Varian Baru Virus Corona Lebih Menular, Eks Direktur WHO: Tingkatkan WGS
Rabu, 28 Juli 2021 - 19:09 WIB
loading...
A
A
A
"Varian Delta adalah salah satu “Varian of Concern” dalam klasifikasi WHO, bersama varian Alfa, Beta dan Gamma. Selain itu ada juga berbagai varian baru yang oleh WHO dikelompokkan menjadi “Variant of Interest (VOI)”, yaitu varian Epsilon, Zeta, Eta, Theta, Iota dan dua yang paling banyak dibicarakan adalah Varian Kappa dan Lambda," papar Tjandra.
Tjandra pun mengingatkan meski sekarang banyak dibahas dampak varian Delta di Tanah Air, tapi harus waspada juga dengan kemungkinan varian baru lain. "Baik yang bermula dari luar negeri atau yang bukan tidak mungkin terbentuk di negara kita karena tingginya angka penularan di masyarakat," tuturnya.
"Jelasnya, kalau penularan di masyarakat sedang tinggi, seperti sekarang sedang terjadi di negara kita, maka virus akan terus bereplikasi dengan jumlah yang banyak, dan bukan tidak mungkin waktu replikasi akan terjadi perubahan /mutasi bagian virus dan kemudian terbentuk varian baru," ucapnya.
Oleh karena itu, Tjandra menegaskan, secara kesehatan masyarakat dan juga untuk menentukan kebijakan maka data yang cukup luas tentang varian Delta (atau varian lain) di Indonesia perlu diketahui.
"Jadi, peningkatan jumlah pemeriksaan Whole Genome Sequencing (WGS) menjadi amat diperlukan untuk kita mengetahui secara lebih tepat apa saja yang ada di lapangan," tutup Tjandra.
Tjandra pun mengingatkan meski sekarang banyak dibahas dampak varian Delta di Tanah Air, tapi harus waspada juga dengan kemungkinan varian baru lain. "Baik yang bermula dari luar negeri atau yang bukan tidak mungkin terbentuk di negara kita karena tingginya angka penularan di masyarakat," tuturnya.
"Jelasnya, kalau penularan di masyarakat sedang tinggi, seperti sekarang sedang terjadi di negara kita, maka virus akan terus bereplikasi dengan jumlah yang banyak, dan bukan tidak mungkin waktu replikasi akan terjadi perubahan /mutasi bagian virus dan kemudian terbentuk varian baru," ucapnya.
Oleh karena itu, Tjandra menegaskan, secara kesehatan masyarakat dan juga untuk menentukan kebijakan maka data yang cukup luas tentang varian Delta (atau varian lain) di Indonesia perlu diketahui.
"Jadi, peningkatan jumlah pemeriksaan Whole Genome Sequencing (WGS) menjadi amat diperlukan untuk kita mengetahui secara lebih tepat apa saja yang ada di lapangan," tutup Tjandra.
(maf)
Lihat Juga :