Apresiasi Corona di 2 Daerah Ini Turun, Mendagri: Tingkatkan Insentif Nakes
Jum'at, 30 Juli 2021 - 07:12 WIB
loading...
Mendagri Tito Karnavian melakukan kunker ke Kabupaten Cirebon, Rabu 28 Juli 2021. Kunker tersebut terkait peninjauan pelaksanaan penanganan pandemi Covid-19. Foto/Ist
A
A
A
JAKARTA - Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian melakukan kunjungan kerja (kunker) ke Kabupaten Cirebon, Jawa Barat, Rabu 28 Juli 2021. Kunjungan tersebut terkait peninjauan pelaksanaan penanganan pandemi corona virus disease 2019 (Covid-19).
Baca juga: Kasus Corona Bertambah 43.479 Sehari, Jabar Tertinggi Diikuti Jatim dan Jateng
Tito mengatakan, angka kasus Covid-19 di Kabupaten Cirebon terus mengalami penurunan yang sangat drastis.
"Angka kasus Covid-19 Kabupaten Cirebon sempat mencapai 500 kasus per hari. Namun data terakhir yang kami miliki, saat ini hanya 51 kasus saja," kata Tito dalam keterangannya, Jumat (30/7/21).
Baca juga: Tak Bisa Prediksi Kapan Berakhir, Indonesia Akan Hidup Berdampingan dengan Corona?
Mantan Kapolri ini mengungkapkan, angka keterisian tempat tidur pasien Covid-19 atau bed occupancy ratio (BOR) di Kabupaten Indramayu menurun secara signifikan.
"Sebelumnya, tingkat BOR di Indramayu sudah mencapai 90 persen, Sekarang tinggal 58 persen," ujarnya.
Baca juga: Tekankan Pengendalian, Ketua Satgas: Tak Ada Seorangpun Kebal Corona
Menurut Tito, informasi perkembangan di dua kabupaten selama pelaksanaan pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) berlangsung ini cukup menggembirakan .
Pasalnya Tito menilai, ada tiga wilayah di Jawa Barat yang menjadi penyumbang kasus terbesar, yakni wilayah Kota Depok, Kota/Kabupaten Bekasi, dan Bandung Raya (Kabupaten Bandung, Kota Bandung, Cimahi, dan Kabupaten Bandung Barat.
"Kabupaten Cirebon masuk dalam aglomerasi Cirebon Raya. Dari data di tingkat nasional, wilayah Cirebon Raya ini relatif menurun dibandingkan daerah lainnya," jelasnya.
Ia berpesan treatment yang baik dari sistem kesehatan di Kabupaten Cirebon ini dapat terus diperbaiki untuk kedepannya.
"Dari segi statistik terjadi penurunan signifikan. Ini menunjukkan treatment yang baik dari sistem kesehatan di Kabupaten Cirebon. Kami berharap ini dapat terus diperbaiki, angka kematian harus ditekan dan kasus Covid-19 diharapkan terus menurun," tegas tito.
"Penurunan mobilitas dan kerumunan, pengggunaan masker yang harus ditingkatkan, pasti akan menurunkan kasus," sambungnya.
Dalam kunjungan tersebut, Tito juga meminta agar realisasi anggaran insentif tenaga kesehatan di Cirebon segera ditingkatkan. "Menjadi catatan penting, insentif tenaga kesehatan, tolong ditingkatkan karena baru 16 persen lebih," ungkapnya .
Diketahui sebelumnya bahwa Pemerintah Kabupaten Cirebon memiliki alokasi anggaran insentif tenaga kesehatan sekitar Rp51,89 miliar, namun yang terealisasi baru 16,73 persen saja.
Oleh karena itu, Tito meminta agar anggaran segera direalisasikan karena tenaga kesehatan adalah garda terdepan penanganan virus Corona.
Baca juga: Kasus Corona Bertambah 43.479 Sehari, Jabar Tertinggi Diikuti Jatim dan Jateng
Tito mengatakan, angka kasus Covid-19 di Kabupaten Cirebon terus mengalami penurunan yang sangat drastis.
"Angka kasus Covid-19 Kabupaten Cirebon sempat mencapai 500 kasus per hari. Namun data terakhir yang kami miliki, saat ini hanya 51 kasus saja," kata Tito dalam keterangannya, Jumat (30/7/21).
Baca juga: Tak Bisa Prediksi Kapan Berakhir, Indonesia Akan Hidup Berdampingan dengan Corona?
Mantan Kapolri ini mengungkapkan, angka keterisian tempat tidur pasien Covid-19 atau bed occupancy ratio (BOR) di Kabupaten Indramayu menurun secara signifikan.
"Sebelumnya, tingkat BOR di Indramayu sudah mencapai 90 persen, Sekarang tinggal 58 persen," ujarnya.
Baca juga: Tekankan Pengendalian, Ketua Satgas: Tak Ada Seorangpun Kebal Corona
Menurut Tito, informasi perkembangan di dua kabupaten selama pelaksanaan pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) berlangsung ini cukup menggembirakan .
Pasalnya Tito menilai, ada tiga wilayah di Jawa Barat yang menjadi penyumbang kasus terbesar, yakni wilayah Kota Depok, Kota/Kabupaten Bekasi, dan Bandung Raya (Kabupaten Bandung, Kota Bandung, Cimahi, dan Kabupaten Bandung Barat.
"Kabupaten Cirebon masuk dalam aglomerasi Cirebon Raya. Dari data di tingkat nasional, wilayah Cirebon Raya ini relatif menurun dibandingkan daerah lainnya," jelasnya.
Ia berpesan treatment yang baik dari sistem kesehatan di Kabupaten Cirebon ini dapat terus diperbaiki untuk kedepannya.
"Dari segi statistik terjadi penurunan signifikan. Ini menunjukkan treatment yang baik dari sistem kesehatan di Kabupaten Cirebon. Kami berharap ini dapat terus diperbaiki, angka kematian harus ditekan dan kasus Covid-19 diharapkan terus menurun," tegas tito.
"Penurunan mobilitas dan kerumunan, pengggunaan masker yang harus ditingkatkan, pasti akan menurunkan kasus," sambungnya.
Dalam kunjungan tersebut, Tito juga meminta agar realisasi anggaran insentif tenaga kesehatan di Cirebon segera ditingkatkan. "Menjadi catatan penting, insentif tenaga kesehatan, tolong ditingkatkan karena baru 16 persen lebih," ungkapnya .
Diketahui sebelumnya bahwa Pemerintah Kabupaten Cirebon memiliki alokasi anggaran insentif tenaga kesehatan sekitar Rp51,89 miliar, namun yang terealisasi baru 16,73 persen saja.
Oleh karena itu, Tito meminta agar anggaran segera direalisasikan karena tenaga kesehatan adalah garda terdepan penanganan virus Corona.
(maf)
Lihat Juga :