IDI Ingatkan Angka Kematian Akibat Covid-19 Masih Tinggi

Sabtu, 21 Agustus 2021 - 11:48 WIB
loading...
A A A
"Kalau mau seluruh Indonesia terinfeksi kalau cuma pilek-pilek saja jadi masalah nggak? Tidak akan jadi masalah. Tapi karena dia sakit, sesak, meninggal itu baru jadi masalah. Jadi nomor satu adalah indikatornya adalah angka kematian," ungkapnya.

Dia mengatakan bahwa ada beberapa hal untuk mencegah kematian yakni SDM, bed, dan pembiayaan yang cukup. Selain itu logistik kesehatan seperti obat, oksigen, alat kesehatan juga harus tersedia.

Slamet juga mengatakan bahwa terlambatnya penanganan juga bisa menjadi faktor penyebab kematian.
"Iya termasuk apakah isolasi mandiri, terlambat penanganan. Itu adalah tugas Kementerian kesehatan. Kalau kementerian lain ga bisa," ungkapnya.

Dia meminta agar Kementerian Kesehatan segera menganalisa penyebab tingginya angka kematian. "Itu yang bisa meneliti, bisa menganalisa adalah Kementerian Kesehatan. Kementerian Kesehatan bisa apakah faktor tidak ada obat? Apakah faktor tidak ada alat kesehatan, ataukah faktor SDM-nya?” katanya.

Slamet pun meminta agar IDI juga dilibatkan dalam proses analisa tersbeut. Pasalnya hingga hari ini belum ada pelibatan itu. "Harusnya secepatnya dilakukan, analisa secara bersama-sama. Dan Kementerian Kesehatan harusnya melibatkan IDI ya untuk menganalisa hal tersebut," pungkasnya.
(zik)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Ketum IDI Dorong Peningkatan...
Ketum IDI Dorong Peningkatan Anggaran Kesehatan
3 Anggota Kopassus Didakwa...
3 Anggota Kopassus Didakwa Pasal Pembunuhan Berencana di Kasus Kematian Kacab Bank
Istri Pegawai Tambang...
Istri Pegawai Tambang Nikel Adukan Kematian Suami ke Komnas HAM
Sikapi Penyakit Super...
Sikapi Penyakit Super Flu di Indonesia, Menkes: Tak Mematikan seperti Covid-19
Terkait Kematian Ibu...
Terkait Kematian Ibu Hamil di Papua, Kemenkes: Jika Ditemukan Pelanggaran, RS Bakal Ditindak Tegas
Tantangan Penyakit Menular...
Tantangan Penyakit Menular Kita
Bagaimana Industri Farmasi...
Bagaimana Industri Farmasi Besar AS Raup Untung dari Pandemi dengan Perlakukan Warga Seperti Kelinci Percobaan?
Zat Kimia Persisten...
Zat Kimia Persisten Ditemukan dalam 98,8% Darah Warga AS
Kepala WHO Peringatkan...
Kepala WHO Peringatkan Lebih Banyak Kasus Hantavirus akan Muncul
Rekomendasi
AKPY, BPDP dan Ditjenbun...
AKPY, BPDP dan Ditjenbun Sinergi Gelar Pelatihan Teknis 90 Pekebun Sawit
KTM Growth Forum 2026,...
KTM Growth Forum 2026, Bahas Kesiapan Talenta dan Suksesi Kepemimpinan
Gol Tah Dianulir VAR...
Gol Tah Dianulir VAR dan Jerman Tersingkir, Klopp: Kalau Begitu Arsenal Bukan Juara!
Berita Terkini
Ketika Gen Z Membawa...
Ketika Gen Z Membawa Orang Tua ke Ruang Interview
Diperiksa 4 Jam, Mantan...
Diperiksa 4 Jam, Mantan Menpora Dito Ariotedjo Dicecar 10 Pertanyaan KPK soal Kunjungan ke Arab Saudi
Ini Hal yang Memberatkan...
Ini Hal yang Memberatkan Nadiem Makarim hingga Divonis 10 Tahun Penjara
Kapolri Naikkan Pangkat...
Kapolri Naikkan Pangkat 4 Pati Polri Jadi Komjen, Ini Daftar Lengkapnya
Divonis 10 Tahun Penjara,...
Divonis 10 Tahun Penjara, Nadiem Makarim: Mereka Tahu Saya Tidak Bersalah
Breaking News! Nadiem...
Breaking News! Nadiem Makarim Divonis 10 Tahun Penjara di Kasus Chromebook
Infografis
5 Cara Mencegah Lonjakan...
5 Cara Mencegah Lonjakan Covid-19 di Momen Libur Nataru
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved