Hari Anak Nasional, Momentum Percepat Vaksinasi Anak

Jum'at, 23 Juli 2021 - 17:05 WIB
loading...
Hari Anak Nasional,...
Ketua Komisi X DPR RI Syaiful Huda. Dok SINDONEWS
A A A
Anak menjadi salah satu pihak yang paling terdampak pandemi Covid-19. Selain harus kehilangan waktu belajar, mereka banyak kehilangan waktu bermain. Pemerintah pun diminta segera menuntaskan vaksinasi bagi anak sehingga mereka kian terlindungi. (Baca Juga :Survey P2G: Mayoritas Orang Tua Setuju Vaksinasi Anak)

“Dalam momentum Hari Anak Nasional ini, kami berharap pemerintah segera menuntaskan vaksinasi bagi anak usia 12-18 tahun. Dengan demikian mereka bisa segera bisa melakukan pembelajaran tatap muka dan lebih banyak waktu bermain di luar rumah,” ujar Ketua Komisi X DPR RI Syaiful Huda, Jumat (23/7/2021).

Dia menjelaskan tingkat keterpaparan anak Indonesia dari virus Corona cukup tinggi. Berdasarkan Data satgas penanganan COVID-19 pada 16 Juli 2021 lalu mencatat, ada 12,8% atau sekitar 351.336 kasus positif covid-19 terjadi pada usia anak usia 0 – 18 tahun. “Yang bikin mengkhawatirkan lagi adalah, korban anak meninggal karena covid-19 mencapai 777 orang,” katanya. (Baca Juga :Menkes: Vaksinasi Anak 12-17 Tahun Akan dilakukan di Sekolah) .

Huda mengatakan dampak pandemi Covid-19 bagi anak Indonesia memang cukup besar. Selain rentan tertular virus, mereka juga terpaksa banyak kehilangan momentum pertumbuhan. Ditutupnya sekolah dan munculnya berbagai bentuk pembatasan sosial, membuat anak-anak Indonesia rentan tertekan secara psikologis. “Banyak anak di Indonesia yang kehilangan kemampuan akademik sesuai dengan kapasitas mereka. Anak-anak usia tumbuh kembang juga banyak mengalami kekerasan dalam rumah tangga. Mereka banyak menjadi pekerja anak hingga terpaksa melakukan pernikahan usia dini dalam satu tahun setengah masa pandemi ini,” bebernya.

Dia mendesak pemerintah mempercepat vaksinasi bagi anak-anak sasaran. Menurutnya penuntasan vaksinasi bagi mereka akan memperbesar peluang bagi pembukaan sekolah. Selain itu dengan vaksinasi peluang anak-anak bisa beraktivitas di luar rumah secara aman akan jauh lebih besar. “Vaksinasi Covid-19 ini akan menurunkan risiko-risiko terburuk jika mereka terinfeksi karena sel memori tubuh sudah mengenal virus sehingga sistem imunitas tubuh bisa bekerja lebih cepat,” katanya. (Baca Juga :Ini 6 Lokasi dan Cara Pendaftaran Vaksinasi Anak Usia 12-17 Tahun)

Politisi PKB ini juga mendesak agar Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Riset Teknologi (Kemendikbud Ristek) juga terus mematangkan konsep sekolah sebagai zona aman Covid-19. Diharapkan dengan penerapan sekolah sebagai zona aman Covid-19, proses edukasi bahaya Covid-19 dan bagaimana cara pencegahannya bisa dilakukan secara massif. “Kita membayangkan dengan sekolah sebagai zona aman maka anak didik bisa segera belajar tatap muka meskipun dengan protocol Kesehatan ketat. Selain itu mereka juga bisa diawasi oleh guru-guru mereka apakah mereka telah menerapkan protocol Kesehatan dalam setiap aktivitas mereka selama situasi new normal karena adanya pandemi,” pungkasnya.
(war)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
AMI: Kebudayaan sebagai...
AMI: Kebudayaan sebagai Solusi Krisis Kepribadian Bangsa
Komisi X DPR RI Minta...
Komisi X DPR RI Minta Pemerintah Tak Pangkas Dana Pendidikan
Tragedi Siswa SD di...
Tragedi Siswa SD di NTT Bunuh Diri karena Orang Tua Tak Mampu Beli Buku dan Pena, Alarm Keras Bagi Negara
Kunjungi BRIN, Verrell...
Kunjungi BRIN, Verrell Bramasta: Komisi X Komitmen Kawal Kebijakan Riset dan Inovasi
Tutup 2025, Kinerja...
Tutup 2025, Kinerja Anggota X DPR Verrell Bramasta Diapresiasi Publik
Tanggap Darurat Bencana,...
Tanggap Darurat Bencana, DPR Apresiasi Berbagai Inovasi BRIN
Salah Fatal, Komisi...
Salah Fatal, Komisi X DPR Desak Lomba Cerdas Cermat 4 Pilar MPR Diulang
Kunjungi Tiga Kabupaten...
Kunjungi Tiga Kabupaten di Jabar, Anggota DPR Verrell Cek Fasilitas Pendidikan
Desak UI Tindak Tegas,...
Desak UI Tindak Tegas, DPR Minta Pelaku Chat Mesum FHUI Dijerat UU TPKS
Rekomendasi
KORPRI Lebak Tantang...
KORPRI Lebak Tantang 1.700 Pelari di Ajang RUNK5BITUNG 2026
MNC University Bersama...
MNC University Bersama Kedutaan Kuba dan Espanolindo Gelar Movie Screening & Photo Exhibition
5 Alasan Iran Serang...
5 Alasan Iran Serang Bahrain dan Kuwait, Menekan AS Memenuhi Tuntutan Teheran
Berita Terkini
Kelakar Jenderal Sigit:...
Kelakar Jenderal Sigit: Selesai Jadi Kapolri, Saya Gantian Jadi Aktivis
Prabowo Dinilai Mampu...
Prabowo Dinilai Mampu Jaga Keamanan RI Hadapi Dinamika Geopolitik Global
5 Berita Hukum Pekan...
5 Berita Hukum Pekan Ini: Dadan Hindayana dan Silmy Karim Tersangka Korupsi, Noel Divonis 4,5 Tahun Penjara
Tata Kelola Saja Tidak...
Tata Kelola Saja Tidak Cukup, Gus Mashum: NU juga Butuh Tata Krama
DPR Tunggu Hasil Pembahasan...
DPR Tunggu Hasil Pembahasan Tim Perumus Buruh dan Apindo untuk RUU Ciptaker
Dasco Sebut Satgas Mulai...
Dasco Sebut Satgas Mulai Gelar Rapat Antisipasi Gelombang PHK Pekan Depan
Infografis
Iran Paksa AS Terima...
Iran Paksa AS Terima Kekalahan setelah 40 Hari Berperang, Ini 10 Poin Gencatan Senjata
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved