Pemerintah Butuh Dukungan Komunitas untuk Melawan Pandemi Covid-19
Selasa, 20 Juli 2021 - 09:20 WIB
loading...
A
A
A
Ketua RW Griya Caraka Bandung Sonny Budi Laksono mengungkapkan bahwa warga di wilayahnya rerata level menengah. Mereka memiliki jiwa sosial dan empati yang tinggi. Keguyuban itu juga tecermin dari ritual keagamaan, baik salat jamaah maupun bersilaturahmi.
Berangkat dari modal jiwa sosial dan keagamaan yang erat, kata dia, segala kegiatan sosial di sana mudah dilaksanakan. "Inilah jiwa dan modal sosial, sehingga kegiatan sosial apapun insya Allah berjalan. Mereka terpanggil oleh jiwa sosial,” ujar Sonny.
Ada delapan RT di wilayah Sonny. Total warga mencapai 1.900 orang. Saat angka positif harian Covid terus menanjak, rumah sakit kewalahan, ketersediaan oksigen terbatas, dan berita hoaks berseliweran akhirnya diputuskan membentuk satuan tugas Covid-19.
Satgas ada di setiap RT. Warga yang terpapar Covid-19 harus langsung melapor ke RT kemudian diteruskan ke RW. "Melihat kondisi rumah sakit yang penuh, kami harus mengurus diri sendiri. Koordinasi oleh pemerintah yang kurang efektif," katanya.
Selain itu, Sonny dan lingkungan RT-nya menanamkan kesadaran bahwa Covid-19 adalah masalah bersama dan harus dihadapi bersama. Mereka mendampingi yang terpapar supaya tidak merasa sendirian. Bahkan, kebutuhan medis dan logistik disokong penuh.
Bukan hanya obat-obatan, alat pelindung diri, dan piranti medis seperti masker dan oksimeter, satgas juga menyediakan tabung oksigen. Bahkan ada mobil ambulans yang siap siaga. "Kebetulan ada dokter yang juga anggota IDI (Ikatan Dokter Indonesia) yang bisa selalu memonitor warga yang terpapar," ujarnya.
Setelah dibentuk Satgas, kata Sonny, warga yang terpapar Covid-19 kian menurun. Pada 3 Juli jumlahnya 74 kasus, 10 Juli menjadi 56 kasus, dan 19 Juli tinggal 31 kasus. "Semuanya tidak ada yang dirawat, semuanya hanya isolasi mandiri di rumah."
Berangkat dari modal jiwa sosial dan keagamaan yang erat, kata dia, segala kegiatan sosial di sana mudah dilaksanakan. "Inilah jiwa dan modal sosial, sehingga kegiatan sosial apapun insya Allah berjalan. Mereka terpanggil oleh jiwa sosial,” ujar Sonny.
Ada delapan RT di wilayah Sonny. Total warga mencapai 1.900 orang. Saat angka positif harian Covid terus menanjak, rumah sakit kewalahan, ketersediaan oksigen terbatas, dan berita hoaks berseliweran akhirnya diputuskan membentuk satuan tugas Covid-19.
Satgas ada di setiap RT. Warga yang terpapar Covid-19 harus langsung melapor ke RT kemudian diteruskan ke RW. "Melihat kondisi rumah sakit yang penuh, kami harus mengurus diri sendiri. Koordinasi oleh pemerintah yang kurang efektif," katanya.
Selain itu, Sonny dan lingkungan RT-nya menanamkan kesadaran bahwa Covid-19 adalah masalah bersama dan harus dihadapi bersama. Mereka mendampingi yang terpapar supaya tidak merasa sendirian. Bahkan, kebutuhan medis dan logistik disokong penuh.
Bukan hanya obat-obatan, alat pelindung diri, dan piranti medis seperti masker dan oksimeter, satgas juga menyediakan tabung oksigen. Bahkan ada mobil ambulans yang siap siaga. "Kebetulan ada dokter yang juga anggota IDI (Ikatan Dokter Indonesia) yang bisa selalu memonitor warga yang terpapar," ujarnya.
Setelah dibentuk Satgas, kata Sonny, warga yang terpapar Covid-19 kian menurun. Pada 3 Juli jumlahnya 74 kasus, 10 Juli menjadi 56 kasus, dan 19 Juli tinggal 31 kasus. "Semuanya tidak ada yang dirawat, semuanya hanya isolasi mandiri di rumah."
(zik)
Lihat Juga :