Ungkap 541 Ulama Wafat di Tengah Pandemi Covid-19, Ma'ruf Amin: Ini Kehilangan Besar
Senin, 12 Juli 2021 - 16:43 WIB
loading...
Wapres Maruf Amin. Foto/Istimewa/Instagram
A
A
A
JAKARTA - Wakil Presiden Ma'ruf Amin mengajak ulama dan tokoh agama bersama-sama pemerintah menangani pandemi Covid-19 . Terlebih hingga saat ini telah banyak korban berjatuhan, termasuk ulama.
"Saya ingin mengajak sahabat-sahabat saya semua, saya ingin mengajak semua kiai, ulama habaib, untuk bersama-sama pemerintah menanggulangi bahaya Covid-19 yang demikian besar dan dahsyatnya," kata Ma'ruf saat bertemu secara virtual dengan ulama dan tokoh agama Islam, Senin (12/7/2021).
Ma'ruf berujar, dirinya menggunakan kata 'bersama-sama' karena pada dasarnya penanganan pandemi Covid-19 ini bukan hanya tanggung jawab pemerintah, tetapi semua elemen masyarakat termasuk ulama di dalamnya.
Baca juga: Ulama Kharismatik Betawi KH Abdurrasyid Abdullah Syafi'i Meninggal Dunia
"Menanggulangi Covid-19 tanggung jawab kebangsaan dan kenegaraan. Tapi juga termasuk tanggung jawab keagamaan sekaligus. Dua tanggung jawab ini bagian dari pada tanggung jawab ulama," tuturnya.
Mantan Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI) ini menerangkan bahwa kebahayaan virus corona sudah luar biasa. Banyak yang menjadi korban dari ganasnya pandemi ini, mulai dari masyarakat umum, tenaga kesehatan hingga para ulama.
Baca juga: Anies Sebut Kiai Lutfi Ahli Hadis dan Berwawasan Luas
"Saya ingin mengajak sahabat-sahabat saya semua, saya ingin mengajak semua kiai, ulama habaib, untuk bersama-sama pemerintah menanggulangi bahaya Covid-19 yang demikian besar dan dahsyatnya," kata Ma'ruf saat bertemu secara virtual dengan ulama dan tokoh agama Islam, Senin (12/7/2021).
Ma'ruf berujar, dirinya menggunakan kata 'bersama-sama' karena pada dasarnya penanganan pandemi Covid-19 ini bukan hanya tanggung jawab pemerintah, tetapi semua elemen masyarakat termasuk ulama di dalamnya.
Baca juga: Ulama Kharismatik Betawi KH Abdurrasyid Abdullah Syafi'i Meninggal Dunia
"Menanggulangi Covid-19 tanggung jawab kebangsaan dan kenegaraan. Tapi juga termasuk tanggung jawab keagamaan sekaligus. Dua tanggung jawab ini bagian dari pada tanggung jawab ulama," tuturnya.
Mantan Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI) ini menerangkan bahwa kebahayaan virus corona sudah luar biasa. Banyak yang menjadi korban dari ganasnya pandemi ini, mulai dari masyarakat umum, tenaga kesehatan hingga para ulama.
Baca juga: Anies Sebut Kiai Lutfi Ahli Hadis dan Berwawasan Luas
Lihat Juga :