Wiku Sebut 4 Hal Ini Jadi Pertimbangan Pelonggaran Kegiatan saat Pandemi Covid-19
Kamis, 22 Juli 2021 - 20:05 WIB
loading...
Juru Bicara Pemerintah untuk Penanganan Covid-19 Wiku Adisasmito menyebut ada empat hal yang menjadi pertimbangan pelonggaran kegiatan saat pandemi Covid-19. Foto/SINDOnews
A
A
A
JAKARTA - Juru Bicara Pemerintah untuk Penanganan Covid-19 Wiku Adisasmito mengatakan pertimbangan yang diambil pemerintah Indonesia dalam rencana relaksasi atau pelonggaran didasarkan pada kriteria yang ditetapkan organisasi kesehatan dunia atau WHO. Dia menyebut ada empat kriteria dalam hal pelonggaran kegiatan selama pandemi Covid-19.
“Pertama yaitu perhitungan trend kasus dan indikator epidemiologis lainnya. Dimana angka keterisian tempat tidur dan penambahan kasus positif harian yang terus alami penurunan. Serta menetapkan prasyarat pelonggaran dengan melihat perkembangan kasus ke depan,” katanya dalam konferensi persnya, Kamis (22/7/2021). Baca juga: Satgas Covid-19: Angka Kematian Meningkat Sepekan Terakhir, Capai 1.000 Orang/Hari
Kedua, kapasitas manajemen sistem kesehatan dua arah. Hal ini melingkupi penguatan fasilitas kesehatan milik pemerintah dan swasta. “Yakni dengan upaya konversi tempat tidur, pembangunan rumah sakit darurat dan lapangan, maupun kemitraan dengan penyedia jasa telemedicine,” ujarnya. Baca juga: Kasus Positif COVID-19 Bertambah 49.509 Kasus Hari Ini, Sudah Tembus 3 Juta
Kemudian yang ketiga adalah aspirasi dan perilaku masyarakat. Ini nampak dari adanya tren penurunan mobilitas. “Serta keluhan masyarakat untuk segera merelaksasi pembatasan yang cukup ketat selama satu bulan terakhir,” ungkapnya
Keempat adalah dampak sosial ekonomi. Khususnya bagi masyarakat dengan pendapatan menengah ke bawah dan usaha mikro.
“Pertama yaitu perhitungan trend kasus dan indikator epidemiologis lainnya. Dimana angka keterisian tempat tidur dan penambahan kasus positif harian yang terus alami penurunan. Serta menetapkan prasyarat pelonggaran dengan melihat perkembangan kasus ke depan,” katanya dalam konferensi persnya, Kamis (22/7/2021). Baca juga: Satgas Covid-19: Angka Kematian Meningkat Sepekan Terakhir, Capai 1.000 Orang/Hari
Kedua, kapasitas manajemen sistem kesehatan dua arah. Hal ini melingkupi penguatan fasilitas kesehatan milik pemerintah dan swasta. “Yakni dengan upaya konversi tempat tidur, pembangunan rumah sakit darurat dan lapangan, maupun kemitraan dengan penyedia jasa telemedicine,” ujarnya. Baca juga: Kasus Positif COVID-19 Bertambah 49.509 Kasus Hari Ini, Sudah Tembus 3 Juta
Kemudian yang ketiga adalah aspirasi dan perilaku masyarakat. Ini nampak dari adanya tren penurunan mobilitas. “Serta keluhan masyarakat untuk segera merelaksasi pembatasan yang cukup ketat selama satu bulan terakhir,” ungkapnya
Keempat adalah dampak sosial ekonomi. Khususnya bagi masyarakat dengan pendapatan menengah ke bawah dan usaha mikro.
(cip)
Lihat Juga :