Aliansi Kebangsaan Ingatkan Lemah Tata Kelola Bisa Memicu Negara Gagal

Rabu, 11 Agustus 2021 - 20:17 WIB
loading...
Aliansi Kebangsaan Ingatkan...
Ketua Aliansi Kebangsaan, Pontjo Sutowo mengingatkan bahwa tata kelola negara yang lemah akan mendorong terjadinya negara gagal. FOTO/TANGKAPAN LAYAR
A A A
JAKARTA - Ketua Aliansi Kebangsaan , Pontjo Sutowo mengingatkan bahwa tata kelola negara yang lemah akan mendorong terjadinya negara gagal. Menurutnya, tata kelola (institusional politikal) merupakan salah kunci keberhasilan sebuah negara, di samping tata nilai (ranah mental spiritual) dan tata sejahtera (ranah material teknologikal).

Pontjo menjelaskan, penguatan terhadap ranah tata kelola sangat penting bagi kelangsungan hidup sebuah negara. Hal ini mengacu kepada pandangan Roterberg (2002)1 dan Noam Chomsky (2006)2 yang menegaskan bahwa negara bisa gagal karena lemahnya tata kelola negara, antara lain karena ketidakmampuan menegakkan dan mempertahankan fungsi institusi-institusi demokrasi serta mempertahankan hak-hak warga negaranya.

Ia melanjutkan, pendapat senada juga disampaikan oleh Acemoglu dan Robinson dalam bukunya: "Why Nations Fail: The Origins of Power, Prosperity, and Poverty" (2012) bahwa kemajuan dan kemunduran suatu negara sangat ditentukan oleh desain institusi politik serta ekonominya. Tesis mereka, hanya dalam institusi politik dan ekonomi yang inklusif sebuah bangsa akan mampu mencapai kemakmurannya. Dan, institusi politik yang inklusif akan bekerja apabila ada kebebasan untuk berekspresi dan berinovasi.

Baca juga: Pengamat: Kritik Keras Cikeas Bersaudara "Negara Gagal" Anggap Saja Motivasi

"Kebebasan hanya akan tumbuh dimana kekuasaan negara (the power of state) dan masyarakat (the power of society) saling menyeimbangkan," kata Pontjo dalam FGD bertema 'Tata Kelola Negara Berdasarkan Paradigma Pancasila' yang digelar secara virtual, Rabu (11/8/2021).

Teori ini, menurutnya, memperkuat argumentasi pentingnya ruang bagi partisipasi rakyat secara aktif dalam kegiatan politik dan ekonomi. Karena itu, arah pembangunan tata kelola negara harus ditujukan juga untuk pemberdayaan rakyat melalui pengembangan partisipasi segenap elemen bangsa dalam berbagai bidang pembangunan.

Usaha ini, lanjut Pontjo, dapat dimulai dari pengembangan partisipasi rakyat dalam politik melalui perbaikan lembaga perwakilan dengan memperhatikan aspek keterwakilan (bukan hanya keterpilihan), perbaikan sistem Pemilu, peningkatan kapasitas wakil rakyat, serta perbaikan tata kelola perencanaan pembangunan nasional.

"Isu perbaikan lembaga perwakilan menjadi penting untuk kita diskusikan karena desain kelembagaan kita saat ini masih menyisakan berbagai pertanyaan seperti: lembaga perwakilan manakah yang berfungsi menyalurkan aspirasi dan kepentingan dari berbagai kelompok dalam masyarakat Indonesia yang heterogen dan multikultur yang sebelumnya diwakili oleh Utusan Golongan, yang tidak sepenuhnya bisa diwakili oleh DPR dan DPD? Dan lembaga perwakilan mana yang berfungsi sebagai wadah untuk bermusyawarah seperti misalnya dalam menetapkan Haluan Negara yang berisi aspirasi seluruh lapisan masyarakat dan daerah sebagai kaidah penuntun (guiding principles) pembangunan nasional kita?," kata Pontjo.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Pengamat Kebijakan Publik...
Pengamat Kebijakan Publik Apresiasi Arah Baru BGN, Transparansi dan Refocusing MBG
Mengenal System Shift,...
Mengenal System Shift, Kerangka Baru Membaca Perubahan Dunia
Indonesia dan Republik...
Indonesia dan Republik Kongo Perkuat Kerja Sama Kehutanan Berkelanjutan
Dua Terdakwa Kasus Tata...
Dua Terdakwa Kasus Tata Kelola Minyak Mentah Divonis 6 Tahun Penjara
Kapolri Tekankan Sinergisitas...
Kapolri Tekankan Sinergisitas TNI-Polri dan Elemen Bangsa Kunci Utama Jaga NKRI
Mantan Jubir KPK Soroti...
Mantan Jubir KPK Soroti Tuntutan Kerry Riza di Kasus Korupsi Tata Kelola Minyak
Sudirman Said: Kepemimpinan...
Sudirman Said: Kepemimpinan Berkelanjutan Lahir dari Sistem yang Kuat
Komitmen Perbaikan Tata...
Komitmen Perbaikan Tata Kelola Pengadaan Energi, Pertamina Patra Niaga Gelar FGD
Buku “Misi untuk Raka”...
Buku Misi untuk Raka Diluncurkan, Edukasi Anak Usia Dini agar Seru Tanpa Gawai
Rekomendasi
Polda Metro Tangkap...
Polda Metro Tangkap Perampok Minimarket di Bekasi, Pelaku Tercatat sebagai Mahasiswa
Belanda Pesta Gol, Swedia...
Belanda Pesta Gol, Swedia Dibantai 5-1 di Houston
Bangun Sinergitas, Pemkot...
Bangun Sinergitas, Pemkot Bogor Bersama Pelaku Usaha Ikuti Kompetisi Padel
Berita Terkini
Perkuat Nasionalisme,...
Perkuat Nasionalisme, TNI Gelar Nobar Kebangsaan Piala Dunia 2026 di 1.500 Lokasi
Ungkap Kondisi Terkini...
Ungkap Kondisi Terkini Dokter Tifa, Kuasa Hukum: Masih Terpasang Infus
Kuasa Hukum Prioritaskan...
Kuasa Hukum Prioritaskan Roy Suryo dan Dokter Tifa Tak Ditahan saat Penyerahan ke Kejaksaan
Gelar Mimbar Mahasiswa,...
Gelar Mimbar Mahasiswa, BEM Persatuan Indonesia Sampaikan Lima Pernyataan Sikap
Gelar Pertemuan di Ponpes...
Gelar Pertemuan di Ponpes Al Falah Ploso Kediri, Ini Tiga Seruan Masyayikh NU
Seskab Teddy Bertemu...
Seskab Teddy Bertemu Kepala BNN Komjen Suyudi, Ada Apa?
Infografis
10 Bendera Negara Paling...
10 Bendera Negara Paling Unik di Dunia, Ada yang Bergambar Naga
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved