Perbaiki Demokrasi, Cak Imin: Revisi Paket UU Sistem Pemilu Jadi Agenda Mendesak

Jum'at, 23 Juli 2021 - 18:42 WIB
loading...
Perbaiki Demokrasi,...
Ketua Umum (Ketum) Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Muhaimin Iskandar (Cak Imin) menegaskan revisi paket UU Sistem Pemilu jadi agenda mendesak. Foto/SINDOnews
A A A
JAKARTA - Ketua Umum (Ketum) Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Muhaimin Iskandar (Cak Imin) menegaskan di perayaan hari jadi PKB yang ke-23 ini, PKB menganggap perlunya mengevaluasi sistem demokrasi yang sudah berjalan hampir 25 tahun ini, menambal yang kropos dan merubah yang palsu dan buntu.

Hal ini disampaikan Cak Imin dalam Harlah PKB ke-23 yang bertajuk “Doa dan Syukur 23 Tahun PKB” yang digelar secara fisik dan daring, Jumat (23/7/2021). “Di sisi lain 23 tahun PKB berkiprah di dunia politik ini, mewarnai sistem politik baru, dan kita akan memasuki sebuah era, usia sistem politik Reformasi sudah hampir 25 tahun. Yang harus kita lakukan evaluasi sistem demokrasi kita, kita tambal yang kropos, kita rubah yang mengalami kepalsuan dan kebuntuan, kita rubah menjadi sistem penyempurnaan demokrasi kita,” kata Cak Imin.

Oleh karena itu, Cak Imin mengaku, PKB menjadi salah satu pihak yang menyesal karena perubahan sistem politik melalui revisi paket undang-undang (UU) politik atau UU kepemiluan tidak dilakukan, karena itu sudah menjadi keputusan dari koalisi pendukung pemerintah. “Tapi itu menjadi keputusan politik yang harus kita ikuti, karena ini sudah menjadi keputusan koalisi,” akunya. Baca juga: Harlah ke-23, Cak Imin Pamer PKB Tak Lagi Partai Papan Tengah

Tapi, kata Wakil Ketua DPR ini, yang perlu dicatat, salah satu agenda penyempurnaan sistem politik nasional Indonesia adalah melalui penyempurnaan paket UU sistem politik ini, yang mana penguatan legislatif pusat dan legislatif daerah menjadi mutlak adanya sebagai bagian dari menyinergikan program-program nasional hingga efektif ke tingkat daerah. Baca juga: PKB Masuk Tiga Besar, Wakil Sekretaris PKB DKI: Hasil Survei Ini Memompa Semangat Kader

“Inilah salah satu agenda mendesak, demokrasi yang bermartabat, demokrasi yang bermanfaat, demokrasi yang langsung nyata dinikmati masyarakat. Bukan demokrasi untuk euforia, bukan demokrasi untuk demokrasi, bukan demokrasi untuk pemuasan sistem belaka, tapi demokrasi yang produktif, demokrasi yang menghasilkan percepatan keadilan, kemakmuran dan kesejahteraan. Agenda Inilah yang menjadi agenda kita, 23 tahun PKB,” tegasnya.
(cip)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Wakili 11,7 Juta Suara...
Wakili 11,7 Juta Suara Rakyat, GKSR Minta Parpol Non-Parlemen Dilibatkan Bahas Revisi UU Pemilu
GKSR Usulkan Parliamentary...
GKSR Usulkan Parliamentary Threshold 1%, Ferry Kurnia: Cegah Suara Terbuang
Sambut Baik Kebijakan...
Sambut Baik Kebijakan BKN, Amos Simanjuntak: Kenaikan Pangkat ASN Berbasis Merit Perkuat Reformasi Birokrasi
Semarak Harlah PKB,...
Semarak Harlah PKB, Panji Bangsa Harap Perkokoh Nilai Kebangsaan Generasi Muda
Harlah ke-28 PKB, Panji...
Harlah ke-28 PKB, Panji Bangsa Gelar Turnamen Mini Soccer Inklusif
Panji Bangsa Siap Terdepan...
Panji Bangsa Siap Terdepan Amankan Harlah ke-28 PKB
Jelang Musda Partai...
Jelang Musda Partai Demokrat Aceh, Nurdiansyah Alasta Dapat Dukungan dari Mualem
Sekolah Alam Arus Kualan...
Sekolah Alam Arus Kualan Kalbar Bukti Pendidikan Berkualitas Tak Bergantung Fasilitas
Emak-emak Kian Banyak...
Emak-emak Kian Banyak Bergabung, DPD Partai Perindo Kota Palu Perkuat Struktur hingga Akar Rumput
Rekomendasi
Kebakaran Landa TPA...
Kebakaran Landa TPA Cipayung Depok, 8 Unit Damkar Dikerahkan
Baru Pertama Kali Debut...
Baru Pertama Kali Debut Akting, Axelo langsung Dipercaya Jadi Pemeran Antagonis
Gerak Cepat, BRI Insurance...
Gerak Cepat, BRI Insurance Serahkan Klaim Asuransi Alat Berat Rp322 Juta ke Nasabah Pangkal Pinang
Berita Terkini
BNPB: Karhutla Landa...
BNPB: Karhutla Landa Tiga Daerah, Terparah di Banjarbaru Kalsel
Verifikasi Laporan Gratifikasi...
Verifikasi Laporan Gratifikasi Raja Juli Rampung, KPK: Kini Didalami di Tahap Penindakan
KDKMP Bakal Jadi Pusat...
KDKMP Bakal Jadi Pusat Ekonomi Desa, Mendes: 80% Penghasilan Dikembalikan ke Masyarakat
Tuntas Verifikasi Laporan...
Tuntas Verifikasi Laporan Gratifikasi Raja Juli, KPK: Hasil Hanya Disampaikan ke Pelapor
Kejagung Tunjuk 9 Eks...
Kejagung Tunjuk 9 Eks Jaksa KPK Tangani Kasus Febrie, Pakar: Harus Jawab Harapan Masyarakat
Wakili 11,7 Juta Suara...
Wakili 11,7 Juta Suara Rakyat, GKSR Minta Parpol Non-Parlemen Dilibatkan Bahas Revisi UU Pemilu
Infografis
4 Alasan Selat Hormuz...
4 Alasan Selat Hormuz Jadi Medan Perang Mematikan Antara Iran dan AS
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved