PPKM Level 4 Diperpanjang, Saleh Partaonan Daulay: Harus Ada Penyempurnaan Kebijakan

Selasa, 03 Agustus 2021 - 09:37 WIB
loading...
PPKM Level 4 Diperpanjang,...
Ketua Fraksi PAN DPR RI Saleh Partaonan Daulay. Foto/Dok SINDOnews
A A A
JAKARTA - Ketua Fraksi Partai Amanat Nasional (PAN) DPR RI Saleh Partaonan Daulay menyebutkan keputusan pemerintah memperpanjang Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Level 4 mulai 3 hingga 9 Agustus 2021 harus dibarengi penyempurnaan kebijakan.

"Saya kira, presiden telah melakukan evaluasi terhadap pelaksanaan PPKM Level 4 yang telah dilaksanakan. Seperti yang disampaikan, terdapat penurunan orang yang terpapar Covid. Tingkat hunian rumah sakit turun. Orang yang sembuh bertambah. Dan yang meninggal dunia semakin sedikit," ujar Saleh Daulay, Selasa (3/8/2021).

Ia menyebutkan kebijakan tersebut diambil tentunya setelah pemerintah melakukan evaluasi. Kebijakan PPKM Level dilanjutkan dikarenakan penularan Covid-19 masih tinggi di sejumlah daerah di Indonesia. Apalagi, dengan adanya keberadaan varian baru virus Corona (Covid-19).

Baca juga: PPKM Level 4 Diperpanjang, Ini Poin-Poin Aturannya

"Wajar kalau perpanjangan pelaksanaan PPKM masih dibutuhkan. Setidaknya, untuk memastikan agar warga masyarakat tetap menjaga diri agar tidak mengahadiri dan membuat kerumunan. Penularan harus dihindari dan diantisipasi. Kuncinya adalah kedisiplinan warga dalam menerapkan protokol kesehatan," tambah Saleh Daulay.

Namun, dia meminta kebijakan pemerintah untuk memperpanjang PPKM Level 4 harus dibarengi dengan penyempurnaan kebijakan. "Harus diupayakan bagaimana agar masyarakat patuh dan taat terhadap semua aturan yang diterapkan. Penegakan kedisiplinan harus dilakukan secara tegas dengan cara-cara humanis. Dibutuhkan pendekatan persuasif dan partisipatoris dari semua anggota masyarakat," tambah Saleh Daulay.

Baca juga: PPKM Diperpanjang, Penumpang KRL Commuter Line di Stasiun Rawa Buaya Sepi

Pemberian bantuan sosial dan subsidi bagi masyarakat yang terdampak juga harus disempurnakan dari berbagai macam penyelewengan di lapangan. "Kebijakan PPKM telah membawa dampak tidak baik bagi perekonomian masyarakat. Ada banyak anggota masyarakat yang usahanya terganggu. Akibatnya penghasilan menurun dan kebutuhan rumah tangganya tidak tercukupi," kata Saleh Daulay.

Untuk itu, jaring pengaman sosial dalam bentuk bansos dan subsidi harus disalurkan secara baik dan tepat sasaran. Daerah-daerah yang memberlakukan kebijakan PPKM harus segera menyalurkan bantuan yang dibutuhkan masyarakat secara merata dan berkeadilan. Tidak boleh ada yang dilupakan dan terlupakan.

Pemerintah juga dituntut untuk memperbaiki layanan kesehatan yang ada mulai dari ruang inap, alat kesehatan, obat-obatan, tenaga medis, dan tenaga kesehatan penunjang lainnya.
"Sebab, belum ada satu pun yang bisa memastikan kapan pandemi ini akan berakhir. Jangan lagi ada cerita kelangkaan obat. Obat harus tersedia dan dapat dijangkau. Produksi dan distribusi oksigen ke rumah-rumah sakit harus diutamakan. Harus dipastikan juga ketersediaan oksigen dan alat-alat kesehatan lainnya," tandasnya.
(zik)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Reshuffle Kabinet Dianggap...
Reshuffle Kabinet Dianggap Tepat, Masyarakat Ingin Ada Perubahan
Saleh Daulay Sangkal...
Saleh Daulay Sangkal Bima Arya soal PAN Dapat 4 Kursi Menteri Prabowo
Debat Sengit Refly Harun...
Debat Sengit Refly Harun dan Saleh Daulay, soal Ketum PAN Kalah Sama Gibran di Pencawapresan
Eddy Soeparno hingga...
Eddy Soeparno hingga Saleh Daulay Jadi Kandidat Menteri dari PAN
DPR Pastikan UU Kesehatan...
DPR Pastikan UU Kesehatan Sudah Menampung Aspirasi Masyarakat
PAN: Semua Warga Harus...
PAN: Semua Warga Harus Merasakan Kehadiran Negara ketika Sakit
Kepsek Angkat Bicara...
Kepsek Angkat Bicara Usai Heboh SMKN 3 Wonosari Diduga Tahan Ijazah Siswanya
Konsisten Dukung Program...
Konsisten Dukung Program Pemerintah, SiCepat Raih Penghargaan BAZNAS dan PPKM Award
Ganjar Pranowo Bersyukur...
Ganjar Pranowo Bersyukur Ramadan Tahun Ini Tanpa PPKM
Rekomendasi
Rekor 32 Tahun Tumbang...
Rekor 32 Tahun Tumbang di Piala Dunia 2026
Diskon Tarif Transportasi...
Diskon Tarif Transportasi hingga 30% Kembali Menyapa selama Periode Libur Sekolah 2026
Euforia Suporter Memuncak,...
Euforia Suporter Memuncak, Meksiko Siap Rem Penjualan Alkohol
Berita Terkini
Perkuat Nasionalisme,...
Perkuat Nasionalisme, TNI Gelar Nobar Kebangsaan Piala Dunia 2026 di 1.500 Lokasi
Ungkap Kondisi Terkini...
Ungkap Kondisi Terkini Dokter Tifa, Kuasa Hukum: Masih Terpasang Infus
Kuasa Hukum Prioritaskan...
Kuasa Hukum Prioritaskan Roy Suryo dan Dokter Tifa Tak Ditahan saat Penyerahan ke Kejaksaan
Gelar Mimbar Mahasiswa,...
Gelar Mimbar Mahasiswa, BEM Persatuan Indonesia Sampaikan Lima Pernyataan Sikap
Gelar Pertemuan di Ponpes...
Gelar Pertemuan di Ponpes Al Falah Ploso Kediri, Ini Tiga Seruan Masyayikh NU
Seskab Teddy Bertemu...
Seskab Teddy Bertemu Kepala BNN Komjen Suyudi, Ada Apa?
Infografis
4 Alasan Mengapa Indonesia...
4 Alasan Mengapa Indonesia Harus Membela Palestina
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved