Dinilai Efektif, Jangkauan Vaksinasi Covid-19 Door to Door Perlu Diperluas

Minggu, 18 Juli 2021 - 09:16 WIB
loading...
Dinilai Efektif, Jangkauan...
Vaksinasi Covid-19 secara jemput bola atau door to door oleh BIN diyakini bakal berdampak positif pada percepatan mencapai target vaksinasi nasional. Foto/SINDOnews
A A A
JAKARTA - Vaksinasi Covid-19 secara jemput bola atau door to door oleh Badan Intelijen Negara (BIN) diyakini bakal berdampak positif pada percepatan mencapai target vaksinasi nasional. Sehingga, instansi lain diharapkan bisa menjalankan program serupa.

Adapun BIN melaksanakan vaksinasi Covid-19 dengan jemput bola serentak di 14 provinsi, yakni DKI Jakarta, Banten, Jawa Barat, Jawa Tengah, DIY, Jawa Timur, Bali, Sumatera Utara, Sumatera Barat, Riau, Kepulauan Riau, Kalimantan Timur, Sulawesi Selatan, dan Papua. Program tersebut menargetkan 19 orang mendapatkan vaksin.

Direktur Eksekutif Lembaga Kajian dan Konsultasi Pembangunan Kesehatan (LK2PK) Ardiansyah Bahar menilai metode door to door akan efektif mempercepat pelaksanaan vaksinasi jika dilakukan secara cepat, luas, dan masif. Jika pelaksanaannya benar, vaksinasi door to door diyakininya bisa menjangkau warga yang sulit mengakses sentra vaksin. Baca juga: Kesal, Mendagri Tegur 19 Kepala Daerah, Berikut Daftarnya

"Supaya program door to door ini menjadi masif sehingga bisa efektif, perlu dukungan dari berbagai pihak untuk ikut serta melakukan vaksinasi door to door. Tentu harus dilakukan dengan koordinasi instansi pemerintah setempat yang berwenang," ujar Ardiansyah, Minggu (18/7/2021).

Ardiansyah mengatakan, pihak swasta juga bisa berperan mengingat tenaga kesehatan dari instansi pemerintahan sudah sangat kewalahan dengan tugas regulernya. "Selain door to door, perlu dibuat sentra vaksin yang lebih dekat dengan kawasan penduduk menggunakan fasilitas umum seperti sekolah, tempat ibadah, pasar, terminal, hingga taman bermain," imbuhnya. Baca juga: Kepala BIN: Metode Door To Door Tingkatkan Partisipasi Warga yang Takut Vaksin

Anggota DPR Bobby Adityo Rizaldi mengapresiasi vaksinasi door to door oleh BIN. Bobby menilai vaksinasi door to door akan efektif mempercepat pelaksanaan vaksinasi. Akan tetapi, menurut Bobby, kendalanya adalah sumber daya yang terbatas, baik sumber daya manusia maupun biaya, karena pelaksana vaksinasi harus mendatangi warga. Bobby juga berpendapat bahwa jangkauan vaksinasi door to door perlu diperluas.

Menurut dia, instansi lain bisa melaksanakan program serupa. Karena, dia melihat masih banyak masyarakat yang menganggap vaksinasi menakutkan, sehingga tidak datang ke tempat vaksin yang disediakan. "Yang bisa bergerak seperti BIN adalah polisi dan militer, yang mempunyai alat mobilitas yang bisa menjangkau semua daerah atau wilayah dan memiliki daya paksa," katanya.

Sedangkan anggota DPR Christina Aryani menuturkan masih ada masyarakat yang menolak divaksin dengan berbagai alasan. Di sisi lain, banyak juga masyarakat yang mau divaksin namun tidak memiliki akses karena tinggal jauh dari fasilitas kesehatan.

Dia berharap dengan metode door to door, jumlah masyarakat yang mendapatkan vaksin Covid-19 terus meningkat. Karena, kata dia, terdapat daerah-daerah yang tingkat vaksinasinya masih rendah. Padahal, vaksinasi diharapkan bisa menekan risiko berat dari Covid-19. "Perlu upaya khusus untuk mengatasi ini. Jemput bola atau program vaksinasi door to door menjadi salah satu mekanisme yang kami nilai perlu dijalankan," ujarnya.
(cip)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
DPR Minta Pemerintah...
DPR Minta Pemerintah Evaluasi Harga BBM Non-Subsidi Pascaanjloknya Harga Minyak Dunia
Singgung Peran KPRP,...
Singgung Peran KPRP, Pakar: Kritik Mahfud MD Terhadap UU Polri Sangat Aneh
Pakar Hukum: Pernyataan...
Pakar Hukum: Pernyataan Mahfud MD Soal UU Polri Abaikan KPRP Membingungkan
Pakar Hukum: UU Polri...
Pakar Hukum: UU Polri yang Baru Akomodasi Kepentingan Masyarakat dan Kepolisian
Revisi UU Polri Disahkan...
Revisi UU Polri Disahkan Jadi Undang-Undang, Pelayanan Kepolisian Diharapkan Meningkat
Wamenkum: 20 DIM RUU...
Wamenkum: 20 DIM RUU Polri Bakal Dibahas Bareng DPR
Ratusan Mahasiswa Trisakti...
Ratusan Mahasiswa Trisakti Bergerak dari Tugu 12 Mei Reformasi Menuju Gedung DPR
Ratusan Mahasiswa Trisakti...
Ratusan Mahasiswa Trisakti Bakal Geruduk DPR, Bawa Tiga Tuntutan Rakyat
DPR dan Pemerintah Pastikan...
DPR dan Pemerintah Pastikan Tak Ada Kendala Besar saat Puncak Haji
Rekomendasi
HUT ke-499, Pramono-Rano...
HUT ke-499, Pramono-Rano Resmi Luncurkan Logo 5 Abad Jakarta
3 Prioritas Pramono...
3 Prioritas Pramono Anung Jelang 5 Abad Kota Jakarta
MEKAR Kembangkan Ekosistem...
MEKAR Kembangkan Ekosistem Pembiayaan Produktif
Berita Terkini
Jokowi Pakai Baju Berlogo...
Jokowi Pakai Baju Berlogo PSI: Artinya Tahu Sendiri
Bangun Integrasi Hukum...
Bangun Integrasi Hukum dan Seni Lewat Pustaka Nada
Kemhan Beberkan Materi...
Kemhan Beberkan Materi Latihan Fisik Calon Manajer Kopdes: Baris-berbaris hingga Hormat Militer
Boni Hargens: Peningkatan...
Boni Hargens: Peningkatan Kepercayaan Publik kepada Polri Perkuat Stabilitas Demokrasi
DPR Desak Latsarmil...
DPR Desak Latsarmil Peserta SPPI Disetop: Nyawa Jangan Dianggap Enteng!
Saatnya Muktamar NU...
Saatnya Muktamar NU Hadirkan Kepemimpinan yang Tak Lagi Wariskan Pertengkaran Berkepanjangan
Infografis
Covid-19 Varian EG.5...
Covid-19 Varian EG.5 di Singapura Sudah Menyebar ke Indonesia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved