Mendagri: Negara Berusaha Menyelamatkan Sektor Kesehatan dan Ekonomi
Sabtu, 30 Mei 2020 - 08:07 WIB
loading...
A
A
A
Sejak awal COVID-19 ini merebak, Kemendagri berusaha mencari tahu detail mengenai virus ini. Tito mengungkapkan dirinya mendapatkan buku berisi hasil penelitian dari tim di Wuhan, Tiongkok dari Wakil Ketua DPR Sufmi Dasco Ahmad. Buku itu menjelaskan tentang virus Sars Cov-II, karakter, dan cara penangannnya.
Kemendagri pun langsung membentuk tim yang dipimpin Dirjen Bina Administrasi Kewilayahan. Tugas pertama tim ini adalah menerjemahkan isi buku itu ke bahasa Indonesia. Setelah itu, Kemendagri mengirim buku itu ke seluruh pemda untuk mencegah penyebaran dan penanganan COVID-19.
Tito pun bergerak cepat dengan berkunjung ke beberapa daerah, seperti DKI Jakarta, Jawa Barat, Banten, dan Sumatera Selatan. Kemendagri pun mengeluarkan kebijakan realokasi anggaran bersama Kementerian Keuangan.
Sampai hari ini, dana realokasi itu telah mencapai Rp69 triliun. Anggaran ini digunakan untuk penanganan COVID-19 dari sisi kesehatan, social safety net, dan stimulus ekonomi. (Baca juga: Vaksin Corona Belum Ada, Masyarakat Diminta Jaga Kesehatan dan Tetap Produktif)
Tito menerangkan beberapa orang dari Ditjen Bina Administrasi Wilayah ikut terlibat dalam Gugus Tugas Percepatan penanganan Covid-19. Itu bagian untuk mendukung upaya penanggulangan pandemi COVID-19. “Ada perwakilan dari Ditjen Otda juga di sana,” pungkasnya.
Kemendagri pun langsung membentuk tim yang dipimpin Dirjen Bina Administrasi Kewilayahan. Tugas pertama tim ini adalah menerjemahkan isi buku itu ke bahasa Indonesia. Setelah itu, Kemendagri mengirim buku itu ke seluruh pemda untuk mencegah penyebaran dan penanganan COVID-19.
Tito pun bergerak cepat dengan berkunjung ke beberapa daerah, seperti DKI Jakarta, Jawa Barat, Banten, dan Sumatera Selatan. Kemendagri pun mengeluarkan kebijakan realokasi anggaran bersama Kementerian Keuangan.
Sampai hari ini, dana realokasi itu telah mencapai Rp69 triliun. Anggaran ini digunakan untuk penanganan COVID-19 dari sisi kesehatan, social safety net, dan stimulus ekonomi. (Baca juga: Vaksin Corona Belum Ada, Masyarakat Diminta Jaga Kesehatan dan Tetap Produktif)
Tito menerangkan beberapa orang dari Ditjen Bina Administrasi Wilayah ikut terlibat dalam Gugus Tugas Percepatan penanganan Covid-19. Itu bagian untuk mendukung upaya penanggulangan pandemi COVID-19. “Ada perwakilan dari Ditjen Otda juga di sana,” pungkasnya.
(kri)
Lihat Juga :