Luhut Ingatkan Potensi Munculnya Virus Lebih Ganas dari Varian Delta

loading...
Luhut Ingatkan Potensi Munculnya Virus Lebih Ganas dari Varian Delta
Menko Marinves Luhut Binsar Panjaitan mengingatkan masyarakat agar waspada terhadap potensi munculnya virus yang lebih ganas dari Covid-19 varian Delta. FOTO/DOK.SINDOnews
JAKARTA - Menteri Koordinator bidang Maritim dan Investasi (Menko Marinves) Luhut Binsar Panjaitan mengingatkan masyarakat agar waspada terhadap potensi munculnya virus yang lebih ganas dari Covid-19 varian Delta .

"Presiden (Joko Widodo) sudah menyampaikan, bukan tidak mungkin ada varian lain lagi yang lebih ganas dari Delta ini," kata Luhut saat konferensi pers secara virtual lewat Youtube resmi Sekretariat Presiden, dikutip, Senin (26/7/2021).

Luhut pun meminta agar semua pihak bersiap terhadap potensi adanya varian yang lebih ganas ini. "Oleh karena itu kita tidak perlu buru-buru bersenang hati tapi kita harus bersiap terhadap apapun yang terjelek. Tapi kalau hari ini seperti ini, Insya Allah saya kira kita akan bisa mengatasinya," ujarnya.

Baca juga: Sinovac: Vaksin Kami Efektif Melawan COVID-19 Varian Delta

Pensiunan Jenderal TNI ini mengajak semua masyarakat agar menaati protokol kesehatan yang ketat terutama untuk mengatasi virus Covid-19 varian Delta. Dia mengatakan bahwa penanganan pandemi Covid-19 merupakan tanggung jawab semua pihak. Dengan penanganan Covid-19 berjalan baik, maka ekonomi juga akan kembali berjalan.



"Ini adalah tanggung jawab kita semua dan penanganan varian Delta ini bisa dapat ditangani dengan baik dan ekonomi rakyat kecil bisa berjalan, itu berpulang kepada kita semua," kata Luhut.

"Saya berharap teman-teman sebangsa se-Tanah Air, ayo kita rapatkan barisan untuk kita bersama-sama mengatasi varian Delta ini, kita satu, kita kan bisa," ujarnya.

Baca juga: Varian Delta Masuk Lubuklinggau, Wali Kota Tutup Semua Kantor, Kecuali 3 Instansi Ini

Menurut Luhut, sesuai dengan instruksi Presiden Jokowi bahwa testing dan tracing akan ditingkatkan secara masif. Tindakan ini akan dimulai pada 7 wilayah aglomerasi di Jawa dan Provinsi Bali.

"Kegiatan tracing ini akan dikoordinir oleh TNI bersama dengan Polri, dan Puskesmas-Puskesmas di masing-masing wilayah. Untuk testing tetap dilakukan tenaga kesehatan," kata Luhut.

Luhut memastikan bahwa persiapan sudah baik dan pemerintah juga diberikan asistensi dari ahli epidemiologi dari Universitas Indonesia juga Universitas Gadjah Mada.
halaman ke-1
preload video
TULIS KOMENTAR ANDA!
Top