Hormuz Jadi Medan Perang Mematikan Antara Iran dan AS
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved