Pemerintah Butuh Dukungan Komunitas untuk Melawan Pandemi Covid-19
Selasa, 20 Juli 2021 - 09:20 WIB
loading...
A
A
A
Baca juga: Jokowi Nilai Butuh Pemimpin yang Kuasai Lapangan Tangani Pandemi
Dia memberikan contoh misalnya ada pedagang tidak bisa berjualan karena kebijakan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat, maka yang lain membantu agar pedagang itu bisa bertahan. "Pemerintah itu bagian dari bangsa. Begitu juga masyarakat. Sukses tidaknya bertahan dalam pandemi ini bukan karena pemerintah, tetapi tugas semua elemen bangsa," katanya.
Direktur Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular Langsung Kementerian Kesehatan Siti Nadia Tarmizi menjelaskan bahwa penyelesaian pandemi adalah urusan bangsa, bukan hanya pemerintah. "Pemerintah tidak akan kuat menyelesaikan sendiri karena isu dari pandemi Covid-19 salah satunya dari perilaku. Makanya pergerakan komunitas menjadi kunci mengoptimalkan mengurangi positif Covid-19," katanya dalam kesempatan sama.
Menurut dia, banyak hal yang bisa dilakukan komunitas dalam situasi saat ini. Misalnya, membantu menyiapkan berbagai kebutuhan pasien Covid-19 yang sedang isolasi mandiri.
Bagaimana pun, kata Siti Nadia, pemerintah tidak akan sanggup mengubah dengan cepat sarana dan prasarana kesehatan untuk memberikan pelayanan yang diharapkan. Makanya membutuhkan bantuan komunitas untuk membantu memenuhi kebutuhan pasien Covid-29 yang tidak bergejala ketika isolasi mandiri.
Nadia menambahkan, kebijakan PPKM Darurat bertujuan menurunkan mobilitas. Artinya mengurangi interaksi atau kontak sosial. Pada minggu ini, lanjut dia, penurunan mobilitas belum sampai 50%. Di tempat perbelanjaan penurunan baru 20%, tempat kerja baru 40%, sedangkan pada transportasi umum sudah di atas 50%.
Potret riil ketangguhan komunitas bisa dilihat di wilayah RW 05 Griya Caraka Bandung, Jawa Barat. Wilayah itu bisa dibilang berhasil mengelola mobilitas warga dan menangani pandemi Covid-19 secara mandiri lewat gotong royong warganya.
Dia memberikan contoh misalnya ada pedagang tidak bisa berjualan karena kebijakan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat, maka yang lain membantu agar pedagang itu bisa bertahan. "Pemerintah itu bagian dari bangsa. Begitu juga masyarakat. Sukses tidaknya bertahan dalam pandemi ini bukan karena pemerintah, tetapi tugas semua elemen bangsa," katanya.
Direktur Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular Langsung Kementerian Kesehatan Siti Nadia Tarmizi menjelaskan bahwa penyelesaian pandemi adalah urusan bangsa, bukan hanya pemerintah. "Pemerintah tidak akan kuat menyelesaikan sendiri karena isu dari pandemi Covid-19 salah satunya dari perilaku. Makanya pergerakan komunitas menjadi kunci mengoptimalkan mengurangi positif Covid-19," katanya dalam kesempatan sama.
Menurut dia, banyak hal yang bisa dilakukan komunitas dalam situasi saat ini. Misalnya, membantu menyiapkan berbagai kebutuhan pasien Covid-19 yang sedang isolasi mandiri.
Bagaimana pun, kata Siti Nadia, pemerintah tidak akan sanggup mengubah dengan cepat sarana dan prasarana kesehatan untuk memberikan pelayanan yang diharapkan. Makanya membutuhkan bantuan komunitas untuk membantu memenuhi kebutuhan pasien Covid-29 yang tidak bergejala ketika isolasi mandiri.
Nadia menambahkan, kebijakan PPKM Darurat bertujuan menurunkan mobilitas. Artinya mengurangi interaksi atau kontak sosial. Pada minggu ini, lanjut dia, penurunan mobilitas belum sampai 50%. Di tempat perbelanjaan penurunan baru 20%, tempat kerja baru 40%, sedangkan pada transportasi umum sudah di atas 50%.
Potret riil ketangguhan komunitas bisa dilihat di wilayah RW 05 Griya Caraka Bandung, Jawa Barat. Wilayah itu bisa dibilang berhasil mengelola mobilitas warga dan menangani pandemi Covid-19 secara mandiri lewat gotong royong warganya.
Lihat Juga :