Cat Ulang dan Ubah Warna Pesawat Kepresidenan Bukan Kebutuhan Mendesak

Selasa, 03 Agustus 2021 - 16:43 WIB
loading...
Cat Ulang dan Ubah Warna...
Pengamat penerbangan Alvin Lie menilai cat ulang dan ubah warna Pesawat Kepresidenan bukan hal mendesak. Foto/Dok SINDOnews
A A A
JAKARTA - Pengecatan ulang terhadap Pesawat Kepresidenan Indonesia-1 atau Pesawat BBJ 2 menyedot perhatian banyak pihak. Pengamat penerbangan Alvin Lie pun ikut berkomentar.

"Di saat negara sedang hadapi pandemi dan krisis ekonomi, pemerintah seharusnya menunjukkan sense of crisis. Hal-hal yang bukan kebutuhan mendesak perlu ditangguhkan," ujar Alvin Lie kepada SINDOnews, Selasa (3/8/2021).

Menurut dia, anggaran negara seharusnya difokuskan pada penggulangan pandemi Covid-19. Dia pun mengingatkan bahwa tunjangan, insentif aparatur sipil negara (ASN) serta anggaran berbagai kementerian dan lembaga dipangkas untuk refocusing anggaran.

"Cat ulang dan ubah warna pesawat bukan kebutuhan mendesak. Pesawat kepresidenan usianya baru 7 tahun, jarang dipakai. Perawatan bagus, penampilan juga masih layak. Tidak ada urgensi dicat ulang atau ubah warna," katanya.

Baca juga: Selesai Dicat Ulang, Pesawat Kepresidenan Sudah Beroperasi Sejak 17 Juli 2021

Maka itu, dia menilai pihak Istana Kepresidenan perlu terbuka tentang biaya serta proses tender cat ulang pesawat kepresidenan itu agar tidak menjadi pergunjingan dan spekulasi publik. Hal demikian, kata dia, bagian dari transparansi dan akuntabilitas anggaran.

"Dalam checklist C-Check (4.000 sd 6.000 jam operasi) tidak ada kewajiban cat ulang pesawat. Tidak terkait kelaikterbangan dan keselamatan," ungkapnya.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Momen Pesawat Kepresidenan...
Momen Pesawat Kepresidenan Dikawal 4 Unit F-16 dan 2 T50 Golden Eagle
Momen Pesawat Kepresidenan...
Momen Pesawat Kepresidenan Prabowo Dikawal F16 di Langit Yordania
Prabowo Gunakan 2 Pesawat...
Prabowo Gunakan 2 Pesawat Kepresidenan ke Luar Negeri? Seskab Teddy: Tidak Benar
Momen Haru Anak Korban...
Momen Haru Anak Korban Pesawat ATR Bacakan Puisi dan Doakan Jenazah Ayahnya
Momen 6 Jet Tempur JF-17...
Momen 6 Jet Tempur JF-17 Thunder Pakistan Iringi Pesawat Kepresidenan Prabowo
Pilot Airbus A400M Bakal...
Pilot Airbus A400M Bakal Jalani Latihan 30 Hari Kerja di Indonesia
Pesawat PT AMA Diduga...
Pesawat PT AMA Diduga Ditembaki hingga Dibakar KKB Baru Pimpinan M Mbalingga
Pilot Pesawat AMA PK-RCY...
Pilot Pesawat AMA PK-RCY yang Dibakar di Bandara Ipdeheik Papua Tewas
Breaking News! Pesawat...
Breaking News! Pesawat Dibakar OTK di Bandara Ipdeheik Yahukimo Papua
Rekomendasi
Dituduh Meniru Porsche...
Dituduh Meniru Porsche Taycan, Bos MG Kehilangan Muka
Mendagri Beri Apresiasi...
Mendagri Beri Apresiasi pada Warga, Jembatan Enang-Enang Akan Diperkuat
Apa itu Administrasi...
Apa itu Administrasi Gaza yang Baru setelah Pemerintahan Hamas Bubar?
Berita Terkini
Momen Prabowo Beri Angklung...
Momen Prabowo Beri Angklung ke Presiden Narendra Modi Jadi Bukti Simbol Persahabatan
Prabowo Minta Dibentuk...
Prabowo Minta Dibentuk Satgas Akademisi, Begini Reaksi Mendiktisaintek
PTUN Jakarta Kabulkan...
PTUN Jakarta Kabulkan Gugatan Pegawai Kemenham ke Natalius Pigai
Polisi Tetapkan 32 Tersangka...
Polisi Tetapkan 32 Tersangka Kasus Dugaan Haji Ilegal, Kerugian Rp116 Miliar
Inovasi AI Sampah Semarang...
Inovasi AI Sampah Semarang Raih Guangzhou Award 2026
Reaksi Praperadilan...
Reaksi Praperadilan Roy Suryo, Ade Darmawan: Jangan Senang Dulu, Pokok Perkara Tidak Gugur
Infografis
Memanas, AS dan Rusia...
Memanas, AS dan Rusia Saling Unjuk Pesawat Pengebom Nuklir
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved