Pentingnya Bioinformatika untuk Masa Depan
Senin, 26 Juli 2021 - 10:15 WIB
loading...
A
A
A
Mempelajari bioinformatika juga penting untuk memecahkan masalah lingkungan, seperti solusi pengolahan limbah, maupun pangan seperti pengembangan suplemen baru. Arli mengungkapkan bahwa perkembangan ilmu bioinformatika di masa depan sangatlah pesat.
“Pengembangan vaksin dan obat COVID-19 yang berlangsung cepat salah satunya karena peran ilmu bioinformatika, Bahkan ditemukannya varian-varian SARS-CoV-2 baru seperti varian alpha dan terutama delta, yang sedang ‘menyerang’ negara kita, banyak dibantu dengan analisis data Whole genome sequencing dengan perangkat bioinformatika,” jelasnya.
Sekarang, ilmuwan sedang melakukan penelitian ekstensif, kemungkinan kedepannya virus cCrona tipe lain akan menyebabkan pandemi, dan penelitian untuk menemukan ‘obat dan vaksin’ universal yang dapat mengatasi semua tipe virus Corona. Ke depannya, aplikasi molecular medicine akan semakin cerdas dengan bantuan bioinformatika.
Kemajuan Teknologi pun tidak terlepas dengan pengaruh dari ilmu bioinformatika itu sendiri. Arli menuturkan bahwa bioinformatika dapat beroperasi dalam rangka atau frameworks contactless economy, dalam konteks ilmu ini tetap bisa dipelajari dan dieksekusi dengan melakukan penelitian dimana saja dan kapan saja selama memiliki komputer, akses internet, dan jika memungkinkan, penyimpanan awan (cloud storage). Baca juga: ITS Peringkat Pertama di Indonesia Bidang Computer Science versi SIR
“Dengan demikian, prediksi terjadinya pandemi, maupun pengawasan genome (genomic surveillance) akan dilakukan lebih cepat, tepat, dan akurat. Sehingga tidak perlu menunggu waktu lama untuk identifikasi varian maupun tipe virus Corona yang baru. Teknologi penyimpanan awan juga didukung dengan keberadaan komputer super, yang dapat melakukan simulasi molekuler untuk seluruh organel dan biomolekul di dalam sel,” paparnya.
“Pengembangan vaksin dan obat COVID-19 yang berlangsung cepat salah satunya karena peran ilmu bioinformatika, Bahkan ditemukannya varian-varian SARS-CoV-2 baru seperti varian alpha dan terutama delta, yang sedang ‘menyerang’ negara kita, banyak dibantu dengan analisis data Whole genome sequencing dengan perangkat bioinformatika,” jelasnya.
Sekarang, ilmuwan sedang melakukan penelitian ekstensif, kemungkinan kedepannya virus cCrona tipe lain akan menyebabkan pandemi, dan penelitian untuk menemukan ‘obat dan vaksin’ universal yang dapat mengatasi semua tipe virus Corona. Ke depannya, aplikasi molecular medicine akan semakin cerdas dengan bantuan bioinformatika.
Kemajuan Teknologi pun tidak terlepas dengan pengaruh dari ilmu bioinformatika itu sendiri. Arli menuturkan bahwa bioinformatika dapat beroperasi dalam rangka atau frameworks contactless economy, dalam konteks ilmu ini tetap bisa dipelajari dan dieksekusi dengan melakukan penelitian dimana saja dan kapan saja selama memiliki komputer, akses internet, dan jika memungkinkan, penyimpanan awan (cloud storage). Baca juga: ITS Peringkat Pertama di Indonesia Bidang Computer Science versi SIR
“Dengan demikian, prediksi terjadinya pandemi, maupun pengawasan genome (genomic surveillance) akan dilakukan lebih cepat, tepat, dan akurat. Sehingga tidak perlu menunggu waktu lama untuk identifikasi varian maupun tipe virus Corona yang baru. Teknologi penyimpanan awan juga didukung dengan keberadaan komputer super, yang dapat melakukan simulasi molekuler untuk seluruh organel dan biomolekul di dalam sel,” paparnya.
(kri)
Lihat Juga :