Saleh Daulay Sangkal Bima Arya soal PAN Dapat 4 Kursi Menteri Prabowo

Selasa, 21 Mei 2024 - 18:25 WIB
loading...
Saleh Daulay Sangkal...
Ketua Fraksi Partai Amanat Nasional (PAN) Saleh Partaonan Daulay menyangkal pernyataan Bima Arya soal partainya dapat jatah 4 kursi menteri di Pemerintahan Prabowo-Gibran. Foto/SINDOnews
A A A
JAKARTA - Ketua Fraksi Partai Amanat Nasional (PAN) Saleh Partaonan Daulay menyangkal pernyataan Wakil Ketua Umum PAN Bima Arya soal partainya dapat jatah 4 kursi menteri di Pemerintahan Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming Raka. Saleh mengatakan, wacana pemberian kursi menteri itu tak benar bila tidak dilontarkan langsung oleh Presiden terpilih 2024-2029 Prabowo.

"Sebelum Prabowo menyebut angkanya (kursi kabinet), maka semua isu yang beredar di luar tidak benar," kata Saleh saat ditemui di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (21/5/2024).

Bila ada kader PAN yang menyebut jumlah jatah kursi kabinet, kata Saleh, itu merupakan bagian dari doa dan harapan. Namun, ia menuturkan, bila doa jangan tanggung-tanggung.

Baca juga: Rencana 40 Menteri Kabinet Prabowo-Gibran Dikritik, Pengamat Bandingkan dengan Amerika Serikat

"Kalau misal ada kader PAN yang menyebut 4, itu doa, doa dan harapan. Tapi kalau doa jangan tanggung, jangan 4, kasih tahu 5 (atau) 6. Nah itu yang masuk akal. Tetapi kalau di luar itu ya doalah anggapannya ya dianggap doalah. Anggapannya dianggap doa, saya yakin lebih dari 4 justru. Ya kan, namanya doa," ucap Saleh.

Keyakinan itu, didasari Saleh lantaran PAN sudah tiga periode mendukung Prabowo di pemilihan presiden (pilpres). "Kita 2 periode kosong loh enggak dapat apa apa mendukung, kita berada di luar pemerintahan. Kemudian kita kan konsisten nih, paling loyal dengan Pak Prabowo, dan Pak Prabowo kemungkinan besar sangat memperhatikan hal hal seperti ini gitu," pungkasnya.
(rca)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Penyebaran Budaya LGBT...
Penyebaran Budaya LGBT Ancaman Negara Nonmiliter, Ada di Perpres yang Diteken Prabowo
Fenomena Korupsi di...
Fenomena Korupsi di Era Pemerintahan Prabowo Subianto
Prabowo: Indonesia Berada...
Prabowo: Indonesia Berada pada Persimpangan Sejarah, di Tengah Konflik Dunia
Prabowo: Kita Butuh...
Prabowo: Kita Butuh Kritik untuk Perbaiki Diri
Gerindra: Komunikasi...
Gerindra: Komunikasi Prabowo dengan Jokowi Baik-Baik Aja
Prabowo Ingatkan Gaji...
Prabowo Ingatkan Gaji Polisi Berasal dari Uang Rakyat: Jangan Justru Menyusahkan
KKB Papua Tembak Mati...
KKB Papua Tembak Mati Pilot Nicholas F Goselin lalu Salahkan AS dan Indonesia, Amerika Bungkam
Prabowo Pangkas 1.000...
Prabowo Pangkas 1.000 BUMN Menjadi 250, Bagaimana Nasib Karyawan?
Prabowo Beri Penghargaan...
Prabowo Beri Penghargaan Nugraha Sakanti ke Polda Riau, Kapolda: Milik Seluruh Personel
Rekomendasi
Trump Telepon Putin...
Trump Telepon Putin pada Hari Kemerdekaan AS selama 1,5 Jam, Ini 5 Topik yang Dirundingkan
Lanjutkan Tren Swasembada...
Lanjutkan Tren Swasembada Pangan RI, Mentan: Sudah 8 Komoditas, Tinggal Tiga Belum
Polri Presisi Dinilai...
Polri Presisi Dinilai Telah Sampai di Hati Masyarakat
Berita Terkini
Menag Sebut Pesantren...
Menag Sebut Pesantren Sekolah Paling Aman Dunia dan Akhirat
Said Aqil Siradj: Kebangkitan...
Said Aqil Siradj: Kebangkitan Umat Harus Dimulai dari Penguatan Iman yang Hakiki
Dharma Pongrekun Tanggapi...
Dharma Pongrekun Tanggapi Kemenkes: Kalau Semua Sudah Konstitusional, Mengapa Masih Perlu Meyakinkan Publik?
PM Singapura Lawrence...
PM Singapura Lawrence Wong Bertemu Presiden Prabowo Besok, Ini yang Dibahas
IM57+ Desak KPK Usut...
IM57+ Desak KPK Usut Tuntas Amplop Bupati Kuansing untuk Menhut
Wamenkomdigi Sebut 3...
Wamenkomdigi Sebut 3 dari 5 Anak Palsukan Usia untuk Akses Medsos
Infografis
True Promise 4 Mengamuk!...
True Promise 4 Mengamuk! Pangkalan Militer AS di Timur Tengah Jadi Rongsokan
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved