Diskriminasi Perempuan dan Perlindungan Anak Dinilai Harus Terus Diperhatikan

Selasa, 03 Agustus 2021 - 06:51 WIB
loading...
Diskriminasi Perempuan...
Kak Seto. Foto/SINDOnews
A A A
JAKARTA - Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Republik Indonesia (KemenPPPA) sukses menyelenggaran rangkaian Festival Keluarga bertajuk 'Nanti Kita Cerita Tentang Perempuan dan Anak'.

Baca juga: Gerakan-Gerakan Perlawanan terhadap Diskriminasi Perempuan

Festival tersebut dilaksanakan dalam rangka menyambut Hari Anak Nasional dan Momentum Ratifikasi Konvensi CEDAW yang jatuh pada 23 dan 24 Juli 2021 lalu.

Baca juga: Pulihkan Kondisi, Pemerintah Diminta Tak Diskriminasi Perempuan

Mengundang berbagai narasumber ternama seperti Sakdiyah Ma'ruf, Najeela Shihab dan Kak Seto, Festival yang terdiri dari 9 rangkaian kegiatan ini dihadiri ribuan orang dari seluruh pelosok Indonesia.
Diskriminasi Perempuan dan Perlindungan Anak Dinilai Harus Terus Diperhatikan

Rangkaian acara Festival Keluarga Responsif Gender ini diselenggarakan oleh KemenPPPA pada tanggal 21 hingga 30 Juli 2021. Dalam serial webinar yang diselenggarakan selama tiga hari, tercatat lebih dari 2.700 peserta dengan berbagai latar belakang isu keluarga, perempuan, dan anak hadir.

Rangkaian kegiatan ini dikemas dalam tiga serial webinar, empat serial live instagram, dan dua seri podcast. Indra Gunawan selaku PLT Deputi Bidang Partisipasi Masyarakat KemenPPPA mengatakan,
peran keluarga sangat penting bagi pembentukan karakter dan kepribadian seorang anak.

"Hal tersebut dapat dilakukan dengan beberapa cara, yang utama adalah dengan memerhatikan proses pengasuhan dan internalisasi nilai di dalam keluarga inti dan masyarakat sekitar, dalam sambutannya," kata Indra Gunawan, Senin (2/8/2021).

Indra menambahkan, KemenPPPA akan membantu menyelesaikan masalah yang ada dengan merumuskan kebijakan dan koordinasi.

"Sinkronisasi pelaksanaan kebijakan terkait isu perempuan dan anak kebijakan dapat dilaksanakan dengan baik jika adanya kolaborasi dari berbagai pihak," ujarnya.

Pemerhati Anak dan Pengelola Komunitas Tanoker Ledokombo, Ciciek Farha mengajak peserta webinar, untuk menerapkan pengasuhan gotong royong, yaitu pola pengasuhan yang diajarkan olehnya di Ledokombo.

"Dengan mengajarkan mindset 'anakku anakmu anak kita semua, cucuku cucumu cucu kita semua'. hal ini dikarenakan keterlibatan di wilayah dimana kebanyakan penduduknya adalah pekerja migran, sehingga pengasuhan anak menjadi tanggung jawab bersama warga sekitar," jelas Ciciek.

Senada dengan Ciciek, Kak Seto dalam serial podcast KemenPPPA menegaskan, terdapat lima klaster hak yang jarang diketahui oleh sebagian besar masyarakat dan khususnya orang tua.

"Adapun lima klaster hak yang dimaksudkan, yaitu hak sipil dan kebebasan; lingkungan keluarga dan pengasuhan alternatif; kesehatan dasar dan kesejahteraan; pendidikan, pemanfaatan waktu luang, dan kegiatan budaya; dan perlindungan khusus," ungkap Kak Seto.

Sedangkan dalam rangkaian webinar perempuan, Sakdiyah Ma’ruf (BBC 100 Women 2018) bercerita bahwa kunci utama dari kesetaraan gender di dalam keluarga adalah saling membantu.

Kata Sakdiyah, banyak masyarakat umum yang dirasa kurang berani dalam menyuarakan pendapatnya yang benar dan dirasakan oleh sebagian besar orang.

"Sebaliknya, justru banyak tokoh publik yang memiliki banyak pengikut justru tidak mampu memanfaatkan power tersebut untuk bersuara. Dengan demikian, dalam hal ini perlu adanya kolaborasi antar keduanya," ujar Sakdiyah.

Dijelaskan dia, kegiatan ini menjadi momentum bagi KemenPPPA untuk mendorong dukungan terhadap pemenuhan hak anak, perlindungan anak.

"Dan penghapusan segala bentuk diskriminasi terhadap perempuan, serta memberikan informasi yang komprehensif tentang perlindungan anak serta pemberdayaan perempuan di level keluarga," tutupnya.
(maf)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Kementerian PPPA Perkuat...
Kementerian PPPA Perkuat Perlindungan Anak dari Ancaman Judol
8 Platform Patuhi PP...
8 Platform Patuhi PP Tunas, Komdigi Deadline hingga Juni 2026
TIDAR Desak Pembenahan...
TIDAR Desak Pembenahan Sistem Daycare Nasional Buntut Kekerasan Anak di Little Aresha Yogyakarta
Kekerasan Daycare di...
Kekerasan Daycare di Yogyakarta, Selly PDIP: Tragedi Kegagalan Sistem Perlindungan Anak
Bertemu Menteri Hukum,...
Bertemu Menteri Hukum, Platform Digital Global Komitmen Dukung Perlindungan Anak
Nurul Arifin Apresiasi...
Nurul Arifin Apresiasi Kepatuhan Roblox terhadap PP Tunas, Perlindungan Anak Jadi Prioritas
Anak-anak Kian Rentan...
Anak-anak Kian Rentan di Dunia Digital, Pemkot Tangerang Dukung Optimalisasi PP Tunas
Buku “Misi untuk Raka”...
Buku Misi untuk Raka Diluncurkan, Edukasi Anak Usia Dini agar Seru Tanpa Gawai
PNM-Kementerian PPPA...
PNM-Kementerian PPPA Berdayakan Perempuan melalui Pendampingan Usaha di NTT
Rekomendasi
Mengapa Hari Asyura...
Mengapa Hari Asyura Begitu Istimewa? Ini Keutamaan, Peristiwa Besar, dan Fadhilah Puasanya
Jelang Eksekusi Hotel...
Jelang Eksekusi Hotel Sultan, Spanduk Penolakan hingga Kawat Berduri Terpasang di Sekitar Lokasi
Ronaldo: Sudah Saatnya...
Ronaldo: Sudah Saatnya Dunia Mengakui Lionel Messi yang Terhebat
Berita Terkini
Mutasi TNI: Marsdya...
Mutasi TNI: Marsdya M. Khairil Lubis Jabat Dansesko TNI, Marsda Muzafar Jadi Pangkogabwilhan II
PB PMII Serukan Persatuan...
PB PMII Serukan Persatuan Nasional, Kembalikan Intelektualitas Jadi Navigasi Gerakan
Qodari: Stimulus Tarif...
Qodari: Stimulus Tarif Transportasi Dikucurkan saat Libur Sekolah dan Nataru
Kejagung Segel Gudang...
Kejagung Segel Gudang Motor Listrik Milik BGN di Bogor
KPK Telusuri Dugaan...
KPK Telusuri Dugaan Aliran Uang Kasus Kuota Haji dari Kemenag ke Pansus DPR
Dharma Pongrekun Gugat...
Dharma Pongrekun Gugat UU Kesehatan, Berharap Hakim MK 'Diketuk Hatinya oleh Tuhan'
Infografis
5 Buah Rendah Gula yang...
5 Buah Rendah Gula yang Aman untuk Diet, Tetap Manis dan Menyegarkan
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved