BKKBN Paparkan Pentingnya Merawat Lansia di Tengah Bonus Demografi
Sabtu, 28 Agustus 2021 - 20:42 WIB
loading...
A
A
A
Sensus Penduduk Jawa Tengah pada 2020 menunjukkan jumlah lansia ada 4.436.698 jiwa atau sekitar 12,15% dari total penduduk. Angka ini meningkat dari 2010 yaitu 10,34%. Usia harapan hidup di Jateng adalah 72,51 untuk laki-laki dan 76,30 tahun bagi wanita. Para lansia pada saat pandemi biasanya mengalami gangguan kesehatan terutama kesehatan mental karena takut terhadap informasi mengenai Covid. Lansia patut khawatir karena lebih rentan terkena Covid 19. Untuk para lansia membutuhkan perhatian dan perawatan khusus dari keluarga.
Secara emosional, kondisi pandemi tidak memungkinkan untuk mengunjungi orang tua, apalagi adanya varian delta yang sangat cepat penularannya. Untuk itu menurutnya penting untuk menjaga lansia untuk terhindar dari stress.
Ketua Ikatan Praktisi dan Ahli Demografi Indonesia (IPADI) Sudibyo Alimoeso, menyatakan Second Phase of Demographic Divident yang dikatakan Kepala BKKBN diharapkan terwujud jika lansia cenderung menyumbang (berdonor) bukan lansia yang memiliki ketergantungan. “Karena dengan begitu lansia bisa terus berkarya. Pemerintah bisa berinvestasi di sektor lain jika lansianya sehat. Jumlah lansia semakin meningkat,” ujarnya.
Saat ini tercatat 26 juta lansia. Jumlah yang lebih besar dari jumlah balita yang berhasil ditahan dengan program KB sedangkan jumlah lansia tidak bisa ditekan jumlahnya. Hasil survey menyatakan bahwa pengetahuan tentang dimensia masih rendah. Dimensia seharusnya dianggap sebagai penyakit dan nyatanya bisa diperlambat. Sebanyak 91.5% responden menyatakan bahwa dimensia tinggi tidak bisa merespons yang ada di lingkungannya. "Intinya demensia ini dianggap hal yang biasa. Penggiat Alzheimer Indonesia selalu kampanye dengan tagline Jangan Maklum dengan Pikun,” ungkap Sudibyo Alimoeso.
Ia juga mengajak agar menyiapkan diri memasuki lanjut usia, sebab menjadi lansia tidak ujug-ujug. Slogan Berencana Itu Keren menurut Sudibyo Alimoeso tidak hanya diperuntukkan bagi remaja yang mempersiapkan kehidupan rumah tangga, namun juga kelompok usia dewasa dalam hal menyiapkan diri mengahadapi usi lanjut. Menjadi lansia juga harus direncanakan agar dapat menikmati hidup. “Kita juga harus mencari pendamping/ caregiver untuk para lansia dalam keluarga,” terangnya.
"Anggota keluarga bahkan bisa menjadi caregiver terbaik, karena melakukannya dengan penuh kasih sayang", kata Mantan Deputi BKKBN ini. Activity daily Living dan Instrumental Daily Living juga dapat digunakan untuk mendeteksi dini bagaimana tingkat ketergantungan lansia, apakah mempunyai ketergantungan ringan sedang atau berat. "Prinsip lansia: Anda yang menanam Anda yang memetik. Jika dalam kehidupan awal tidak baik maka masa tuanya tidak sehat,” kata Sudibyo.
Secara emosional, kondisi pandemi tidak memungkinkan untuk mengunjungi orang tua, apalagi adanya varian delta yang sangat cepat penularannya. Untuk itu menurutnya penting untuk menjaga lansia untuk terhindar dari stress.
Ketua Ikatan Praktisi dan Ahli Demografi Indonesia (IPADI) Sudibyo Alimoeso, menyatakan Second Phase of Demographic Divident yang dikatakan Kepala BKKBN diharapkan terwujud jika lansia cenderung menyumbang (berdonor) bukan lansia yang memiliki ketergantungan. “Karena dengan begitu lansia bisa terus berkarya. Pemerintah bisa berinvestasi di sektor lain jika lansianya sehat. Jumlah lansia semakin meningkat,” ujarnya.
Saat ini tercatat 26 juta lansia. Jumlah yang lebih besar dari jumlah balita yang berhasil ditahan dengan program KB sedangkan jumlah lansia tidak bisa ditekan jumlahnya. Hasil survey menyatakan bahwa pengetahuan tentang dimensia masih rendah. Dimensia seharusnya dianggap sebagai penyakit dan nyatanya bisa diperlambat. Sebanyak 91.5% responden menyatakan bahwa dimensia tinggi tidak bisa merespons yang ada di lingkungannya. "Intinya demensia ini dianggap hal yang biasa. Penggiat Alzheimer Indonesia selalu kampanye dengan tagline Jangan Maklum dengan Pikun,” ungkap Sudibyo Alimoeso.
Ia juga mengajak agar menyiapkan diri memasuki lanjut usia, sebab menjadi lansia tidak ujug-ujug. Slogan Berencana Itu Keren menurut Sudibyo Alimoeso tidak hanya diperuntukkan bagi remaja yang mempersiapkan kehidupan rumah tangga, namun juga kelompok usia dewasa dalam hal menyiapkan diri mengahadapi usi lanjut. Menjadi lansia juga harus direncanakan agar dapat menikmati hidup. “Kita juga harus mencari pendamping/ caregiver untuk para lansia dalam keluarga,” terangnya.
"Anggota keluarga bahkan bisa menjadi caregiver terbaik, karena melakukannya dengan penuh kasih sayang", kata Mantan Deputi BKKBN ini. Activity daily Living dan Instrumental Daily Living juga dapat digunakan untuk mendeteksi dini bagaimana tingkat ketergantungan lansia, apakah mempunyai ketergantungan ringan sedang atau berat. "Prinsip lansia: Anda yang menanam Anda yang memetik. Jika dalam kehidupan awal tidak baik maka masa tuanya tidak sehat,” kata Sudibyo.
Lihat Juga :