Viva Yoga Mauladi: Kok Ikan Lele Dipolitisasi? Apa Kesalahan Ikan Lele?
Jum'at, 06 Agustus 2021 - 22:38 WIB
loading...
A
A
A
Menurutnya, ikan lele di Indonesia memiliki banyak nama daerah, di antaranya: ikan limbek (Sumatera Barat), ikan kalang (Sumatera Selatan), ikan maut (Gayo) ikan seungko (Aceh), ikan sibakut (Karo), ikan pintet (Kalimantan Selatan), dan lainnya.
Ikan lele disebut juga catfish (Inggris). Nama ilmiahnya, Clarias (Yunani) yang berarti : lincah, kuat. Ikan lele termasuk ikan yang unik. Tubuhnya licin memanjang tak bersisik dilengkapi dengan empat pasang sungut peraba (barbels) yang berguna untuk bergerak di air yang gelap, memiliki alat pernapasan tambahan. Ada sepasang patil tajam, beracun. Bisa hidup di air yang tercemar karena bisa menghilangkan kotoran-kotoran dan pemakan hama.
"Dari seluruh daerah di Indonesia yang berlambang ikan lele hanya Kabupaten Lamongan, Jawa Timur, tempat salah satu dari Wali Sanga, yakni Sunan Drajad."
Cerita rakyat (folktale) atau legenda soal ikan lele sampai sekarang masih diyakini masyarakat Lamongan, terutama di Utara daerah Glagah, Karangbinangun, Deket, dan sekitarnya. Ada cerita soal Sunan Giri III, muridnya yang bernama Boyopati, Mbok Rondo Barang, dan ikan lele, yang sudah menjadi cerita rakyat.
Baca juga: Sekum PP Muhammadiyah: Waspadai Politisi 'Ikan Lele' di Tengah Pandemi
"Bagi orang Lamongan, ikan lele melambangkan sikap ulet, sabar, tahan menderita dalam apa pun, meski di air keruh, bahkan tanpa air, masih bisa hidup. Dan Jangan diganggu karena punya senjata patil. Kok mengapa ikan lele saat ini dibuat metafora sosial politik sebagai ikan busuk, tidak berguna, jahat, dan konotasi buruk, sebagai personifikasi para politisi/aktivis politik busuk?"
Dia menambahkan, jika tidak mengerti asal-usul suatu perlambang, jangan buat kiasan hewan sembarangan. Namanya melakukan framing negatif terhadap ikan lele.
Ikan lele disebut juga catfish (Inggris). Nama ilmiahnya, Clarias (Yunani) yang berarti : lincah, kuat. Ikan lele termasuk ikan yang unik. Tubuhnya licin memanjang tak bersisik dilengkapi dengan empat pasang sungut peraba (barbels) yang berguna untuk bergerak di air yang gelap, memiliki alat pernapasan tambahan. Ada sepasang patil tajam, beracun. Bisa hidup di air yang tercemar karena bisa menghilangkan kotoran-kotoran dan pemakan hama.
"Dari seluruh daerah di Indonesia yang berlambang ikan lele hanya Kabupaten Lamongan, Jawa Timur, tempat salah satu dari Wali Sanga, yakni Sunan Drajad."
Cerita rakyat (folktale) atau legenda soal ikan lele sampai sekarang masih diyakini masyarakat Lamongan, terutama di Utara daerah Glagah, Karangbinangun, Deket, dan sekitarnya. Ada cerita soal Sunan Giri III, muridnya yang bernama Boyopati, Mbok Rondo Barang, dan ikan lele, yang sudah menjadi cerita rakyat.
Baca juga: Sekum PP Muhammadiyah: Waspadai Politisi 'Ikan Lele' di Tengah Pandemi
"Bagi orang Lamongan, ikan lele melambangkan sikap ulet, sabar, tahan menderita dalam apa pun, meski di air keruh, bahkan tanpa air, masih bisa hidup. Dan Jangan diganggu karena punya senjata patil. Kok mengapa ikan lele saat ini dibuat metafora sosial politik sebagai ikan busuk, tidak berguna, jahat, dan konotasi buruk, sebagai personifikasi para politisi/aktivis politik busuk?"
Dia menambahkan, jika tidak mengerti asal-usul suatu perlambang, jangan buat kiasan hewan sembarangan. Namanya melakukan framing negatif terhadap ikan lele.
Lihat Juga :