Bumame Farmasi Sebut PPKM Berdampak Pada Penurunan Kasus Corona

Senin, 23 Agustus 2021 - 16:03 WIB
loading...
Bumame Farmasi Sebut...
Hal ini berkaitan dengan kebijakan pemerintah baru-baru ini, mengenai Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM). Foto/SINDOnews/Ilustrasi
A A A
JAKARTA - Penurunan harga Swab Test PCR memiliki dampak yang sangat baik bagi masyarakat Indonesia. Hal ini berkaitan dengan kebijakan pemerintah baru-baru ini, mengenai Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM).

Baca juga: PPKM Berakhir Hari Ini, PHRI Jakarta: Dilonggarkanlah agar Bisa Napas!

Tak hanya itu, penyesuaian tarif ini untuk membantu meningkatkan angkat testing dan tracing yang diharapkan dapat menekan penurunan angka penularan virus Corona (Covid-19) di Indonesia.

Baca juga: PPKM Dilanjut, Pemkot Makassar Siapkan Skema Pelonggaran Mal

Hal ini dikatakan Direktur Utama Bumame Farmasi, James Wihardja. Menurutnya, jika akhir Juli lalu angka penularan dapat mencapai 56.747 kasus aktif per hari, kini kasus harian berada pada sekitar 20.000 kasus per harinya.

"Ini artinya, melalui program pembatasan sosial secara berkala yang diterapkan sudah membawa dampak yang cukup signifikan pada angka kasus harian, ditambah lagi dengan penurunan harga Swab Test PCR yang saat ini menjadi lebih terjangkau, kesadaran masyarakat untuk melakukan pengecekan secara mandiri melalui Swab Antigen maupun Swab Test PCR tampaknya kian meningkat, terutama di kota-kota besar," kata James Wihardja, Senin (23/8/2021).

James mengungkapkan, melalui instruksi pemerintah, harga yang ditetapkan berkisar mulai Rp495.000-Rp525.000, dan Indonesia menjadi salah satu negara di kawasan Asia Tenggara dengan biaya termurah untuk melakukan Swab Test PCR, memberikan kesempatan bagi masyarakat untuk melakukan tracing dengan tarif yang cukup terjangkau, hasil cepat dan akurat.

"Kami melakukan pengecekan ke beberapa Fasilitas Kesehatan yang menyediakan jasa Swab Test PCR dan Bumame Farmasi adalah salah satu Faskes yang cepat dalam menanggapi instruksi pemerintah tersebut," ungkap James.

"Kami sebagai penyedia jasa juga berusaha memaksimalkan solusi agar masyarakat bisa menggunakan layanan Swab Test PCR dengan mudah, aman, cepat dan tentunya dengan tarif yang lebih terjangkau. Kami juga menjamin tingkat akurasi terbaik bagi masyarakat melalui layanan dan laboratorium mandiri yang dilengkapi komponen-komponen berkualitas terbaik," tambahnya.

Menurut data dari Kemenkes, Indonesia memiliki tarif yang lebih murah dibandingkan beberapa negara Asia seperti Thailand dengan kisaran Rp1,300,000 - Rp2.800.000 untuk sekali Swab Test PCR dan Singapura dengan SGD 160 atau Rp1,500.000 untuk layanan Swab Test PCR.

Hal ini berbeda dengan India yang mendapatkan subsidi penuh oleh pemerintah negaranya, serta alat Swab Test PCR, reagen yang digunakan hingga obat-obatan yang diproduksi dalam negeri bollywood itu sendiri. Sehingga tidak heran, tarif untuk Swab Test PCR di negeri tersebut jauh lebih murah dari Indonesia dan bahkan negara-negara berkembang lainnya.

Bahkan beberapa epidemiolog Indonesia, Dicky Gunawan turut angkat bicara, jika saja Indonesia sudah bisa memproduksi reagen dan komponen pendukung Swab Test, pasti harganya bisa dikontrol, dikendalikan dan murah.

"Kendala saat ini adalah kita masih menggunakan reagen dan komponen impor dan biaya investasi yang tinggi terutama alat laboratorium yang digunakan," kata Dicky.

Tanggapan ini dikonfirmasi juga oleh Juru Bicara Vaksinasi Covid-19 Kementerian Kesehatan (Kemenkes) Siti Nadia Tarmizi juga menjelaskan bahwa saat ini Indonesia masih terkendala karena impor.

"Karena tes PCR kita masih impor ya termasuk bahan bakunya juga, sebagian besar juga impor," ujar Nadia.
(maf)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Selama 2025, Pengawasan...
Selama 2025, Pengawasan Obat dan Makanan Cegah Potensi Kerugian Ekonomi Rp49,8 Triliun
BPOM Gandeng Kemendiktisaintek...
BPOM Gandeng Kemendiktisaintek Kembangkan Riset Obat Nasional
Menag: Obat hingga Produk...
Menag: Obat hingga Produk Farmasi Wajib Sertifikasi Halal Mulai 17 Oktober 2026
Perusahaan Farmasi Ini...
Perusahaan Farmasi Ini Hadirkan Inovasi di Tengah Peliknya Tantangan Kesehatan
BPOM Tingkatkan Pengawasan...
BPOM Tingkatkan Pengawasan Implementasi Farmakovigilans melalui RMP
FSP-Farkes Indonesia...
FSP-Farkes Indonesia Deklarasi Dukung Ganjar Presiden 2024
SwipeRx Sukses Gelar...
SwipeRx Sukses Gelar IPEC 2026 ke-IV, Satukan Lebih dari 1.500 Apoteker dalam Ajang Farmasi Terbesar di Indonesia
Strategi Bayern dalam...
Strategi Bayern dalam Dorong Pertumbuhan Bisnis Farmasi dan Sains di Masa Depan
5 Jurusan ITERA Paling...
5 Jurusan ITERA Paling Diminati di SNBP 2026, Ribuan Peserta Pilih Farmasi!
Rekomendasi
Siapa yang Akan Menguasai...
Siapa yang Akan Menguasai Pasar AI Indonesia Senilai $10,9 Miliar?
Mutasi Polri, AKBP Rulian...
Mutasi Polri, AKBP Rulian Syauri Jabat Kapolres Malang, Kombes Putu Kholis Jadi Kapolres Bekasi Kota
Jadwal Lengkap MotoGP...
Jadwal Lengkap MotoGP Belanda 2026 di Sirkuit Assen, Streaming VISION+
Berita Terkini
Jokowi Mulai Safari...
Jokowi Mulai Safari Politik, Golkar Tak Takut Pemilih Pindah ke PSI
DPR Upayakan Formula...
DPR Upayakan Formula TKD Tetap Adil, Rasional, dan Berpihak ke Daerah
Mensesneg Sebut Prabowo...
Mensesneg Sebut Prabowo Monitor Kasus 3 Calon Manajer Kopdes dan Kampung Nelayan Meninggal
Penyidik KPK Limpahkan...
Penyidik KPK Limpahkan Berkas Perkara Budiman Bayu Prasojo Tersangka Bea Cukai ke JPU
Citra Positif Polri...
Citra Positif Polri Meningkat, Pakar: Masyarakat Rasakan Perubahan Kinerja Kepolisian
Perang Iran 2026: Akhir...
Perang Iran 2026: Akhir Pertempuran, Awal Perebutan Kemenangan
Infografis
Daftar 23 Kombes Pol...
Daftar 23 Kombes Pol Pecah Bintang pada Mutasi Polri Mei 2026
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved