Soroti Persoalan Stunting, Megawati: Ibunya Jangan Sibuk Nonton Sinetron

loading...
Soroti Persoalan Stunting, Megawati: Ibunya Jangan Sibuk Nonton Sinetron
Presiden kelima RI, Megawati Soekarnoputri menyoroti persoalan stunting atau kekerdilan pada anak. Foto/SINDOnews
JAKARTA - Presiden kelima RI, Megawati Soekarnoputri menyoroti persoalan stunting atau kekerdilan pada anak. Hal tersebut dikatakannya saat menghadiri puncak peringatan Hari Anak Nasional 2021 secara virtual.

Megawati mengatakan, orang tua khususnya seorang ibu harus bisa memastikan asupan bergizi untuk anak-anaknya. Dengan begitu maka akan bisa mencegah terjadinya stunting. "Tentu sekarang seorang ibu harus pintar, pintar memasak, sehingga memberikan makanan gizi yang baik kepada anak-anaknya. Coba bayangkan kalau kita lihat di lingkungan kita ada anak orang atau anak kita sendiri menjadi stunting," ujarnya seperti dilihat dari kanal YouTube Kementerian PPPA, Jumat (23/7/2021). Baca juga: Megawati Beri PR Anak Indonesia: Dari Manakah Asalnya Kodok dan Kupu-kupu?

Megawati pun berpesan kepada orang tua untuk memerhatikan aspek gizi anak. Dengan begitu kebahagian lahir dan batin dalam keluarga pun bisa diwujudkan. "Stunting itu apa ya? Anak-anak itu tidak tumbuh, tidak ada perkembangan, karena apa? Karena kekurangan gizi, karena mungkin ibunya sibuk, jangan terlalu banyak nonton sinetron, harus ada jam-jam tertentu kita juga perlu istirahat, sehinggga demikian yang disebut keluarga yang bahagia, kan bahagia itu harus lahir batin, anak-anak kita sehat, riang, pintar, pandai olahraga, mencintai kehidupan," pungkasnya. Baca juga: Megawati Ingin Anak Indonesia Manfaatkan Google-Youtube untuk Belajar

Sebagaimana diketahui, Presiden Jokowi menargetkan angka stunting harus bisa diturunkan menjadi 14% pada 2024 mendatang. Pada 2019 angka stunting sebesar 27,6% dan diperkirakan pada 2020 terjadi kenaikan akibat dari pademi Corona."Secara hitung-hitungan kalau kita harus mencapai target 14% pada 2024 maka tiap tahun harus tercapai penurunan angka stanting 2,7%, dan ini adalah suatu target yang luar biasa besar," kata Menko PMK Muhadjir Effendy.

(cip)
preload video
TULIS KOMENTAR ANDA!
Top