Divonis 1 Tahun 8 Bulan Penjara, Kader PDIP Saeful Bahri Pasrah

Jum'at, 29 Mei 2020 - 00:42 WIB
loading...
Divonis 1 Tahun 8 Bulan...
Mantan Staf Sekretariat DPP PDIP Saeful Bahri mengenakan rompi tahanan KPK. Foto/dok Okezone
A A A
Majelis Hakim Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Jakarta menjatuhkan pidana penjara selama satu tahun delapan bulan terhadap kader yang juga mantan Staf Sekretariat DPP Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Saeful Bahri.

Majelis hakim yang dipimpin Panji Surono dengan anggota Susanti dan Titi Sansiwi menilai, berdasarkan fakta-fakta persidangan, Saeful Bahri terbukti melakukan tindak pidana korupsi dalam delik pemberian suap secara bersama-sama secara berlanjut.

Saeful terbukti bersama tersangka Harun Masiku, calon legislatif DPR pada Pileg 2019 telah memberikan suap dengan total SGD57.500 atau setara Rp600 juta.

Suap diberikan kepada Wahyu Setiawan selaku anggota Komisi Pemilihan Umum (KPU) periode 2017-2022 dan politikus PDIP sekaligus mantan anggota Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Agustiani Tio Fridelina.

Majelis memastikan, uang suap bersandi dana operasional diberikan dalam dua tahap. Pertama, sebesar SGD19.000 atau kurang lebih setara dengan Rp200 juta yang diserahkan pada 17 Desember 2019 oleh Moh Ilham Yulianto selaku sopir Saeful atas perintah Saeful kepada Agustiani di restoran Haagen-Dasz mall Plaza Indonesia.

Setelah menerima uang tersebut, Agustiani melaporkannya ke Wahyu dan menyerahkan uang tersebut ke Wahyu di restoran Roppan mall Pejaten Village pada sore harinya. (Baca juga: ICW Pertanyakan Langkah KPK Limpahkan Dugaan Suap di Kemendikbud ke Polri )

Kedua, sejumlah SGD38.350 atau kurang lebih setara dengan Rp400 juta yang diserahkan pada 26 Desember 2019 oleh Saeful kepada Agustiani di restoran Golden Lamian mall Pejaten Village.

Setelah menerima uang tersebut, Agustiani melapor ke Wahyu dan Wahyu meminta agar uang tersebut disimpan dulu oleh Agustiani. Berikutnya pada 8 Januari 2020, Wahyu meminta Agustiani mentransfer sebagian dari uang yang telah diterima tersebut. Tapi sebelum mentransfer uang tersebut, Agustiani dan Wahyu lebih dulu dibekuk tim KPK beserta amplop putih berisi uang sejumlah SGD38.350.

Majelis menegaskan, uang suap terbukti diberikan agar Wahyu Setiawan mengupayakan KPU menyetujui permohonan penggantian antar waktu (PAW) yang diajukan PDIP untuk caleg PDIP dari Riezky Aprilia kepada Harun Masiku.

Saat proses negosiasi dan kesepakatan terjadi, Wahyu yang bersedia membantu pengurusan menggunakan sandi "siap, mainkan".

Majelis mengungkapkan, berdasarkan fakta-fakta persidangan juga terungkap bahwa saat proses pengurusan di KPU juga ada andil kader PDIP sekaligus kuasa hukum DPP PDIP saat mengajukan gugatan ke Mahkamah Agung (MA) Donny Tri Istiqomah. Donny juga menerima Rp270 juta dari total keseluruhan uang suap yang berasal dari Harun Masiku.

"Mengadili, memutuskan, menjatuhkan pidana oleh karena itu terhadap terdakwa Saeful Bahri dengan pidana penjara selama 1 tahun 8 bulan dan pidana denda sebesar Rp150 juta subsider empat bulan kurungan," kata ketua majelis hakim Panji Surono saat membacakan amar putusan atas nama Saeful Bahri, di Pengadilan Tipikor Jakarta, Kamis (28/5/2020).

Persidangan ini berlangsung secara virtual. Majelis hakim dan Jaksa Penuntut Umum (JPU) pada KPK berada di Pengadilan Tipikor Jakarta. Sedangkan Saeful Bahri bersama tim penasihat hukumnya mengikuti persidangan dari Gedung Merah Putih KPK.

Putusan terhadap Saeful jauh lebih rendah dari tuntutan yang diajukan JPU. Sebelumnya JPU menuntut Saeful dengan pidana penjara selama dua tahun enam bulan dan pidana denda sebesar Rp150 juta subsider kurungan selama enam bulan.

Atas putusan yang dibacakan majelis hakim, Saeful Bahri langsung memastikan menerima putusan. "Menerima Yang Mulia," ujar Saeful Bahri.

Sementara itu, Ketua JPU Ronald Ferdinand Worotikan mengatakan, pihaknya masih pikir-pikir selama tujuh hari apakah menerima putusan atau akan mengajukan banding.
(dam)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Hakim Ingatkan Tersangka...
Hakim Ingatkan Tersangka Bea Cukai Tak Berdusta: Di Akhirat Nanti Masuk Neraka
Banding, Ariyanto Bakri...
Banding, Ariyanto Bakri Tetap Dihukum 16 Tahun di Kasus Suap CPO dan Bayar Uang Pengganti Rp21 Miliar
Masa Penahanan Gus Yaqut...
Masa Penahanan Gus Yaqut Diperpanjang selama 30 Hari
Penampakan Bupati Muara...
Penampakan Bupati Muara Enim Edison Pakai Rompi Oranye usai Ditetapkan Tersangka
Keponakan Bupati Muara...
Keponakan Bupati Muara Enim Ikut Jadi Tersangka dalam OTT KPK
Barang Bukti OTT Bupati...
Barang Bukti OTT Bupati Muara Enim, Uang Tunai hingga Rekening Senilai Rp2 M
Terima Suap Rp15 Juta...
Terima Suap Rp15 Juta dan Urus Perkara, Hakim PN Cilacap Dipecat
Namanya Terseret Kasus...
Namanya Terseret Kasus Dugaan Suap Impor Bea Cukai, Raffi Ahmad Buka Suara
Kenakan Rompi Tahanan,...
Kenakan Rompi Tahanan, Bupati Muara Enim Edison Resmi Ditahan KPK
Rekomendasi
SDH Depok Komitmen Bangun...
SDH Depok Komitmen Bangun Pendidikan Karakter hingga Pengembangan Kepemimpinan
BCA Buka Pendaftaran...
BCA Buka Pendaftaran Beasiswa PPBP dan PPTI Tahun Ajaran 2027
Lithuania Siap Luncurkan...
Lithuania Siap Luncurkan Mobil yang Bisa Berubah Jadi Robot
Berita Terkini
GenIUS Expo 2026 Dorong...
GenIUS Expo 2026 Dorong Siswa Kembangkan Potensi Diri melalui Karya dan Inovasi
Kapolri: ASN Sipil Duduki...
Kapolri: ASN Sipil Duduki Jabatan di Polri Akan Diatur lewat PP atau Perpres
Kapolri Diminta Segera...
Kapolri Diminta Segera Lantik Kapolda Jabar, Kalbar, dan Sumbar
Tuduhan ke AHY terkait...
Tuduhan ke AHY terkait SPPG Dinilai Tak Proporsional, Pengamat: Publik Harus Rasional
Kolaborasi Generasi...
Kolaborasi Generasi Muda Jadi Penggerak Perubahan Lingkungan
KPK: OTT di BPK Terkait...
KPK: OTT di BPK Terkait Temuan Pengadaan Smart TV di Muara Enim
Infografis
8 PTS Terbaik Indonesia...
8 PTS Terbaik Indonesia Masuk THE Asia University Rankings 2026
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved