Di Balik Runtuhnya Afghanistan

Rabu, 25 Agustus 2021 - 06:06 WIB
loading...
A A A
Di luar perlawanan secara bersenjata, Taliban juga berupaya melakukan negoisasi dan lobi-lobi dengan para pihak. Bahkan Taliban berhasil membuat kantor perwakilan resmi di Qatar pada 2013 lalu (18/06), salah satu negara Arab Teluk berpengaruh yang kerap menjadi tempat berlangsungnya pertemuan antara Taliban dengan para pihak, termasuk dengan perwakilan AS. Dari lobi-lobi perlahan meningkat menjadi perundingan, baik secara langsung ataupun tidak langsung. Bahkan Taliban melakukan perundingan dengan perwakilan AS dan pemerintahan Afghanistan di bawah kepemimpinan Ashraf Ghani.

Pada 29 Februari 2020 bertempat di Qatar, Taliban dan perwakilan AS menandatangani kesepakatan yang berisi empat hal utama. Dua poin utama dalam kesepakatan itu menyatakan bahwa Afghanistan tak boleh dijadikan sebagai tempat ataupun landasan tempur bagi jaringan teroris untuk menyerang AS atau negara lain. Bila poin pertama terwujud, maka AS akan menarik pasukannya dari Afghanistan yang kemudian akan dilanjutkan dengan poin ketiga dan keempat, yaitu proses transisi kekuasaan dan perdamaian abadi di Afghanistan (Aljazeera, net: 17/08). Pada waktu yang kurang lebih bersamaan, perundingan demi perundingan juga dilaksanakan antara perwakilan Taliban dengan perwakilan pemerintah Afghanistan.

Kedua, angkatan bersenjata Afghanistan yang tidak siap tempur. Inilah yang membuat pergerakan Taliban leluasa menaklukkan kota demi kota di Afghanistan sebelum akhirnya menguasai kota Kabul. Menurut sebagian pengamat militer di Timur Tengah, kelemahan angkatan bersenjata Afghanistan disebabkan oleh beberapa faktor. Salah satunya adalah faktor nilai-nilai patriotisme kebangsaan yang belum tertanam kuat di kalangan aparat bersenjata. Faktor lain adalah sokongan serangan udara AS dan koalisinya yang selama ini membuat pasukan Afghanistan “termanjakan”, termasuk dalam melawan kelompok-kelompok perlawanan seperti Taliban. Akibatnya, tanpa dukungan serangan udara, pasukan Afghanistan tidak bisa berbuat banyak seperti ketika berhadapan dengan pasukan Taliban mutakhir yang sedang bergerak agresif menuju Kabul.

Ketiga, sikap atau “politik mutung” Ashraf Ghani dalam bentuk meninggalkan Afghanistan tanpa pemberitahuan terlebih dahulu kepada pihak manapun. Hal ini dilakukan oleh Ashraf Ghani pada saat semua proses sedang berlangsung, tidak hanya Taliban yang menyatakan akan ke Kabul secara damai, tapi juga proses perundingan antara perwakilan Taliban dengan perwakilan pemerintah di Qatar.

Ibarat permainan tarik-tambang, sikap Ashraf Ghani di atas tak ubahnya orang yang menghentikan tarikannya secara mendadak di saat pihak lain menarik sekeras mungkin untuk memenangkan pertandingan yang ada. Kondisi inilah yang membuat Afghanistan kacau balau; di satu sisi Taliban dengan mudah menguasai Kabul, di sisi lain masyarakat trauma dengan pemerintahan Taliban, di sisi yang berbeda ada proses evakuasi warga AS. Hingga akhirnya sebagian masyarakat Afghanistan merasa “evakuasi” dan keluar dari Afghanistan adalah solusi yang tepat. Maka terjadilah pemandangan yang sangat memilukan di Bandara Kabul sebagaimana dijelaskan di atas.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Indonesia Berharap Penyelesaian...
Indonesia Berharap Penyelesaian Konflik Afghanistan-Pakistan Kedepankan Dialog
Taliban Sempat Datang...
Taliban Sempat Datang ke Indonesia, Ini yang Dilakukan Mereka
MUI Sebut Kelompok Taliban...
MUI Sebut Kelompok Taliban ke Indonesia Ingin Belajar Islam Wasathiyah
Indonesia Bantu Rp41,61...
Indonesia Bantu Rp41,61 Miliar untuk Bangun SDM Afghanistan
Ustaz Farid Ahmad Okbah...
Ustaz Farid Ahmad Okbah Disebut Fasilitator Kelompok JI dan Al Qaeda di Afghanistan
BNPT Sebut Ustaz Farid...
BNPT Sebut Ustaz Farid Ahmad Okbah Pernah Ikut Pelatihan di Afghanistan
Taliban Larang Warga...
Taliban Larang Warga Afghanistan Gunakan Ponsel Pintar, Jika Nekat Bakal Dihancurkan
Pakistan Gelar Serangan...
Pakistan Gelar Serangan Udara di Afghanistan, 13 Orang Tewas
Hukum Baru Taliban:...
Hukum Baru Taliban: Diamnya Gadis Perawan Berarti Persetujuan untuk Menikah
Rekomendasi
Ronaldo Ngambek Ditanya...
Ronaldo Ngambek Ditanya Soal Messi: Saya Tak Peduli dengan Orang Lain
Dorong Ekosistem Lagu...
Dorong Ekosistem Lagu Anak Berkualitas, KILA 2026 Resmi Dibuka
Pilot F-15 AS: Serangan...
Pilot F-15 AS: Serangan Drone Iran Membentuk Formasi Ubur-ubur
Berita Terkini
Politikus PDIP Ungkap...
Politikus PDIP Ungkap Dasco Pimpin Safari DPR ke Parpol Nonparlemen Minta Masukan RUU Pemilu
Menkes Usul Penderita...
Menkes Usul Penderita TBC Dapat MBG, DPR: Wacana Tidak Masuk Akal
Cari Keadilan, Arief...
Cari Keadilan, Arief Pramuhanto Ajukan PK ke Mahkamah Agung
SNA Dorong Inovasi Ahli...
SNA Dorong Inovasi Ahli Gizi untuk Indonesia Sehat
Prabowo: Selat Hormuz...
Prabowo: Selat Hormuz Ditutup, Kita Percaya Diri Mampu Mengatasi
DPR Dorong Penguatan...
DPR Dorong Penguatan BPKH untuk Optimalkan Investasi Dana Haji
Infografis
7 Negara dengan Produksi...
7 Negara dengan Produksi Tank Tempur Terbanyak di Dunia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved