Menko Muhadjir Sebut Penyaluran Bansos Tak Merata karena Data Tak Lengkap
Rabu, 18 Agustus 2021 - 07:18 WIB
loading...
Menko PMK Muhadjir Effendy meminta DTKS Kemensos disempurnakan agar bansos bisa disalurkan merata dan tepat sasaran. Foto/ist
A
A
A
JAKARTA - Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Muhadjir Effendy melakukan inspeksi mendadak (sidak) pengecekan penyaluran bantuan sosial di Kelurahan Klender, Duren Sawit, Jakarta Pusat. Pada sidak yang bertepatan dengan euforia dan semangat HUT ke-76 RI tersebut, Muhadjir masih menemukan adanya penyaluran bansos yang tidak merata.
“Ini hampir terjadi di semua tempat slum daerah kumuh, bahwa di antara warga tadi ada yang dapat, ada yang tidak, ada yang sudah dapat Kartu Keluarga Sejahtera tapi gak dapet duitnya. Jadi ini masih macam-macam di lapangan," kata Muhadjir dalam keterangan tertulis, Rabu (18/08/2021)
Baca juga: Cerita Syafi’i Ma’arif soal Dramatisnya Muhadjir Effendy jadi Menko PMK
Dia mengatakan, penyaluran bansos bansos yang tidak merata disebabkan pada data yang tidak lengkap. Menurutnya Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS) sebagi tombak data lapangan harus dicermati dan disempurnakan, hal ini untuk membuat penyaluran bansos menjadi akurat.
"Data pokoknya harus terus disempurnakan, dicek di lapangan kayak apa sih sebetulnya realita di lapangan. Tidak cukup dengan angka kemudian main kuota, tempat ini dikasih sekian tanpa berangkat dari angka kemiskinan atau kenyataan di lapangan," ujarnya
“Ini hampir terjadi di semua tempat slum daerah kumuh, bahwa di antara warga tadi ada yang dapat, ada yang tidak, ada yang sudah dapat Kartu Keluarga Sejahtera tapi gak dapet duitnya. Jadi ini masih macam-macam di lapangan," kata Muhadjir dalam keterangan tertulis, Rabu (18/08/2021)
Baca juga: Cerita Syafi’i Ma’arif soal Dramatisnya Muhadjir Effendy jadi Menko PMK
Dia mengatakan, penyaluran bansos bansos yang tidak merata disebabkan pada data yang tidak lengkap. Menurutnya Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS) sebagi tombak data lapangan harus dicermati dan disempurnakan, hal ini untuk membuat penyaluran bansos menjadi akurat.
"Data pokoknya harus terus disempurnakan, dicek di lapangan kayak apa sih sebetulnya realita di lapangan. Tidak cukup dengan angka kemudian main kuota, tempat ini dikasih sekian tanpa berangkat dari angka kemiskinan atau kenyataan di lapangan," ujarnya
Lihat Juga :