Menteri LHK Berikan Penghargaan dan Apresiasi Teladan Wana Lestari 2021
Jum'at, 20 Agustus 2021 - 10:29 WIB
loading...
A
A
A
Para penerima apresiasi Wana Lestari sebanyak 12 orang dengan rincian sebagai berikut, Polisi Kehutanan (Polhut) sebanyak 3 orang; Penyidik Pegawai Negeri Sipil (PPNS) sebanyak 3 orang; Manggala Agni sebanyak 3 orang; Masyarakat Peduli Api (MPA) sebanyak 3 orang;
Menteri Siti menerangkan pembangunan lingkungan hidup dan kehutanan tidak dapat dipisahkan dari partisipasi para pihak dan berbagai elemen masyarakat. Menurutnya, kondisi ini sejalan dengan arah dan kebijakan pembangunan nasional serta visi Presiden dan Wakil Presiden, yaitu terwujudnya Indonesia maju yang berdaulat, mandiri, dan berkepribadian berlandaskan gotong royong.
Untuk mendukung arah dan kebijakan pembangunan nasional serta visi Presiden dan Wakil Presiden, Kementerian LHK telah menetapkan empat sasaran strategis dan kegiatan yang akan dicapai sepanjang 2020-2024 yaitu, terwujudnya lingkungan hidup dan hutan yang berkualitas serta tanggap terhadap perubahan iklim; Tercapainya optimalisasi pemanfaatan sumber daya hutan dan lingkungan sesuai dengan daya dukung dan daya tampung lingkungan; Terjaganya keberadaan, fungsi dan distribusi manfaat hutan yang berkeadilan dan berkelanjutan; dan Terselenggaranya tata kelola dan inovasi pembangunan lingkungan hidup dan kehutanan yang baik serta kompetensi SDM LHK yang berdaya saing.
“Berbagai kebijakan, program dan kegiatan pembangunan bidang LHK telah dilakukan untuk meningkatkan partisipasi, kemampuan dan keberdayaan masyarakat, dalam rangka pengelolaan hutan, mengurangi kemiskinan dan ketimpangan pengelolaan atau pemanfaatan kawasan hutan yang pada akhirnya mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat baik di dalam maupun di luar kawasan hutan,” terang Menteri Siti.
Untuk aspek penilaian pada Lomba dan Apresiasi Wana Lestari selanjutnya, Menteri Siti lantas meminta kepada jajarannya, untuk segera menyiapkan pengembangan kategori keteladanan pada aspek-aspek penyuluhan lingkungan; inovasi teknologi tepat guna; digitalisasi; inovasi teknologi pemulihan lingkungan; dan kelompok ekoriparian, kelompok pemulihan pascatambang rakyat, kelompok mangrove, kelompok gambut, dan lainnya yang relevan dapat menjadi contoh dan replikasi bagi kemajuan pembangunan lingkungan dan kehutanan dan bekolaborasi dengan Badan Restorasi Gambut dan Mangrove (BRGM) dan sebagainya.
Menteri Siti menerangkan pembangunan lingkungan hidup dan kehutanan tidak dapat dipisahkan dari partisipasi para pihak dan berbagai elemen masyarakat. Menurutnya, kondisi ini sejalan dengan arah dan kebijakan pembangunan nasional serta visi Presiden dan Wakil Presiden, yaitu terwujudnya Indonesia maju yang berdaulat, mandiri, dan berkepribadian berlandaskan gotong royong.
Untuk mendukung arah dan kebijakan pembangunan nasional serta visi Presiden dan Wakil Presiden, Kementerian LHK telah menetapkan empat sasaran strategis dan kegiatan yang akan dicapai sepanjang 2020-2024 yaitu, terwujudnya lingkungan hidup dan hutan yang berkualitas serta tanggap terhadap perubahan iklim; Tercapainya optimalisasi pemanfaatan sumber daya hutan dan lingkungan sesuai dengan daya dukung dan daya tampung lingkungan; Terjaganya keberadaan, fungsi dan distribusi manfaat hutan yang berkeadilan dan berkelanjutan; dan Terselenggaranya tata kelola dan inovasi pembangunan lingkungan hidup dan kehutanan yang baik serta kompetensi SDM LHK yang berdaya saing.
“Berbagai kebijakan, program dan kegiatan pembangunan bidang LHK telah dilakukan untuk meningkatkan partisipasi, kemampuan dan keberdayaan masyarakat, dalam rangka pengelolaan hutan, mengurangi kemiskinan dan ketimpangan pengelolaan atau pemanfaatan kawasan hutan yang pada akhirnya mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat baik di dalam maupun di luar kawasan hutan,” terang Menteri Siti.
Untuk aspek penilaian pada Lomba dan Apresiasi Wana Lestari selanjutnya, Menteri Siti lantas meminta kepada jajarannya, untuk segera menyiapkan pengembangan kategori keteladanan pada aspek-aspek penyuluhan lingkungan; inovasi teknologi tepat guna; digitalisasi; inovasi teknologi pemulihan lingkungan; dan kelompok ekoriparian, kelompok pemulihan pascatambang rakyat, kelompok mangrove, kelompok gambut, dan lainnya yang relevan dapat menjadi contoh dan replikasi bagi kemajuan pembangunan lingkungan dan kehutanan dan bekolaborasi dengan Badan Restorasi Gambut dan Mangrove (BRGM) dan sebagainya.
Lihat Juga :