Faldo Maldini Minta Pengubahan Warna Pesawat Kepresidenan Jangan Dipolitisir
Rabu, 04 Agustus 2021 - 06:05 WIB
loading...
Staf Khusus Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg), Faldo Maldini.Foto/Istimewa/
A
A
A
JAKARTA - Pesawat Kepresidenan Indonesia-1 atau pesawat BBJ 2 telah berganti warna dari biru langit menjadi merah putih. Biaya perawatan rutin dan pengecatan ulang itu ditaksir mencapai Rp2 miliar. Biaya ubah warna pesawat itu dikritik dan Negara dianggap berfoya-foya di tengah pandemi. Begitu juga dengan warna 'merah' yang disoroti oleh kalangan politisi.
Staf Khusus Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg), Faldo Maldini mengatakan, warna merah putih pada badan pesawat itu sebagai simbol pemersatu bangsa. Ia berharap persoalan warna ini tidak dibawa dalam urusan politik.
"Warna merah putih itu pemersatu kita. Bukan warna merah, putih, atau warna lainnya. Dalam momen ini, kita butuh banyak simbol pemersatu, sebagai penyemangat. Kami harap soal warna ini jangan bawa-bawa politik," kata Faldo saat dikonfirmasi MNC Portal Indonesia, Selasa (3/10/2021) malam.
"Kita ingin melihat warna kebanggaan itu di atas langit dunia. Yang lama memang sudah waktunya untuk diganti. Kami berharap tidak dipolitisir," lanjutnya. Baca: Biaya Ganti Cat Pesawat Kepresidenan Rp2 M, Faldo Maldini: Sudah Ada di APBN
Faldo kemudian menjelaskan pesawat Kepresidenan tidak sama dengan pesawat tempur yang digunakan untuk peperangan atau pengintaian yang membutuhkan warna tertentu untuk berkamuflase. Karena itu yang terpenting dalam pesawat Kepresidenan adalah standar keamanannya.
Maka, perawatan rutin menjadi suatu keniscayaan. Adapun pengubahan warna menjadi lebih efisien di samping perawatan yang telah dilakukan.
Staf Khusus Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg), Faldo Maldini mengatakan, warna merah putih pada badan pesawat itu sebagai simbol pemersatu bangsa. Ia berharap persoalan warna ini tidak dibawa dalam urusan politik.
"Warna merah putih itu pemersatu kita. Bukan warna merah, putih, atau warna lainnya. Dalam momen ini, kita butuh banyak simbol pemersatu, sebagai penyemangat. Kami harap soal warna ini jangan bawa-bawa politik," kata Faldo saat dikonfirmasi MNC Portal Indonesia, Selasa (3/10/2021) malam.
"Kita ingin melihat warna kebanggaan itu di atas langit dunia. Yang lama memang sudah waktunya untuk diganti. Kami berharap tidak dipolitisir," lanjutnya. Baca: Biaya Ganti Cat Pesawat Kepresidenan Rp2 M, Faldo Maldini: Sudah Ada di APBN
Faldo kemudian menjelaskan pesawat Kepresidenan tidak sama dengan pesawat tempur yang digunakan untuk peperangan atau pengintaian yang membutuhkan warna tertentu untuk berkamuflase. Karena itu yang terpenting dalam pesawat Kepresidenan adalah standar keamanannya.
Maka, perawatan rutin menjadi suatu keniscayaan. Adapun pengubahan warna menjadi lebih efisien di samping perawatan yang telah dilakukan.
Lihat Juga :