Penjelasan Kepala Lembaga Eijkman tentang Rumor Chip Vaksin
Minggu, 18 Juli 2021 - 16:14 WIB
loading...
Namun kerap kali masyarakat dihadapkan beberapa isu-isu miring terkait vaksinasi salah satunya ialah vaksin yang disisipi chip oleh perusahaan produksi vaksin. Foto/SINDOnews
A
A
A
JAKARTA - Pemerintah Indonesia tengah mempercepat proses vaksinasi guna membangun imunitas nasional. Namun kerap kali masyarakat dihadapkan beberapa isu-isu miring terkait vaksinasi salah satunya ialah vaksin yang disisipi chip oleh perusahaan produksi vaksin .
Baca juga: Vaksinasi Lansia Masih Rendah, Bima Arya: Karena Banyak Komorbidnya
Kepala Lembaga Biologi Molekuler Eijkman, Amin Soebandrio menyampaikan jika pemberian barcode hanya dilakukan pada kemasan vaksin guna mengidentifikasi produk vaksin apa yang telah digunakan.
Baca juga: Ini Alasan 36,4% Masyarakat Enggan Divaksin Versi Survei LSI
"Saya hanya menyampaikan saja bahwa produk manapun itu diberikan barcode untuk mengidentifikasi produk mana yang dipakai ini adalah bentuk tanggung jawab produsen," papar Amin dalam rilis temuan Lembaga Survei Indonesia terkait Sikap Publik terhadap Vaksin dan Program Vaksin Pemerintah, Minggu (18/07/2021).
"Kita lihat juga setiap kemasannya diberikan barcode dan kita sendiri diberikan kartu vaksin yang kolomnya diisi nomor batch vaksin sesuai dengan barcode," tambahnya.
Baca juga: Apresiasi Vaksinasi Bank DKI, Anies: Terus Taati Protokol Kesehatan
Sebagai praktisi biologi molekuler, Amin melanjutkan ada istilah DNA barcoding yang tidak ditujukan untuk memasukkan chip ke dalam tubuh melainkan mengubah pola-pola tertentu di DNA untuk dijadikan sebagai barcode.
"Saya sebagai praktisi biologi molekuler yang saya tahu memang ada istilah DNA barcoding, kita menggunakan pola-pola tertentu di DNA untuk dijadikan sebagai barcode bukan dengan disisipkan barcode dengan cairan ke tubuh kita," jelasnya.
Ia pun berharap baik pemerintah maupun pihak terkait sama-sama mendorong dan meyakinkan masyarakat agar dapat divaksinasi guna menurunkan angka Covid-19 di Indonesia.
"Tugas kita bersama agar semuanya bisa kita giringkan full accepted kepada vaksin," harapnya.
Baca juga: Vaksinasi Lansia Masih Rendah, Bima Arya: Karena Banyak Komorbidnya
Kepala Lembaga Biologi Molekuler Eijkman, Amin Soebandrio menyampaikan jika pemberian barcode hanya dilakukan pada kemasan vaksin guna mengidentifikasi produk vaksin apa yang telah digunakan.
Baca juga: Ini Alasan 36,4% Masyarakat Enggan Divaksin Versi Survei LSI
"Saya hanya menyampaikan saja bahwa produk manapun itu diberikan barcode untuk mengidentifikasi produk mana yang dipakai ini adalah bentuk tanggung jawab produsen," papar Amin dalam rilis temuan Lembaga Survei Indonesia terkait Sikap Publik terhadap Vaksin dan Program Vaksin Pemerintah, Minggu (18/07/2021).
"Kita lihat juga setiap kemasannya diberikan barcode dan kita sendiri diberikan kartu vaksin yang kolomnya diisi nomor batch vaksin sesuai dengan barcode," tambahnya.
Baca juga: Apresiasi Vaksinasi Bank DKI, Anies: Terus Taati Protokol Kesehatan
Sebagai praktisi biologi molekuler, Amin melanjutkan ada istilah DNA barcoding yang tidak ditujukan untuk memasukkan chip ke dalam tubuh melainkan mengubah pola-pola tertentu di DNA untuk dijadikan sebagai barcode.
"Saya sebagai praktisi biologi molekuler yang saya tahu memang ada istilah DNA barcoding, kita menggunakan pola-pola tertentu di DNA untuk dijadikan sebagai barcode bukan dengan disisipkan barcode dengan cairan ke tubuh kita," jelasnya.
Ia pun berharap baik pemerintah maupun pihak terkait sama-sama mendorong dan meyakinkan masyarakat agar dapat divaksinasi guna menurunkan angka Covid-19 di Indonesia.
"Tugas kita bersama agar semuanya bisa kita giringkan full accepted kepada vaksin," harapnya.
(maf)
Lihat Juga :