Kritik Penanganan Pandemi, Cak Imin: Vaksinasi Gagal Kalau Pemerintah One Man Show

Jum'at, 23 Juli 2021 - 20:33 WIB
loading...
Kritik Penanganan Pandemi, Cak Imin: Vaksinasi Gagal Kalau Pemerintah One Man Show
Ketua Umum (Ketum) Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), Muhaimin Iskandar (Cak Imin) mengkritisi manajemen krisis pandemi COVID-19 yang dilakukan pemerintah. Foto/SINDOnews
A A A
JAKARTA - Ketua Umum (Ketum) Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) , Muhaimin Iskandar (Cak Imin) mengkritisi manajemen krisis pandemi COVID-19 yang dilakukan pemerintah. Meskipun sudah bekerja dengan totalitas, bahkan sampai anggarannya habis tetapi masih ada titik lemahnya.

“Di sisi yang lain ada titik lemah, karena keseriusan, kesungguhan dan all out itu pemerintah menjadi satu-satunya pelaku penanganan keadaan, sehingga partisipasi masyarakat menjadi serba berkurang. Semuanya diambil alih pemerintah, langkah-langkah pemerintah. Partisipasi, keterlibatan masyarakat sejak awal menjadi persoalan,” ujar Cak Imin dalam peringatan Harlah PKB ke-23 secara daring, Jumat (23/7/2021). Baca juga: Minta PKB dan NU Makin Solid Hadapi 2024, Said Aqil: Bukan Saatnya Lagi Tegang-tegangan

Oleh karena itu, kata Cak Imin, pada hari jadi PKB yang ke-23 ini, dia mengajak seluruh masyarakat untuk proaktif mengambil peran ketika pemerintah tidak berdaya, atau bahkan mengalami masa-masa kesulitan. Jadi, selain pemerintah harus merevisi strategi yang mana, pihaknya sejak awal sudah mengingatkan bahwa Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) sejak awal tidak memiliki desain partisipasi publik dan menggerakkan masyarakat.

Padahal, dia menambahkan, Bung Karno ketika dalam keadaan mendesak saat invasi penjajah yang kedua, di mana Inggris menyerang kembali di bawah kepemimpinan Malabi, Bung Karno sebagai kepala negara dan pemerintah melibatkan KH Hasyim Asyari dan ulama lainnya dalam mengatasi invasi dengan membentuk perlawanan rakyat terhadap invasi
kedua.

“Seperti halnya itu, pemerintah saya harapkan dan kita semua harapkan, dari dua sisi, dari atas pemerintah bergerak, di bawah masyarakat mengambil alih, berinisiatif, dan berpartisipasi,” imbuhnya.

Wakil Ketua MPR ini pun mencontohkan masalah vaksinasi, vaksinasi ini pasti gagal kalau pemerintah one man show atau menjalankan sendiri. Namun, ia bersyukur bahwa keterlibatan masyarakat telah dibutuhkan dan telah dilakukan.

“Oleh karena itu, strategi pembangunan yang kita lakukan tidak hanya top-down tapi bottom-up, tidak hanya satu arah, tapi seluruh arah mengatasi pandemi ini,” saran Cak Imin.

Mantan Menakertrans ini mengakui bahwa ini memang sulit dan tidak mudah, bahkan mengalami tantangan yang berat. Apalagi, Indonesia telah tertinggal jauh dalam penanganan pandemi ini, banyak negara sukses menangani pandemi, bahkan mereka sudah melaksanakan berbagai turnamen olahraga dan berbagai kegiatan massal tanpa jarak, tanpa masker dan tanpa protokol kesehatan ketat.

“Nah, satu-satunya cara yang bisa mengejar ketertinggalan ini vaksinasi dilakukan secepat-cepatnya, sebanyak-banyaknya, melibatkan semua kekuatan dan saya menorong, kita semua mendorong, kekuatan masyarakat kita ajak bersama-sama,” serunya. Baca juga: Ketum PBNU Sesalkan Pemerintah Main Sendiri dalam Menangani Covid-19

“Hari ini PKB melaksanakan vaksinasi di DPP dan di beberapa cabang, itu memang kecil skalanya tapi sebagai wujud simbolik, dorongan, motivasi bahwa semuanya terus bergerak. Proaktif, karena nggak ada jalan lain kecuali kita proaktif dan mengendalikan keadaan. Itulah salah satu contoh bagaimana PKB harus berkiprah, dari legislatif maupun eksekutif berkomitmen mengatasi keadaan,” tambah Cak Imin.
(kri)
Komentar
Copyright © 2022 SINDOnews.com
read/ rendering in 0.1573 seconds (11.252#12.26)