Pertamina Siap Tambah Pendapatan Negara dengan Kembangkan Bisnis Bunker di Nipa Kepri
Senin, 16 Agustus 2021 - 19:05 WIB
loading...
A
A
A
Selain itu PTK melaksanakan Kegiatan Keagenan (PTK sebagai Agen) bekerja sama dengan Badan Usaha Pelabuhan (BUP) setempat, yaitu PT Asinusa Putra Sekawan dan PT Pelindo.
Saat ini, kata Erry, Pertamina melalui PIMD telah berhasil melakukan penetrasi ke pasar bunkering di Singapura dengan market size 1.3 juta MT (3 persen total market size Singapura) pada 2020. Selain itu, PIS telah bekerja sama dengan world class company Freepoint melalui penyediaan Floating Storage Bunker sejak 2019 hingga 2021 di Tanjung Pelepas dengan menggunakan kapal PIS Pioneer yang berukuran VLCC.
Dukungan Pemerintah
Menjadikan Kawasan Nipa di Kepulauan Riau sebagai sentral bisnis bunkering di jalur Selat Malaka bertujuan untuk mendapatkan pemasukan bagi negara dan meningkatkan perekonomian khususnya di kawasan tersebut. Selain itu mewujudkan semangat nasionalisme bahwa Indonesia melalui Pertamina mampu bersaing di kancah internasional.
Dukungan dari Pemerintah melalui kementerian terkait dalam aspek regulasi dan flexibilitas akan sangat berarti untuk Pertamina mewujudkan pengembangan bisnis di wilayah Nipa Kepulauan Riau dengan memberikan layanan terbaik dan harga produk dan biaya pelabuhan yang lebih kompetitif sehingga akan memberikan daya tarik bagi pihak kapal yang selama ini mengisi bunker di perairan Singapura dan Malaysia.
Erry menuturkan, pengembangan bisnis bunkering di Nipa akan menambah pemasukan bagi Indonesia secara lebih menyeluruh, baik dalam penjualan produk bunker maupun dalam penyediaan jasa pelayanan kepada kapal luar negeri yang selama ini dilayani di perairan Singapura.
"Selain itu terdapat potensi bisnis lain yang dapat dihadirkan sebagai supporting ecosystem dalam mendukung bisnis bunkering seperti kegiatan Ship-to-Ship (STS), blending, tank cleaning, penyediaan fresh water, surveyor lab, crewing facilities dengan bersinergi bersama perusahaan dalam negeri,” tuturnya. CM
Saat ini, kata Erry, Pertamina melalui PIMD telah berhasil melakukan penetrasi ke pasar bunkering di Singapura dengan market size 1.3 juta MT (3 persen total market size Singapura) pada 2020. Selain itu, PIS telah bekerja sama dengan world class company Freepoint melalui penyediaan Floating Storage Bunker sejak 2019 hingga 2021 di Tanjung Pelepas dengan menggunakan kapal PIS Pioneer yang berukuran VLCC.
Dukungan Pemerintah
Menjadikan Kawasan Nipa di Kepulauan Riau sebagai sentral bisnis bunkering di jalur Selat Malaka bertujuan untuk mendapatkan pemasukan bagi negara dan meningkatkan perekonomian khususnya di kawasan tersebut. Selain itu mewujudkan semangat nasionalisme bahwa Indonesia melalui Pertamina mampu bersaing di kancah internasional.
Dukungan dari Pemerintah melalui kementerian terkait dalam aspek regulasi dan flexibilitas akan sangat berarti untuk Pertamina mewujudkan pengembangan bisnis di wilayah Nipa Kepulauan Riau dengan memberikan layanan terbaik dan harga produk dan biaya pelabuhan yang lebih kompetitif sehingga akan memberikan daya tarik bagi pihak kapal yang selama ini mengisi bunker di perairan Singapura dan Malaysia.
Erry menuturkan, pengembangan bisnis bunkering di Nipa akan menambah pemasukan bagi Indonesia secara lebih menyeluruh, baik dalam penjualan produk bunker maupun dalam penyediaan jasa pelayanan kepada kapal luar negeri yang selama ini dilayani di perairan Singapura.
"Selain itu terdapat potensi bisnis lain yang dapat dihadirkan sebagai supporting ecosystem dalam mendukung bisnis bunkering seperti kegiatan Ship-to-Ship (STS), blending, tank cleaning, penyediaan fresh water, surveyor lab, crewing facilities dengan bersinergi bersama perusahaan dalam negeri,” tuturnya. CM
(ars)
Lihat Juga :