Mendagri Sebut Petahana Bisa Diserang dengan Isu Corona di Pilkada 2020
Rabu, 27 Mei 2020 - 20:36 WIB
loading...
Mendagri Tito Karnavian angkat suara soal anggapan calon kepala daerah petahana diuntungkan jika Pilkada Serentak 2020 tetap dilakukan di tengah Corona. Foto/SINDOnews/Ilustrasi
A
A
A
JAKARTA - Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian angkat suara soal anggapan bahwa calon kepala daerah incumbent atau petahana diuntungkan jika Pilkada Serentak 2020 tetap dilakukan di tengah pandemi virus Corona (Covid-19).
(Baca juga: Corona Belum Reda, DPR Sebut Harus Ada Penyesuaian Hadapi Pilkada 2020
Menurutnya, calon incumbent juga bisa diserang jika penyebaran bantuan sosial (bansos) yang tidak tepat sasaran. Penantang pun bisa diuntungkan jika punya gagasan yang bagus untuk menekan penyebaran Covid-19.
"Pemilu bisa jadi sangat unik karena ada masalah kesehatan dan ekonomi. Katanya diuntungkan incumbent, belum tentu karena bisa diserang kelemahan-kelemahannya, mungkin bansos yang tidak sampai ke sasaran angka merah di daerah itu," kata Tito dalam paparannya di Rapat Kerja (Raker) dengan Komisi II DPR secara virtual, Rabu (27/5/2020).
(Baca juga: 3 Alasan Pilkada Serentak 2020 Sebaiknya Digelar Tahun Depan)
(Baca juga: Corona Belum Reda, DPR Sebut Harus Ada Penyesuaian Hadapi Pilkada 2020
Menurutnya, calon incumbent juga bisa diserang jika penyebaran bantuan sosial (bansos) yang tidak tepat sasaran. Penantang pun bisa diuntungkan jika punya gagasan yang bagus untuk menekan penyebaran Covid-19.
"Pemilu bisa jadi sangat unik karena ada masalah kesehatan dan ekonomi. Katanya diuntungkan incumbent, belum tentu karena bisa diserang kelemahan-kelemahannya, mungkin bansos yang tidak sampai ke sasaran angka merah di daerah itu," kata Tito dalam paparannya di Rapat Kerja (Raker) dengan Komisi II DPR secara virtual, Rabu (27/5/2020).
(Baca juga: 3 Alasan Pilkada Serentak 2020 Sebaiknya Digelar Tahun Depan)
Lihat Juga :